Rabu, 24 SEPTEMBER 2025 • 13:34 WIB

Meski Bersinar di Barcelona, Cara Marcus Rashford Pergi dari Manchester United Dianggap Memalukan

Author

Marcus Rashford saat bermain di Barcelona. (REUTERS/Scott Heppell)

INDOZONE.ID - Paul Scholes kembali melontarkan kritik pedas. Kali ini, legenda Manchester United itu menyoroti cara Marcus Rashford meninggalkan klub masa kecilnya meski sang penyerang bersinar bersama Barcelona.

Marcus Rashford sedang menjalani masa pinjaman selama satu musim di Barcelona setelah perselisihannya dengan Manajer United, Ruben Amorim.

Laga terakhir Rashford bersama Setan Merah terjadi pada 12 Desember 2024, saat United menang 2-1 atas Viktoria Plzen di Liga Europa. Setelah itu, ia menghabiskan paruh kedua musim lalu bersama Aston Villa.

Keputusan Rashford hengkang dari United menimbulkan tanda tanya di kalangan suporter. Bukan hanya karena statusnya sebagai jebolan akademi, melainkan juga caranya meninggalkan klub.

Baca juga: Hansi Flick Puji Marcus Rashford usai Cetak Brace untuk Barcelona: Pemain dengan Bakat Luar Biasa

Langsung Bersinar di Barcelona

Bersama Barcelona, Rashford tak butuh waktu lama untuk unjuk gigi. Ia langsung mencetak dua gol dalam kemenangan 2-1 atas Newcastle United di Liga Champions.

Bahkan, salah satu golnya disebut-sebut sebagai kandidat gol terbaik musim ini. Performa mengesankan itu membuat banyak yang kagum, tapi tidak demikian dengan Paul Scholes.

Menurutnya, kesuksesan Rashford di Barcelona sulit dirayakan karena meninggalkan United dengan cara yang dianggap tidak pantas.

Baca juga: Suka dengan Gaya Kepelatihan Hansi Flick, Marcus Rashford Beri Kode Untuk Bertahan Lebih Lama di Barcelona

Kritik Pedas Paul Scholes

“Tidak diragukan lagi, bakat Rashford luar biasa. Gol keduanya brilian. Tapi saya sulit merasa senang atau bangga padanya,” ujar Scholes dalam podcast The Good, The Bad & The Football, Rabu (24/9/2025).

Scholes menilai sikap Rashford di United menjadi masalah utama. Ia menyebut kepergiannya adalah sesuatu yang memalukan bagi klub, karena terlihat jelas dirinya tidak lagi menunjukkan usaha di lapangan.

Menurut Scholes, bila seorang pemain memiliki masalah dengan manajer, seharusnya itu tidak memengaruhi dedikasi terhadap tim maupun puluhan ribu pendukung yang selalu hadir di stadion setiap pekan.

“Saya sering melihatnya hanya berjalan-jalan di lapangan karena ingin pergi. Menurut saya, sikapnya adalah sebuah aib," tegas Scholes.

"Dia seperti sudah menyerah pada United. Dan sekali kamu menyerah, besar kemungkinan kamu akan menyerah lagi,” tambahnya.

Baca juga: Baru Jadi Pahlawan Barcelona di Liga Champions, Rashford Langsung Dapat Hukuman

Tantangan Marcus Rashford di Barcelona

Marcus Rashford saat bermain di Barcelona. (REUTERS/Albert Gea)

Kini, Rashford memiliki kesempatan untuk membungkam kritik tersebut. Barcelona akan bertandang ke markas Real Oviedo dalam lanjutan La Liga pada Kamis 25 September 2025.

Laga ini bisa menjadi ajang pembuktian bagi Rashford, apakah ia benar-benar sudah kembali ke performa terbaik atau justru makin terjebak dalam bayang-bayang masa lalu di Manchester United.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: The Good, The Bad & The Football

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU