Alasan Sebenarnya Daniel Levy Mengundurkan Diri dari Tottenham Hotspur Usai 25 Tahun Menjabat
INDOZONE.ID - Tottenham Hotspur mulai memasuki era kepemimpinan baru pada Jumat (5/9/2025). setelah kepergian mendadak Daniel Levy.
Pria berusia 63 tahun itu mengumumkan pengunduran dirinya sehari sebelumnya, Kamis (4/9/2025), usai hampir 25 tahun memimpin klub. Levy juga tercatat sebagai ketua terlama dalam sejarah Premier League.
Dalam pernyataan resminya, Levy menyampaikan rasa bangganya atas pencapaian selama memimpin Spurs.
“Saya sangat bangga dengan apa yang telah dicapai bersama tim eksekutif dan seluruh karyawan klub,” ujar Levy melalui situs resmi Tottenham.
“Saya ingin berterima kasih kepada semua penggemar yang mendukung selama ini. Perjalanan ini tidak selalu mudah, tetapi banyak kemajuan besar yang sudah diraih. Saya akan tetap memberikan dukungan penuh untuk klub ini,” tambahnya.
Juara Liga Europa Tak Mampu Menyelamatkan Posisi Levy
Keputusan mundurnya Levy tentunya sangat mengejutkan. Sebab, Tottenham baru saja meraih gelar Liga Europa musim lalu, dan memulai musim baru dengan hasil yang cukup positif di bawah manajer baru Thomas Frank.
Manajer asal Denmark tersebut juga sukses mendatangkan beberapa pemain keinginannya pada bursa transfer musim panas.
Namun menurut laporan BBC, keberhasilan menjuarai Liga Europa dianggap belum cukup. Selama masa jabatan Levy, Tottenham masih gagal meraih trofi di Premier League.
Klub kerap kesulitan menjaga konsistensi, dan sering kehilangan kesempatan untuk bersaing di papan atas Premier League.
Para pemilik klub akhirnya menilai, perubahan di kursi ketua merupakan keputusan terbaik untuk membuka jalan baru dan memaksimalkan potensi Tottenham di masa depan.
Rekor Buruk di Premier League
Meski Levy berperan penting dalam mendatangkan Thomas Frank usai kepergian Ange Postecoglou, performa Tottenham di Premier League justru mengecewakan.
Baca juga: Usai Hijrah ke Arsenal, Mural Eberechi Eze di Stadion Emirates Dirusak Suporter Tottenham Hotspur
Tottenham hanya finis di peringkat ke-17 Premier League musim lalu, dengan catatan 22 kekalahan, rekor terburuk sepanjang sejarah klub.
Situasi ini menambah kekecewaan para suporter. Banyak pendukung merasa frustrasi karena sepanjang kepemimpinan Levy, meski banyak pergantian manajer, Tottenham tidak mampu meraih trofi Premier League.
Struktur Klub Tetap Stabil Meski Levy Mundur
Tottenham memastikan, kepergian Levy tidak akan mengubah kepemilikan maupun struktur saham klub.
Baca juga: Tottenham Hotspur Kecam Pelecehan Rasial terhadap Mathys Tel usai Kalah dari PSG di UEFA Super Cup
Dewan direksi menunjuk Peter Charrington, direktur ENIC sekaligus pemilik Tottenham, sebagai ketua non-eksekutif yang baru.
Dalam pernyataannya, klub menegaskan, proses suksesi sudah dipersiapkan sejak beberapa bulan terakhir dengan sejumlah penunjukan jabatan senior.
Charrington juga memberikan penghormatan khusus untuk Levy. Ia menilai, Levy sangat berjasa, mulai dari pembangunan stadion modern hingga membawa Tottenham ke final Liga Champions 2019, meski akhirnya kalah dari Liverpool.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Tottenhamhotspur.com, BBC Sport