Senin, 18 AGUSTUS 2025 • 09:40 WIB

Manchester United Menguasai Pertandingan, Tapi Arsenal Berhasil Menang berkat Skema Bola Mati Mematikan

Author

Sundulan Calafiori Menjebol Gawang Manchester United. (sumber: X/@ManUtdMEN)

INDOZONE.ID - Manchester United harus takluk 0-1 di pertandingan pertama Liga Inggris musim 2025-2026 di Old Trafford pada Minggu (17/8/2025) malam WIB.

Gol tunggal kemenangan Arsenal dicetak oleh Ricardo Calafiori di menit ke-13, memanfaatkan situasi sepak pojok.

Manchester United Dominan Sepanjang Babak Pertama, Namun Harus Kebobolan

Sejak peluit dibunyikan, Manchester United langsung menekan Arsenal dan menguasai seluruh lapangan pertandingan.

Akan tetapi, hanya butuh satu momen tendangan bebas bagi Arsenal yang dikenal sebagai raja bola mati, untuk menciptakan gol pertama dan satu-satunya di pertandingan kali ini.

Berawal dari sepak pojok yang dieksekusi oleh Declan Rice, Altay Bayindir yang ditempel ketat oleh William Saliba gagal mengantisipasi bola dengan baik, sehingga Ricardo Calafiori tinggal menyundul bola ke gawang yang sudah kosong.

Dominasi Manchester United tetap terlihat setelah tertinggal 0-1. Patrick Dorgu hampir menyamakan keadaan, namun tendangannya masih mengenai tiang dan melebar tipis di samping penjaga gawang David Raya.

Bahkan, Matheus Cunha yang berhasil melewati pertahanan Arsenal dari tengah melalui skill individu nyaris menciptakan situasi satu lawan satu melawan David Raya. Sayang, tendangannya masih lemah.

Baca juga: Manchester United Akan Gelar Laga Uji Coba Tertutup untuk Persiapkan Benjamin Sesko Melawan Arsenal

Pertahanan Arsenal Tampil Gemilang di Babak Kedua

Tidak berbeda dari babak pertama, Manchester United terus mendominasi pertandingan di babak kedua. Bryan Mbeumo mendapatkan peluang dari umpan silang di sayap kanan dan memilih melakukan tendangan akrobatik, yang masih melenceng tipis dari gawang David Raya.

Patrick Dorgu kembali merepotkan David Raya di menit ke-74 lewat umpan silangnya, yang berhasil disundul Mbeumo dengan tepat sasaran. Raya harus jatuh bangun untuk menyelamatkan gawangnya.

Kehadiran Benjamin Sesko yang masuk di babak kedua membuat Arsenal berjuang lebih keras di lapangan untuk mempertahankan keunggulan. William Saliba menjadi pemain yang tampil gemilang sepanjang babak kedua dengan beberapa blok penting, hingga Arsenal tersenyum di akhir pertandingan.

Rekrutan Baru United Menjanjikan, Tapi Penjaga Gawang Jadi Masalah

Kehadiran Matheus Cunha dan Bryan Mbeumo di Manchester United langsung terlihat dampaknya pada pertandingan pertama melawan Arsenal.

Tinggal menunggu chemistry dengan Benjamin Sesko, yang tidak merasakan pertandingan pramusim dan baru bermain selama 31 menit melawan Arsenal. Seharusnya, kombinasi ketiga pemain ini bisa membuat output serangan Manchester United meningkat di musim 2025-2026.

Mbeumo melakukan tendangan yang mengarah ke gawang dan mendapat peluang emas lewat sundulan tajam yang membuat David Raya harus jatuh bangun. Sementara itu, Cunha memberi pengaruh besar terhadap seluruh area serangan Manchester United. Penampilannya membuat penonton berdecak kagum, bahkan beberapa kali berdiri dari kursi untuk memberikan tepuk tangan.

Meskipun tampil baik dan menghibur, kesalahan di area penjaga gawang saat Bayindir gagal mengantisipasi sepak pojok patut menjadi perhatian.

Bayindir yang mendapat kesempatan bermain karena Onana belum pulih, gagal membayar kepercayaan Ruben Amorim dan harus kebobolan, padahal pemain lain sudah berusaha menampilkan performa terbaik.

Ruben Amorim harus memperbaiki beberapa kesalahan bertahan serta membenahi penyelesaian akhir jelang pertandingan kedua melawan Fulham.

Arsenal Menang Beruntung

Ekspektasi tinggi ditujukan pada Arsenal untuk berburu gelar Liga Inggris musim 2025-2026, setelah menggelontorkan dana lebih dari 200 juta pounds, dan kemungkinan masih bertambah di bursa transfer. Namun, performa mereka belum sesuai harapan.

Kedatangan Victor Gyokeres yang diharapkan bisa menyelesaikan masalah lini serang, karena musim lalu tak satu pun pemain menembus 10 gol, belum sesuai ekspektasi fans.

Arsenal hanya menang melalui satu-satunya peluang dari skema bola mati, yang selama dua musim terakhir menjadi andalan, dengan menekan kiper lawan agar melakukan kesalahan. Skema ini memang efektif untuk memenangkan pertandingan, tetapi tidak bisa terus digunakan karena sangat bergantung pada kesalahan lawan.

Hingga saat ini, kreativitas masih menjadi kelemahan Arsenal yang membuat mereka gagal bersaing dalam perburuan gelar di akhir musim. Bukayo Saka dan Martin Odegaard tak berdaya menghadapi pressing lini tengah Manchester United, bahkan gagal menembus kotak penalti. Victor Gyokeres juga harus diganti sebelum menit ke-60 karena minim suplai bola.

Baca juga: Jadwal Lengkap Pekan Pertama Liga Inggris 2025/2026: MU vs Arsenal Jadi Sajian Utama!

Sementara itu, pertahanan Arsenal tetap menjadi andalan Arteta untuk bersaing merebut gelar juara. Sapuan Saliba terhadap Cunha di menit ke-89 menunjukkan betapa solidnya lini belakang mereka. Namun, Arsenal harus meningkatkan kualitas serangan demi memperkuat pondasi saat bertandang ke Leeds United di laga kedua.

Pada akhirnya, sebagus apa pun performa Manchester United hari ini, ketajaman penyelesaian akhir dan kesalahan penjaga gawang membuat mereka kalah. Sebaliknya, seburuk apa pun permainan Arsenal, solidnya pertahanan dan senjata bola mati kembali menjadi kunci kemenangan.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Premierleague.com

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU