INDOZONE.ID - Lando Norris dan Oscar Piastri finis pertama dan kedua di F1 GP Silverstone, yang dimulai dengan cuaca hujan hampir sepanjang lomba dan kering di akhir balapan tanpa berdampak apa pun terhadap McLaren.
Sebaliknya, podium ketiga berhasil diduduki oleh pembalap Sauber, Nico Hulkenberg, yang telah menantikan posisi tersebut selama 15 tahun sejak ia pertama kali balapan di F1.
Lebih jauh, Hulkenberg naik podium di Sirkuit Silverstone untuk pertama kalinya sepanjang sejarah setelah bertahan dengan keras dari gempuran pembalap akamsi, Lewis Hamilton, yang harus pasrah rekor podiumnya berturut-turut di Silverstone terputus.
Lando Norris Unggul Berkat Penalti yang Didapatkan Piastri
Lando Norris, yang rela menukar semua juara balapan demi juara di Silverstone, akhirnya bisa mewujudkan mimpinya dalam balapan basah dan kering yang cukup sulit ditebak.
Norris, yang hanya berada di peringkat ketiga babak kualifikasi di belakang Verstappen dan Piastri, berhasil menjadi juara di rumah sendiri terlepas dari berbagai insiden, drama, dan cuaca yang berubah-ubah.
Baca juga: Oscar Piastri Juara GP Arab Saudi, Rebut Pemuncak Klasemen dari Lando Norris
Kemenangan Norris dibantu oleh penalti 10 detik yang diterima Piastri karena melakukan pengereman mendadak dan membahayakan, serta insiden Max Verstappen yang melintir sebelum sesi Safety Car berakhir.
Piastri tidak terlihat senang dengan hukuman yang dijatuhkan oleh race director, sementara Norris sangat menikmati balapan kali ini.
“Beberapa lap jelang finis saya melihat ke arah fans. Saya mencoba untuk menikmati semua ini, karena nanti belum tentu terjadi lagi,” ujar Norris setelah balapan.
Dengan hasil ini, Norris memangkas jarak dari pemuncak klasemen, Piastri, dari 15 poin menjadi 8 poin.
Podium Pertama Hulkenberg Sepanjang Sejarah
Nico Hulkenberg, yang menjalani balapan ke-239 semenjak berada di F1 tahun 2010 bersama Williams, akhirnya bisa merasakan podium pertamanya.
Pencapaian terbaik Hulkenberg sebelumnya adalah finis di posisi keempat sebanyak tiga kali.
Start dari posisi ke-19, Hulkenberg secara mengejutkan finis di peringkat ketiga dan hanya kalah dari dua pembalap McLaren yang sulit dikejar siapapun saat ini.
Kunci krusial Hulkenberg meraih podium adalah keberhasilannya menahan gempuran jagoan tuan rumah, Lewis Hamilton, bersama Ferrari di kondisi basah yang kemudian mengering di akhir balapan. Hal ini menunjukkan bahwa mobil Kick Sauber bisa bersaing jika kondisi cuaca berubah-ubah.
Hulkenberg mengaku bahwa hari ini adalah harinya setelah berjibaku keras dari kejaran Hamilton di akhir balapan.
“Jelas saya berpikir bahwa Hamilton akan memberikan segalanya di hadapan pendukungnya di Silverstone. Namun saya bilang kalau hari ini juga hari saya dan saya mengambil risiko demi podium ketiga,” ujar Hulkenberg.
Baca juga: Lando Norris & Alex Palou: Dulu Rekan Setim, Sekarang Raja di Lintasan!
Cuaca Basah dan Kering Membuat Lima Pembalap Gagal Finis dan Menyulitkan yang Masih Tersisa di Lintasan
Kekacauan selalu terjadi saat balapan di Silverstone, terutama di antara cuaca hujan dan kering.
Banyak kejadian terjadi selama 52 lap, termasuk putaran, tabrakan, dan kecelakaan akibat pembalap melebar, salah pilih ban, atau frustrasi dengan strategi tim.
Untuk mengevakuasi mobil yang tidak dapat melanjutkan lomba karena kecelakaan, balapan Silverstone menghasilkan dua kali periode Safety Car dan dua kali Virtual Safety Car.
Balapan di Silverstone berlangsung seru meskipun banyak tabrakan dan insiden melebar. Ini juga menghasilkan persaingan yang semakin panas di puncak klasemen antara Piastri dan Norris, serta momen haru saat Nico Hulkenberg naik ke podium pertamanya setelah 15 tahun sejak pertama kali turun di balapan jet darat terbesar di dunia.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Formula1.com