INDOZONE.ID - Kekalahan tipis Timnas Indonesia atas Arab Saudi dengan skor 2–3 pada putaran kualifikasi Piala Dunia 2026 tidak lantas menutup peluang tim Merah-Putih untuk lolos langsung ke putaran final.
Meski harus merasakan pil pahit, ada sejumlah skenario tetap memungkinkan Indonesia melangkah ke Piala Dunia, jika kondisi di laga lain berpihak.
Pertandingan di Jeddah itu sendiri menyuguhkan drama tersendiri. Timnas Indonesia sempat unggul lewat penalti di babak pertama, namun Arab Saudi mampu membalikkan keadaan di babak kedua.
Baca juga: Kalah dari Arab Saudi, Garuda Belum Menyerah! Erick Thohir Ajak Tatap Laga Lawan Irak
Gol-gol mereka datang di momen-momen krusial yang memupus harapan Garuda di laga ini.
Namun demikian, peluang tetap hidup tergantung hasil pertandingan lain dalam grup. Bila laga antara tim-tim pesaing menghasilkan skor yang kondusif—misalnya tim poin tertinggi kalah atau bermain seri—maka Indonesia masih bisa melampaui syarat klasemen akhir.
Skenario konkret yang diharapkan:
- Tim rival langsung harus terpeleset — terutama tim-tim yang berada di papan atas klasemen Grup Kualifikasi.
- Indonesia harus meraih kemenangan melawan Irak — untuk memaksimalkan peluang poin.
- Selisih gol menjadi penentu — mengingat kemungkinan ada dua atau lebih tim dengan poin sama.
Baca juga: Pelatih Timnas Indonesia Coret 6 Pemain Jelang Hadapi Arab Saudi, Termasuk Calvin Verdonk
Secara matematis, jika Indonesia mampu mengemas kemenangan dengan selisih gol besar, dan tim-tim di atasnya seperti Arab Saudi atau rival-rival lain gagal meraih hasil optimal di pertandingan tersisa, maka Indonesia bisa menyalip posisi syarat lolos langsung.
Jika skenario ini benar-benar terjadi—dengan kombinasi hasil-hasil pasif dari tim lain plus kemenangan mutlak Indonesia—maka kekalahan di Jeddah bukan berarti pintu ke Piala Dunia tertutup.
Jalan tetap ada, meski penuh liku.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Amatan