Minggu, 06 JULI 2025 • 13:10 WIB

Diogo Jota Lebih dari Sekadar Pemain Hebat, Ia Adalah Teman Sejati!

Author

Diogo Jota saat bermain di Liverpool. (REUTERS PIC)

INDOZONE.ID - Diogo Jota adalah "rekan kerja yang luar biasa dan teman yang menyenangkan," kata Conor Coady, mantan kapten Wolverhampton Wanderers (Wolves) yang pernah bermain bersama Jota selama tiga musim.

Sebelum memperkuat Liverpool, Jota menjadi salah satu pemain kunci dalam kesuksesan Wolves menjuarai Championship musim 2017-2018.

Ia juga membawa klub tersebut lolos ke Liga Europa setelah finis di posisi ketujuh pada musim pertama mereka di Premier League setelah promosi.

Baca juga: Pemakaman Diogo Jota Dihadiri Keluarga dan Rekan-rekan setimnya di Liverpool

Namun kabar duka datang dari Portugal, Diogo Jota, yang berusia 28 tahun, meninggal dunia dalam kecelakaan mobil pada Kamis 3 Juli 2025, bersama sang adik Andre Silva (25 tahun).

Pemakaman mereka digelar pada Sabtu, 5 Juli 2025, di Gondomar, kampung halaman mereka.

Jota Disayang di Dalam dan Luar Lapangan

Conor Coady yang kini bermain untuk Leicester City, mengaku sangat terpukul atas kepergian mantan rekan setimnya itu.

Dalam sesi latihan pramusim bersama klub barunya, ia mengungkapkan betapa dalam luka yang dirasakan, bukan hanya sebagai pemain bola, tapi sebagai sahabat.

“Saya rasa kita semua akan mengingat di mana kita berada saat mendengar kabar ini. Tapi yang kita rasakan sekarang jauh melampaui urusan sepak bola,” ujar Coady kepada BBC Sport.

Baca juga: Ruben Neves dan Joao Cancelo Tak Kuasa Menahan Tangis Saat Mengenang Diogo Jota Pada Laga Al Hilal vs Fluminense

Jota akan selalu dikenang sebagai pribadi yang luar biasa baik sebagai teman, suami, ayah, maupun pemain yang menginspirasi rekan-rekannya.

“Dia cukup berani membawa kekasih masa kecilnya, Rute Cardoso, ke Wolverhampton dan benar-benar bisa menyesuaikan diri dengan budaya Inggris. Dia menjadi contoh yang baik bagi banyak orang,” kenang Coady.

Perjalanan Karier Diogo Jota

Diogo Jota. (photo/Instagram/@diogoj_18)

Diogo Jota memulai perjalanannya di Inggris saat dipinjamkan dari Atletico Madrid ke Wolves saat usia 20 tahun. Saat itu Wolves masih bermain di Championship, namun Jota langsung menunjukkan kualitasnya.

Musim pertamanya ditutup dengan catatan 17 gol dan enam assist, kontribusinya tersebut membawa Wolves promosi ke Premier League sebagai juara liga.

Baca juga: Ikut Berduka, Oasis Dedikasikan Lagu Live Forever untuk Mendiang Diogo Jota

Sebelumnya, Jota juga pernah dilatih oleh Nuno Espirito Santo saat bermain di FC Porto. Di Wolves, ia kembali bertemu dengan Ruben Neves, rekan setimnya di Porto dan Timnas Portugal U-21.

Warisan Jota Bersama Wolves dan Liverpool

Selama tiga musim membela Wolves, Jota bermain dalam 131 pertandingan dan mencetak 44 gol. Ia dikenal bukan hanya sebagai pencetak gol, tetapi juga sebagai pemain yang bekerja keras di setiap pertandingan.

Momen paling berkesan dalam kariernya di Wolves terjadi pada musim 2019-2020 di Liga Europa, saat Jota mencetak dua hat-trick secara beruntun melawan Besiktas dan Espanyol.

Baca juga: Respect! Liverpool Akan Bayar Gaji Diogo Jota Selama Dua Tahun ke Depan dan Akan Biayai Pendidikan Ketiga Anaknya

Performanya tersebut menarik perhatian klub-klub besar, hingga akhirnya Liverpool memboyongnya pada September 2020 dengan biaya transfer £41 juta.

Kepergian Jota dari Wolves disambut dengan penghormatan dari pelatih Nuno Espirito Santo yang menyebutnya sebagai pemain yang telah meninggalkan banyak kenangan tak terlupakan bagi klub dan pendukungnya.

Jota Akan Selalu Dirindukan

Pemain Liverpool, Diogo Jota, meninggal dunia. (REUTERS/Pedro Nunes)

Kehilangan Diogo Jota meninggalkan duka mendalam, tak hanya bagi sepak bola Portugal dan Inggris, tetapi juga bagi semua yang mengenalnya secara pribadi. Kariernya masih panjang, namun takdir berkata lain.

“Saya sangat menghargainya. Sebagai kapten, dia adalah rekan kerja yang ideal. Tapi yang paling berarti, menjadi temannya adalah sebuah kehormatan,” ujar Coady penuh emosional.

Jota bukan hanya dikenang karena gol-golnya, tetapi juga karena kerendahan hatinya. Dunia sepak bola telah kehilangan bukan hanya seorang pemain hebat, tetapi juga seorang manusia luar biasa yang menginspirasi banyak orang.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: BBC Sport

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU