INDOZONE.ID - Kekalahan Timnas Putri Indonesia atas Pakistan di Kualifikasi Piala Asia Putri 2026 membuat banyak pihak yang bertanya-tanya soal kapan Liga Putri di Indonesia kembali bergulir.
Diketahui, Liga Putri di Indonesia memang sudah lama tidak bergulir, terakhir liga putri diadakan pada 2019 lalu. Namun, setelah tahun tersebut, Liga Putri di Indonesia seakan mati suri.
Dari hal itu, membuat para wartawan menanyakan soal Liga Putri kepada Erick Thohir setelah Timnas Putri Indonesia alami kekalahan 2-0 atas Pakistan pada pertandingan Kualifikasi Piala Asia Putri 2026 yang digelar di Indomilk Arena, Tangerang.
Dalam wawancaranya itu, Erick Thohir beberkan alasannya untuk tidak mau terburu-buru untuk kembali mengadakan Liga Putri. Hal itu karena talentanya masih belum cukup.
Baca juga: Penyebab Timnas Putri Indonesia Kalah dari Pakistan: Karena Rotasi Pemain?
"Tidak, seperti kita ketahui, saya sudah menjawab, kita bisa lihat temen-temen jumlah talentanya belum cukup, mau dipaksakan tidak mungkin, karena sepak bola perempuan mati suri cukup lama," kata Erick Thohir saat ditemui awak media termasuk INDOZONE seusai pertandingan kualifikasi Piala Asia Wanita 2026 antara Indonesia vs Pakistan di Indomilk Arena pada Rabu (2/7/2025).
Lebih lanjut, Erick Thohir juga mengatakan jangan hanya sekedar adakan Liga Putri tapi talentanya belum ada. Ia juga mengatakan bahwa kerjasama grassroot sepak bola Indonesia dengan perusahaan susu juga baru berjalan selama 1,5 tahun. Dari hal itulah ia tidak mau tergesa-gesa untuk adakan Liga Putri.
"Jadi kalau sekadar ayo Liga Putri dibangun terus satu tahun berhenti ya karena talentanya gak ada. Kita tahu kerja sama PSSI dengan grassroot dengan perusahaan susu itu baru berjalan 1,5 tahun. Di usia U-12, U-14, apakah di tahun 2027 mereka di usia U-14, U-16 dipaksakan main di Liga Putri, kualitasnya seperti apa?" ujar pria yang juga menjabat sebagai Menteri BUMN itu melanjutkan.
Mantan presiden Inter Milan itu juga mengatakan bahwa untuk membangun sepak bola putri, khususnya Liga Putri perlu memakan waktu selama 5 tahun, meski begitu PSSI tetap akan melakukan percepatan. Apalagi, dengan adanya Timnas Putri talentanya pun ada tapi masih beresiko tinggi.
"Mereka perlu waktu lima tahun 2029, tapi kami PSSI coba mendorong percepatan, dengan ada timnas yg berkembang kita punya talenta yang cukup tapi itu pun masih risiko tinggi," ujar pria berusia 54 tahun itu menambahkan.
Erick Thohir juga mengatakan bahwa ia tak ingin Liga Putri mati lagi setelah liganya berjalan. Maka dari itu, dia tak ingin tergesa-gesa untuk mengadakan Liga Putri lagi. Ia juga menegaskan bahwa sebagai Ketua Umum PSSI, tugasnya adalah membangun timnas, grassroot dan liga.
"Kita gak mau liganya jalan tapi mati lagi. Jadi saya dengan tekanan dihujat, oh Liga Putri gak jalan saya ga tergesa gesa. Sebagai Ketum PSSI, saya punya tanggung jawab besar membangun timnas bangun grassroot dan liga," ujar Erick Thohir menutup wawancara.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Liputan