Kamis, 25 SEPTEMBER 2025 • 19:05 WIB

FC Twente Dinilai Tidak Adil, Pengacara Belanda ini Desak Mees Hilgers Layangkan Gugatan

Author

Mees Hilgers saat di FC Twente. (Dok. FC Twente)

INDOZONE.ID - Drama soal masa depan pemain Timnas Indonesia Mees Hilgers di FC Twente, semakin lama semakin berlarut-larut dan tidak ada solusi antara kedua belah pihak.

Diketahui, Mees Hilgers belum bermain sama sekali untuk FC Twente pada musim 2025/26. Bahkan, pemain berusia 24 tahun itu juga tidak masuk ke dalam daftar susunan pemain FC Twente, dalam 6 pertandingan terakhir Eredivisie musim ini.

Oleh karena itu, banyak pihak yang mengecam perlakuan klub berjuluk The Tukkers itu ke Mees Hilgers. Yang mana, klub asal Enschede itu dinilai tidak berlaku adil ke Hilgers dan menyalahgunakan kekuasaannya.

Mees Hilgers sebenarnya sudah mengutarakan keinginan untuk hengkang dari FC Twente pada musim panas lalu.

Beberapa klub besar seperti Feyenoord, Valencia, PSV hingga Crystal Palace kabarnya berminat untuk mendatangkan mantan pemain Timnas Belanda U-21 itu.

Baca juga: Demi Tingkatkan Daya Saing, Shin Tae-yong Sarankan K-League Longgarkan Aturan Kuota Asing

Bek muda FC Twente Mees Hilgers masuk dalam rencana naturalisasi PSSI. (Instagram/@meeshilgress)

Akan tetapi, ketertarikan klub-klub tersebut hanya isapan jempol belaka, hingga akhirnya saat jendela transfer musim panas ditutup, Mees Hilgers gagal mendapatkan klub baru.

Namun, di saat Mees Hilgers bertahan di FC Twente, justru tidak dilibatkan sama sekali oleh klub masa kecilnya itu.

Bahkan, direktur teknik Twente Jan Streuer mengultimatum Mees, agar memperpanjang kontraknya jika ingin bermain di tim utama FC Twente.

Dari hal itulah, sikap FC Twente mendapat banyak kecaman mulai dari direktur asosiasi komite pemain (VCSS), Louis Everard hingga yang terbaru adalah, dari pengacara Belanda Andre Brantjes.

Ia mendesak Mees Hilgers untuk menggugat klubnya itu. Usulan tersebut diungkapkan Brantjes dalam wawancaranya baru-baru ini.

"Tidak seorang pun berhak bermain, tetapi Anda seharusnya diberi kesempatan untuk berpartisipasi di liga. Hal itu tampaknya sudah dikesampingkan secara definisi di sini, kecuali jika dia memperpanjang kontraknya," ujar Andre Brantjes dalam wawancaranya yang dikutip dari Twente Insite pada Kamis (25/9/2025).

Baca juga: Jerome Boateng Resmi Pensiun dari Dunia Sepak Bola, Apa Saja Prestasinya?

"Pasal 611 Kitab Undang-Undang Hukum Perdata. Pasal tersebut menyatakan bahwa para pihak wajib berperilaku sebagai pemberi kerja dan karyawan yang baik," lanjutnya.

Andre Brantjes juga mengatakan, seandainya berada di posisi Mees Hilgers, akan pergi ke arbitrase, dan meminta pemutusan kontrak. Tapi dengan catatan, FC Twente harus membayar sisa gaji Hilgers.

Tak hanya itu saja, Brantjes menegaskan, FC Twente salah karena tidak memberikan kesempatan bagi Mees Hilgers untuk bermain. Meskipun, pemain bermarga Tombeng itu masih memiliki kontrak hingga 2026 mendatang.

Baca juga: Mateusz Klich Peringatkan Jangan Mau Pindah ke Inter Miami Selama Masih ada Lionel Messi, Itu Bencana!

"Klublah yang salah karena Hilgers tidak bisa memaksimalkan nilai pasarnya, karena ia tidak diberi kesempatan untuk menunjukan kemampuannya," tutur Brantjes menutup wawancara.

FC Twente sebenarnya tak ingin kehilangan Mees Hilgers secara gratis pada musim panas 2026 mendatang, hingga akhirnya mereka meminta untuk memperpanjang kontraknya.

Hal itu dilakukan untuk mengakali agar FC Twente bisa mendapat keuntungan dari penjualan pemain berpostur 185cm itu.

Apalagi, Mees Hilgers juga merupakan pemain penting bagi FC Twente selama 5 musim terakhir, sejak dipromosikan ke tim utama Twente.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Twente Insite

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU