Kamis, 04 SEPTEMBER 2025 • 16:33 WIB

Mengkhawatirkan! Timnas Indonesia U-23 Gagal Cetak Gol Lewat Permainan Terbuka di 5 Pertandingan Beruntun

Author

Penyerang Timnas Indonesia U-23, Jens Raven, melawan pemain Laos. (ANTARA FOTO/Sigid Kurniawan)

INDOZONE.ID - Hasil imbang diraih oleh Timnas Indonesia U-23 melawan Laos dengan skor kacamata. Hasil ini mengancam Timnas Indonesia dari pencapaian terbaik menjadi peringkat keempat Piala Asia U-23 edisi sebelumnya. 

Bukan sekadar hasil imbang yang diraih oleh Timnas Indonesia, skuad garuda muda tidak mampu mencetak gol melalui skema permainan terbuka di lima pertandingan secara berturut-turut. 

Lantas apa yang menjadi masalah dari Timnas Indonesia U-23 asuhan pelatih Asal Belanda Gerald Vanenburg tersebut?

Baca juga: Djed Spence Bangga Jadi Pemain Muslim Pertama yang Perkuat Timnas Inggris

Striker Timnas Indonesia Tumpul

Terakhir kali Timnas Indonesia U-23 mencetak gol melalui open play terjadi di Piala AFF U-23. Saat itu Timnas mencukur Brunei dengan skor 8-0. 

Satu-satunya striker yang mencetak gol di pertandingan tersebut adalah Jens Raven dengan 6 gol. 

Jens Raven memang masih mencetak gol saat di semifinal Piala AFF U-23 saat melawan Thailand. Namun gol tersebut tidak menghapus fakta kalau Timnas Indonesia U-23 gagal mencetak gol melalui open play di 5 pertandingan berturut-turut. 

Jens Raven dan Rafael Struick yang bermain di pertandingan melawan Laos sebagai starter tidak mampu berbuat banyak. 

Bahkan kebanyakan usaha yang dilakukan para skuad garuda U-23 dilakukan melalui tendangan di luar kotak penalti. Hokky Caraka yang masuk belakangan juga tidak merubah keadaan.

Baca juga: Liga Terbaik! Ronald Koeman Senang Banyak Pemain Timnas Belanda Bermain di Premier League

Meskipun mencatatkan sentuhan di kotak penalti hingga 64 kali, namun tercatat Indonesia hanya mengoleksi 5 tembakan on target ke gawang dan kebanyakan dihasilkan melalui luar kotak penalti. 

Kreativitas Lini Tengah Untuk Menciptakan Peluang 

Kreativitas dan terlalu terburu-buru melepaskan umpan juga menjadi masalah di lini tengah Timnas Indonesia. Meskipun menguasai hingga 83% penguasaan bola dan menciptakan lima belas peluang. 

Trio lini tengah yang diisi Arkhan Fikri, Toni Firmansyah, dan Robi Darwis tetap tidak mampu menembus tembok kokoh pertahanan Laos. 

Alhasil, berkali-kali pemain melepaskan tembakan jarak jauh yang tidak efektif. 

Baca juga: Gianluigi Donnarumma Akui Pep Guardiola Sangat Menginginkannya untuk Perkuat Manchester City

Apa yang Harus Dilakukan Timnas Indonesia Melawan Macau dan Korsel

Saat melawan Macau nanti, keadaan permainan Timnas Indonesia kurang lebih akan sama dengan mendominasi di lini tengah. Sementara itu, lawan akan menunggu di lini pertahanan sendiri. 

Salah satu hal yang harus diperbaiki Timnas Indonesia adalah ketajaman di kotak penalti oleh striker dan kemampuan melepaskan umpan terobosan ke kotak penalti. 

Selain itu, skema bola mati dan umpan crossing pemain Indonesia harus diperbaiki akurasinya agar menemui sasaran dengan tepat. 

Sementara melawan Korea Selatan, satu-satunya yang bisa diharapkan oleh Timnas Indonesia adalah mengandalkan serangan balik dengan cepat dan membangun pertahanan dengan solid. 

Meskipun peluang lolos Timnas Indonesia menipis, namun dengan usaha para pemain yang bisa menghasilkan minimal 4 poin, maka peluang tersebut seharusnya masih ada. 

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Lapanganbola.com

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU