Menilik Statistik Gianluigi Donnarumma dan Senne Lammens Jelang Derby Manchester, Siapa yang Lebih Unggul?
INDOZONE.ID - Laga Derby Manchester yang mempetemukan Manchester City vs Manchester United merupakan salah satu pertandingan yang paling ditunggu-tunggu oleh pecinta Liga Inggris di seluruh dunia.
Diketahui, Derby Manchester dijadwalkan akan berlangsung pada Minggu (14/9/2025) mendatang. Laga tersebut diprediksi akan berjalan sengit dan menarik.
Sebab, pertandingan Derby Manchester antara Manchester City vs Manchester United merupakan laga pertaruhan harga diri bagi dua klub terbaik di tanah Inggris itu.
Tak hanya soal harga diri saja, pertandingan Derby Manchester musim ini juga merupakan ajang adu ketangkasan antara dua kiper baru dari kedua klub tersebut.
Baca juga: Preview Man City vs MU: Laga Pertaruhan Harga Diri Duo Manchester!
Manchester City berhasil datangkan Gianluigi Donnarumma dari PSG jelang penutupan jendela transfer musim panas ini. Kiper berusia 26 tahun itu diboyong The Citizens dengan harga 30 juta Euro.
Sementara itu, Manchester United juga mendatangkan Senne Lammens dari klub Belgia Royal Antwerp pada jendela transfer musim panas ini. Kiper yang digadang-gadang sebagai penerus Thibaut Courtois itu ditebus dengan biaya 25 juta Euro.
Dengan kedatangan dua kiper muda itu, tentunya menjadi keuntungan bagi kedua tim untuk mengarungi musim kompetisi 2025/26.
Namun, pada pembahasan kali ini, bagaimana soal statistik Gianluigi Donnarumma dan Senne Lammens di musim 2024/25? Yang mana, itu bisa menjadi tolok ukur kehebatan dua kiper tersebut.
Baca juga: Juku Eja Tantang Pendekar Cisadane, Tavares Optimistis Menang
Perbandingan Statistik Gianluigi Donnarumma dan Senne Lammens di Musim 2024/25
Gianluigi Donnarumma dan Senne Lammens merupakan dua kiper terbaik saat ini. Bedanya, Donnarumma sudah bersinar saat usianya masih remaja, yakni 16 tahun bersama AC Milan.
Sementara Senne Lammens, namanya baru naik setelah ia diboyong oleh Manchester United pada musim ini.
Meskipun, Senne Lammens namanya baru bersinar baru-baru ini, siapa sangka jika statistiknya di musin 2024/25 jauh lebih mentereng dari Gianluigi Donnarumma.
Pada musim lalu, Lammens memang tercatat kebobolan sebanyak 56 gol dan hanya mencatatkan 10 cleansheets bersama Royal Antwerp di semua kompetisi
Tapi, jika kita melihat dari segi penyelamatan, Lammens memiliki persentase penyelamatan tertinggi di Jupiler Pro League (Liga Belgia) musim lalu.
Melansir dari situs SofaScore, Lammens tercatat memiliki persentase penyelamatan per pertandingan sebanyak 77 persen bersama Royal Antwerp.
Selain itu, ia juga tercatat melakukan penyelamatan penalti sebanyak 4 kali dari 8 tendangan penalti yang ia hadapi.
Lammens juga punya rataan ball recovered per pertandingan lebih tinggi yaitu 9.1, bahkan ia juga mencatatkan 4 assist di Antwerp.
Sementara itu, Donnarumma justru memiliki persentase penyelamatan per pertandingan cukup rendah bersama PSG di ajang Ligue 1, yang mana kiper Timnas Italia itu hanya mencatatkan 67 persen penyelamatan per pertandingan.
Selain itu, mantan pemain muda AC Milan itu hanya mencatatkan 4 cleansheets untuk PSG di Ligue 1.
Jika di total, Donnarumma tercatat melakukan 17 cleansheets dan 43 kebobolan bersama PSG di semua kompetisi.
Namun secara duel, Donnarumma memiliki persentase yang tinggi daripada Lammens, yang mana ia mampu memenangkan total duel sebesar 89 persen.
Sementara itu, Lammens hanya mampu mencatatkan total duel sebanyak 85 persen.
Baca juga: Serie A Akan Gunakan Kamera Tubuh Wasit untuk Pertama Kalinya di Laga Juventus vs Inter
Kelebihan dan Kekurangan Antara Donnarumma dan Lammens
Donnarumma bisa dibilang merupakan kiper yang cukup lengkap. Ia memiliki beberapa kelebihan sebagai seorang kiper.
Donnarumma mungkin memiliki kelebihan dalam hal penyelamatan, refleks dan juga ketenangan dalam menghadapi tendangan penalti.
Kiper berusia 26 tahun itu juga memiliki kekurangan dalam hal distribusi bola, sehingga ia tidak efektif bila dijadikan sebagai ball-playing goalkeeper.
Sementara itu, Senne Lammens memiliki kemampuan penyelamatan yang baik, lihai dalam penyelamatan penalti dan memiliki distribusi bola yang baik.
Namun, kiper berusia 23 tahun itu memiliki kekurangan dalam menghadapi situasi bola mati, kurang tenang dalam menghadapi tekanan, sehingga hal itu membuat Lammens kebobolan 56 gol di semua kompetisi.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Sofascore