INDOZONE.ID - Kasus pemalsuan dokumen tujuh pemain naturalisasi Timnas Malaysia, memasuki babak baru. Teranyar, FIFA menunjukkan bukti pemalsuan dokumen tersebut.
Dalam dokumen laporan yang dirilis Wakil Ketua Komite Disiplin FIFA, Jorge Palacio, dikutip dari The Star, Selasa (7/10/2025), induk sepak bola dunia itu menyoroti ketidakonsistenan akta kelahiran yang diserahkan Federasi Sepak Bola Malaysia, FAM.
“Komite ingin menekankan, bahwa akta kelahiran asli menunjukkan kontras yang tajam dengan dokumentasi yang diberikan,” beber Palacio.
Sebagai contoh, Hector Hevel diklaim kakeknya lahir di Melaka, tetapi ternyata dokumentasi asli menyebutkan Den Haag, Belanda.
Lalu, Jon Irazabal diklaim sang kakek berasal dari Kuching, Serawak. Akan tetapi, FIFA justru menemukan fakta kakek Jon Irazabal berasal dari Villa de Guernica, Viscaya, Spanyol.
Baca juga: Pundit Malaysia ini Kecewa dengan FAM yang Tidak Transparan soal Asal Usul Pemain Naturalisasi
Selain kedua nama itu, para pemain lainnya, yakni Gabriel Palmero, Facundo Garces, Rodrigo Holgado, Imanol Machuca, dan Joao Figueiredo juga dinyatakan bersalah.
Sebanyak tujuh pemain tersebut dinilai FIFA telah melanggar Pasal 22 Kode Disiplin FIFA, perihal pemalsuan dan penggunaan dokumen palsu dalam proses resmi.
Berdasarkan hasil peninjauan semua bukti, Komite Disiplin FIFA menjatuhkan sanksi berupa denda 350 ribu CHF (Swiss Franc), atau sekira Rp7,3 miliar, kepada FAM.
Lalu, ketujuh pemain itu dijatuhkan denda 2 ribu CHF, atau sekira Rp42 juta. Selain denda, ketujuh pemain tersebut juga dilarang beraktivitas selama setahun di dunia sepak bola, terhitung sejak pengumuman dari FIFA.
FIFA Pertanyakan Ketelitian FAM
Selain itu, mengutip pernyataan dari Departemen Registrasi Nasional (NRD), Palacio menyebut FAM tak pernah menerima akta kelahiran asli dari para pemain yang dinaturalisasi tersebut.
Tak ayal, FIFA pun mengkritik ketelitian proses verifikasi FAM dalam proses naturalisasi yang dijalani oleh ketujuh pemain tersebut.
“NRD mengonfirmasi, bahwa pihak berwenang Malaysia tidak pernah menerima akta kelahiran asli. Sebaliknya, NRD menerbitkan salinannya sendiri berdasarkan informasi sekunder dan dokumen asing dari Argentina, Brasil, serta Spanyol,” ungkap Palacio.
“Pengakuan ini menurut temuan komite, menunjukkan bahwa proses validasi pemerintah Malaysia mungkin tidak didasarkan pada dokumen asli, sehingga menimbulkan pertanyaan perihal ketelitian proses verifikasi FAM,” sambungnya.
Baca juga: FIFA Beri Sanksi Buntut Pemalsuan Dokumen Naturalisasi Pemain Timnas Malaysia, FAM Ajukan Banding
Tentu saja, keputusan FIFA ini akan berdampak besar pada perjuangan Timnas Malaysia di Kualifikasi Piala Asia 2027.
Bahkan, Sekretaris Jenderal (Sekjen) Konfederasi Sepak Bola Asia (AFC), Datuk Seri Windsor Paul, sebelumnya mengindikasikan hasil pertandingan Timnas Malaysia dapat dibatalkan jika keputusan FIFA tetap berlaku.
Artinya, lawan-lawan Timnas Malaysia akan mendapatkan poin meski sebelumnya kalah dari Harimau Malaya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: The Star