Pertandingan Round 4 Kualifikasi Piala Dunia 2026 Akan Jadi Ujian Bagi Karier Patrick Kluivert di Timnas Indonesia
INDOZONE.ID - Media Inggris, The Guardian baru-baru ini soroti karier kepelatihan Patrick Kluivert jelang pertandingan Round 4 Kualifikasi Piala Dunia 2026.
Diketahui, Patrick Kluivert saat ini menjabat sebagai pelatih Timnas Indonesia dan akan memimpin skuad Garuda untuk mengarungi Round 4 Kualifikasi Piala Dunia 2026 melawan Arab Saudi (9 Oktober 2025) dan Irak (12 Oktober 2025).
Tentu saja, laga Round 4 Kualifikasi Piala Dunia 2026 akan menjadi ujian besar bagi karier kepelatihan Patrick Kluivert. Sebab, media kenamaan Inggris itu menyoroti rekam jejak karier kepelatihan legenda Timnas Belanda itu.
Dalam ulasan mereka, The Guardian mengatakan bahwa karier kepelatihan Patrick Kluivert tidak secemerlang saat ia masih aktif menjadi pemain.
Baca juga: Mau Lolos ke Piala Dunia 2026? Timnas Indonesia Harus Lebih Tajam!
"Hal yang sama juga berlaku untuk karier kepelatihan Kluivert dibandingkan dengan prestasinya di lapangan, termasuk masa jabatannya sebagai pelatih Curacao dan tim Turki Adana Demirspor. Hasil sejauh ini cukup memuaskan," tulis The Guardian dalam ulasannya yang dikutip pada Sabtu (4/10/2025).
Namun, pertandingan Round 4 Kualifikasi Piala Dunia 2026 ini juga akan menjadi ujian bagi Patrick Kluivert bersama Timnas Indonesia. Apalagi, Arab Saudi selaku tim tuan rumah juga memiliki keuntungan jelang pertandingan melawan Indonesia, yang mana mereka memiliki waktu istirahat selama 6 hari.
"Ini adalah ujian terbesarnya. Bertanding melawan Arab Saudi di Jeddah (ya, semua pertandingan berlangsung di Arab Saudi. Tuan rumah memiliki istirahat enam hari antara pertandingan mereka," tutur Guardian melanjutkan.
The Guardian juga menyebut bahwa tekanan saat ini berada di Arab Saudi, apalagi Timnas Indonesia juga memiliki rekor bagus di markas tim berjuluk The Green Falcons itu yang mana pada putaran ketiga Kualifikasi Piala Dunia 2026, skuad Garuda pernah menahan imbang Arab Saudi.
Baca juga: Emil Audero Absen Bela Timnas Indonesia di Putaran Keempat Kualifikasi Piala Dunia 2026
"Indonesia berhasil imbang di sana pada putaran kualifikasi sebelumnya. Semua tekanan ada pada tuan rumah yang belum menunjukkan performa impresif belakangan ini," tulis media tertua di Inggris itu menambahkan.
Kendati begitu, The Guardian juga meminta Timnas Indonesia untuk mewaspadai Irak, yang mana tim berjuluk Lions of Mesopotamia itu memiliki banyak pemain bagus dan bertalenta, namun mereka juga kerap kali gagal lolos ke Piala Dunia.
Irak sendiri diketahui sering kali menjadi mimpi buruk bagi Rizky Ridho dan kolega, yang mana di putaran kedua Kualifikasi Piala Dunia 2026, Irak selalu meraih kemenangan atas Timnas Indonesia.
"Kemudian semuanya bergantung pada pertarungan melawan Irak, tim yang memiliki sejarah talenta tetapi juga sering gagal di kualifikasi Piala Dunia," tulis Guardian menutup ulasannya.
Baca juga: Marc Guehi Gak Menyesal Batal Gabung Liverpool, Pilih Fokus ke Crystal Palace!
Timnas Indonesia jelang pertandingan Round 4 Kualifikasi Piala Dunia 2026 terbilang cukup pincang. Sebab, kedua kiper andalannya yakni Emil Audero dan Maarten Paes alami cedera. Sementara itu, Sandy Walsh juga alami cedera saat perkuat Buriram United.
Emil Audero sendiri dipastikan akan absen untuk perkuat Timnas Indonesia, sementara Maarten Paes juga masih diragukan tampil. Oleh karena itu pilihan kiper skuad Garuda untuk laga melawan Arab Saudi dan Irak hanya ada Ernando Ari, Nadeo Argawinata dan Reza Arya.
Meskipun tidak diperkuat oleh beberapa pemain penting, tetapi banyak yang berharap Timnas Indonesia bisa meraih dua hasil positif di Round 4 Kualifikasi Piala Dunia 2026 untuk bisa memastikan tiket ke Piala Dunia.
Andaikan, Timnas Indonesia tidak bisa lolos otomatis, maka bermain di Round 5 menjadi satu harapan terakhir bagi skuad Garuda untuk bisa mencetak sejarah bermain di Piala Dunia untuk pertama kalinya sejak 1938.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: The Guardian