Selasa, 02 SEPTEMBER 2025 • 12:40 WIB

Baru Jalani Dua Pertandingan di Bundesliga, Erik ten Hag Dipecat Sebagai Pelatih Bayer Leverkusen

Author

Manajer Bayer Leverkusen, Erik Ten Hag. (REUTERS/Tony O Brien)

INDOZONE.ID - Bayer Leverkusen secara mengejutkan memecat Erik ten Hag sebagai pelatih mereka setelah menjalani 3 pertandingan di musim ini.

Erik ten Hag ditunjuk sebagai pelatih Bayer Leverkusen pada Mei 2025 lalu, untuk menggantikan posisi Xabi Alonso yang memutuskan untuk menjadi pelatih Real Madrid.

Pelatih asal Belanda itu awalnya dikontrak selama dua tahun, tapi petinggi klub berjuluk Die Werkself itu memutuskan untuk memecat Ten Hag usai membawa klub meraih hasil buruk dalam dua pertandingan awal Bundesliga musim ini.

Ten Hag memulai debut kompetitifnya sebagai pelatih Leverkusen dengan manis, usai mengalahkan klub divisi 4 Liga Jerman, SG Sonnenhof.

Akan tetapi, di partai pembuka Bundesliga, Leverkusen alami kekalahan atas Hoffenheim dengan skor 2-1, dan bermain imbang 3-3 atas Werder Bremen pada Sabtu (30/8/2025).

Baca juga: Mees Hilgers Dipastikan Bertahan di FC Twente usai Gagal Bergabung dengan Klub Ligue 1

Erik ten Hag saat diperkenalkan sebagai pelatih Bayer Leverkusen (Instagram @bayer04fussball)

Keputusan untuk memecat Ten Hag dibuat oleh para pemegang saham klub tersebut berdasarkan rekomendasi dari manajemen Bayer Leverkusen.

Atas keputusan tersebut, membuat mantan pelatih Ajax itu merasa terkejut dan kecewa atas keputusan sepihak dari manajemen Bayer Leverkusen. Hal itu belum pernah ia alami sebelumnya. Apalagi, ia dipecat baru melakoni dua pertandingan di liga.

"Keputusan manajemen Bayer Leverkusen pagi ini untuk memberi saya cuti benar-benar mengejutkan. Berpisah dengan pelatih setelah hanya dua pertandingan liga adalah hal yang belum pernah terjadi sebelumnya," ujar Erik ten Hag dalam pernyataan resminya melalui agensi manajemennya, SEG Football, yang dikutip dari ESPN pada Selasa (2/9/2025).

Lebih lanjut, Ten Hag juga mengatakan, pada musim panas banyak pemain kunci yang hengkang dari Leverkusen, dan pelatih berusia 54 tahun itu perlu diberi waktu dan kepercayaan untuk membangun skuad baru.

Baca juga: Done Deal yang Jadi PHP! Kepindahan Marc Guehi ke Liverpool Kandas di Detik Terakhir, Padahal Sudah Tes Medis

"Musim panas ini, banyak pemain kunci yang menjadi bagian dari kesuksesan masa lalu meninggalkan skuad. Membangun tim baru yang kohesif adalah proses yang cermat, membutuhkan waktu, dan kepercayaan. Seorang pelatih baru berhak mendapatkan ruang untuk mewujudkan visinya, menetapkan standar, membentuk skuad, dan meninggalkan jejaknya pada gaya bermain," tuturnya.

Ten Hag juga curhat bahwa, menerima pekerjaan sebagai pelatih Bayer Leverkusen penuh dengan keyakinan dan energi. Akan tetapi, pelatih berkepala plontos itu merasa, manajemen Leverkusen tidak memberikannya waktu untuk membangun skuad Leverkusen.

"Saya memulai pekerjaan ini dengan keyakinan dan energi penuh, tetapi sayangnya manajemen tidak bersedia memberi saya waktu dan kepercayaan yang saya butuhkan, yang sangat saya sesali. Saya merasa hubungan ini tidak pernah didasarkan pada rasa saling percaya," kata Ten Hag menjelaskan.

"Sepanjang karier saya, setiap musim yang saya lalui sebagai pelatih selalu membuahkan kesuksesan. Klub-klub yang telah mempercayai saya telah dibalas dengan kesuksesan dan trofi," lanjutnya.

Baca juga: Ruben Amorim: Saya Tahu Bruno Fernandes Tidak Akan Penalti Gagal Dua Kali, Jadi Saya Tidak Perlu Melihatnya

Bayer Leverkusen saat hadapi Werder Bremen di Bundesliga Spieltag 2 pada Sabtu (30/8/2025) (Instagram @bayer04fussball)

Meskipun dipecat sebagai pelatih Leverkusen, Ten Hag juga berterimakasih kepada manajemen klub, dan mendoakan agar klub yang bermarkas di BayArena itu meraih banyak kesuksesan.

"Akhirnya, saya ingin mengucapkan terima kasih kepada para pendukung Bayer Leverkusen atas kehangatan dan semangat mereka, dan saya mendoakan kesuksesan bagi skuad dan staf di sisa musim ini," tutupnya.

Ten Hag datang ke Leverkusen saat beberapa pemain penting seperti Jeremie Frimpong, Florian Wirtz, Amine Adli, Jonathan Tah, Odilon Kossonou, Granit Xhaka dan Lukas Hradecky hengkang dari klub.

Dari hal itu, membuat Leverkusen menghabiskan dana 170 juta Euro (Rp3,2 triliun) untuk membangun skuad baru dengan membeli Jarrel Quansah, Mark Flekken, Eliesse Ben Seghir, Loic Bade, Ibrahim Mazza dan Ernest Poku.

Baca juga: Niat Hati Ingin Membalas Manchester United, Rayan Cherki Terpaksa Absen 2 Bulan Karena Cedera

Direktur Olahraga Bayer Leverkusen, Simon Rolfes baru-baru ini juga buka sura soal pemecatan Ten Hag, menurutnya keputusan untuk memecat pelatih Belanda itu bukanlah keputusan yang mudah.

Namun, Rolfes juga mengatakan, membangun skuad baru dengan formasi yang diterapkan Ten Hag sangatlah tidak mungkin. Apalagi, di era Xabi Alonso mereka memainkan sepak bola menyerang, dan permainan konservatif ala Ten Hag tentunya tidak cocok dengan gaya bermain Leverkusen.

"Keputusan ini tidak mudah bagi kami. Tidak ada yang mau mengambil langkah ini. Namun, beberapa minggu terakhir menunjukkan, membangun tim baru yang sukses dengan formasi seperti ini tidaklah memungkinkan," ujar Simon Rolfes dalam pernyataan resminya.

"Kami sangat yakin dengan kualitas tim kami dan sekarang akan melakukan segala yang kami bisa untuk melangkah lebih jauh dalam pengembangan kami dengan formasi baru ini," tambahnya.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: ESPN

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU