Minggu, 19 OKTOBER 2025 • 16:30 WIB

Testimoni Semua Tim F1 di Sprint Race dan Kualifikasi GP Amerika: Red Bull Tampak Perkasa, McLaren Berakhir Nestapa!

Author

Sprint Race di Sirkuit COTA, Amerika Serikat. (Sumber: F1.com)

INDOZONE.ID - Sirkuit The Americas (COTA) di Austin, Texas, menjadi saksi bisu dari salah satu hari Sabtu paling dramatis dan penuh aksi dalam kalender Formula 1 2025. Dengan format Sprint Weekend yang padat, para pembalap dan tim dipaksa untuk mengeluarkan kemampuan terbaik mereka dalam dua sesi krusial, yakni Sprint Race yang brutal dan sesi Kualifikasi Grand Prix yang menegangkan. Hasilnya adalah sebuah roller coaster emosi yang menampilkan dominasi absolut di satu sisi, dan mimpi buruk total di sisi lain.

Di puncak, Oracle Red Bull Racing dan Max Verstappen menunjukkan performa nyaris sempurna yang membuat rival-rival mereka hanya bisa geleng-geleng kepala. Namun, di ujung spektrum yang lain, tim McLaren yang sedang dalam performa terbaiknya justru mengalami hari paling kelam mereka, dengan kedua mobil tersingkir di tikungan pertama Sprint Race. Sementara itu, tim-tim seperti Williams menciptakan kejutan manis, dan Ferrari serta Mercedes menunjukkan perjuangan yang solid di tengah persaingan yang semakin ketat.

Baca juga: Testimoni Semua Tim F1 di Grand Prix Azerbaijan: Red Bull dan Williams Bahagia, Haas dan Alpine Nelangsa!

Bagaimana setiap tim merasakan dan merefleksikan hari yang penuh gejolak ini? 

Oracle Red Bull Racing: Pesta Sempurna Sang Banteng Merah

Hasil Sprint: Verstappen P1, Tsunoda P7

Hasil Kualifikasi: Verstappen P1, Tsunoda P13

Bagi tim asal Austria tersebut, hari Sabtu di Austin menjadi sebuah demonstrasi kekuatan yang nyaris tanpa cela. Mereka tidak hanya mengamankan kemenangan Sprint dan pole position, tetapi juga menunjukkan kedalaman strategi dan kemampuan adaptasi yang luar biasa.

Max Verstappen tampil di liganya sendiri. Start yang sempurna di Sprint Race memungkinkannya untuk menghindari kekacauan massal di Tikungan 1. Meskipun sempat mendapat tekanan dari George Russell setelah periode Safety Car, pembalap Belanda itu dengan tenang mempertahankan posisinya dan melenggang nyaman untuk meraih kemenangan Sprint ketiganya secara beruntun di Austin. Keperkasaannya berlanjut di sesi Kualifikasi, di mana ia merebut pole position dengan selisih waktu hampir tiga persepuluh detik. Ajaibnya, putaran pertamanya di Q3 sudah cukup cepat sehingga ia bahkan tidak perlu menyelesaikan putaran keduanya.

"Saya pikir kami menjalani hari Sabtu yang sangat kuat dan sangat positif," kata Verstappen.

"Kami melakukan beberapa perubahan terakhir menjelang Kualifikasi untuk membantu keseimbangan dan mengekstrak performa terbaik mobil. Sayangnya kami melewatkan kesempatan putaran terakhir beberapa detik, yang tidak ideal, tapi untungnya putaran yang kami miliki sudah cukup," pungkas pembalap 28 tahun tersebut.

Di sisi lain garasi, Yuki Tsunoda menjalani hari yang campur aduk antara aksi heroik dan frustrasi. Di Sprint, ia menjadi bintang pertunjukan di lap pertama. Start dari P18, ia melakukan manuver nekat di sisi dalam Tikungan 1, berhasil menghindari semua mobil yang melintir dan berhenti, dan secara ajaib naik 11 posisi ke P7. Hebatnya, ia melakukan ini semua sambil menyeret sayap depan mobil Kick Sauber milik Nico Hulkenberg.

"Sprint berjalan sangat baik bagi saya," ujar Tsunoda.

"Mengirimnya ke sisi dalam adalah risiko yang sepadan. Saya melompat 11 posisi tetapi juga mengambil puing-puing dan membawa sayap depan lain selama hampir setengah lap. Itu adalah pemulihan dan hasil yang bagus untuk mengemudi dengan dua sayap depan!" lanjut Tsunoda bergurau pada media.

Namun, keberuntungannya habis di Kualifikasi. Ia merasa mobilnya punya kecepatan untuk masuk Q3, tetapi lajunya terhalang oleh Liam Lawson dan dua mobil Alpine (Gasly dan Colapinto). 

"Rasanya seperti saya tidak bisa memiliki Kualifikasi yang normal saat ini, yang sangat membuat frustrasi," keluhnya.

Tim prinsipal Red Bull, Laurent Mekies, memuji semua kekuatan timnya.

"Ini adalah hari yang sangat kuat bagi kami. Max mengendarai balapan yang sangat kuat, bertahan melawan George untuk meraih poin maksimal. Lap pembuka Yuki juga sangat mengesankan," katanya.

McLaren F1 Team: Dari Puncak Harapan ke Jurang Nestapa

Hasil Sprint: Norris DNF, Piastri DNF

Hasil Kualifikasi: Norris P2, Piastri P6

Jika ada tim yang ingin menghapus memori hari Sabtu di Austin, itu adalah McLaren. Mereka datang dengan ekspektasi tinggi, namun Sprint Race berubah menjadi mimpi buruk total dalam hitungan detik.

Drama terjadi di Tikungan 1 lap pertama Sprint. Oscar Piastri, yang memiliki traksi lebih baik di sisi luar, mencoba memotong kembali ke bawah rekan setimnya, Lando Norris. Sayangnya, ia tidak melihat Fernando Alonso dan Nico Hulkenberg yang melaju kencang di blind spot-nya. Piastri tersenggol oleh Hulkenberg, yang menyebabkannya menabrak bagian belakang mobil Norris. Akibatnya, Norris melintir dan bannya terlepas, sementara mobil Piastri sempat terbang dan mengalami kerusakan suspensi parah. Kedua mobil oranye papaya itu pun harus "mandi lebih cepat" dari pembalap lainnya.

Di sesi Kualifikasi, Lando Norris menunjukkan mentalitas juaranya. Meskipun kehilangan waktu berharga di lintasan, ia berhasil bangkit dan mengamankan posisi start kedua. Namun, Oscar Piastri tampak masih kesulitan menemukan ritmenya dan hanya bisa finis di urutan keenam.

"Hari yang sulit, setelah absen di Sprint pagi ini, Kualifikasi jelas sedikit lebih sulit dari kemarin," kata Norris. 

"Tim di garasi melakukan pekerjaan hebat untuk menyatukan kembali mobil, jadi terima kasih untuk mereka. Kecepatan balapan kami seringkali lebih baik daripada kecepatan Kualifikasi, jadi saya optimis tapi realistis," lanjutnya.

Menanggapi hal tersebut, Andrea Stella, tim prinsipal McLaren, tetap memberikan penghormatan tertinggi kepada krunya. 

"Tim melakukan pekerjaan luar biasa untuk memperbaiki kedua mobil mengingat banyaknya suku cadang yang perlu diganti. Rasa terima kasih saya sampaikan kepada semua mekanik dan anggota tim operasional di McLaren yang menunjukkan ketangguhan mereka."

Mercedes-AMG Petronas F1 Team: Konsistensi di Tengah Kekacauan

Hasil Sprint: Russel P2, Antonelli P8

Hasil Kualifikasi: Russell P4, Antonelli P7

Mercedes menunjukkan pendekatan yang cerdas dan konsisten, memanfaatkan setiap peluang yang muncul dari drama tim lain. Mereka mungkin tidak memiliki kecepatan mentah Red Bull, tetapi mereka mengeksekusi strategi dengan baik.

George Russell menjadi bintang di Sprint Race. Ia dengan cerdik mengambil jalur luar yang lebar di Tikungan 1 untuk menghindari insiden, yang secara efektif melambungkannya ke posisi kedua. Ia bahkan sempat memberikan tekanan serius pada Verstappen sebelum akhirnya finis sebagai runner-up. Di sisi lain, rookie Andrea Kimi Antonelli juga tampil tenang dan berhasil mengamankan poin terakhir di posisi kedelapan.

Keduanya melanjutkan performa kompetitif di Kualifikasi. Russell mengamankan posisi keempat, hanya terpaut 0.026 detik dari baris depan. 

"Menjengkelkan mengakhiri hari hanya selisih 0.026 detik dari baris depan," kata Russell. 

"Posisi ke-4 masih hasil yang solid, tetapi ketika selisihnya sekecil itu, Anda selalu merasa bisa melakukan sedikit lebih banyak." Antonelli juga tampil solid dengan mengamankan posisi ketujuh.

Kepala Mercedes-Benz Motorsport sekaligus tim prinsipal Mercedes, Toto Wolff, merasa sedikit frustrasi tetapi tetap optimis. 

"George (Russell) hanya beberapa milidetik dari baris depan. Itu adalah upaya yang solid. Semoga kami dapat menggunakan kecepatan balapan yang kami lihat di Sprint untuk bertarung memperebutkan podium," ujar Wolff.

Scuderia Ferrari HP: Drama, Kesalahan, dan Penebusan di Menit Akhir

Hasil Sprint: Hamilton P4, Leclerc P5

Hasil Kualifikasi: Leclerc P3, Hamilton P5

Bagi Ferrari, hari Sabtu adalah cerminan dari musim mereka. Penuh dengan potensi, kecepatan, drama, dan momen-momen yang membuat jantung berdebar.

Di Sprint, Charles Leclerc dan Lewis Hamilton terlibat dalam pertarungan internal yang sengit. Leclerc, setelah berhasil menghindari insiden Tikungan 1, membuat kesalahan beberapa lap kemudian yang membuka pintu bagi Hamilton untuk menyalipnya. Mereka akhirnya finis di posisi keempat dan kelima, mengumpulkan poin penting dan data berharga.

Drama sesungguhnya terjadi di Kualifikasi. Pada percobaan pertama mereka di Q3, segalanya tampak berantakan: Hamilton mengunci ban dan melaju lurus di Tikungan 1, sementara Leclerc melintir. Untuk sesaat, mereka berada di P9 dan P10. Namun, di bawah tekanan luar biasa, keduanya berhasil mengeksekusi putaran kedua mereka dengan sempurna. Leclerc secara mengejutkan merebut P3, dan Hamilton mengamankan P5.

"Kualifikasi ini cukup mengejutkan mengingat betapa sulitnya akhir pekan ini bagi kami sampai sekarang," aku Leclerc. 

"Kami menyatukan semuanya pada akhirnya dan akan start dari P3 besok," lanjut Leclerc.

Hamilton menambahkan, "Ini adalah hari Sabtu yang positif secara keseluruhan. Start dari posisi yang lebih depan memberi kami kesempatan untuk memperjuangkan poin-poin penting."

Tim prinsipal Ferrari, Fred Vasseur, mengakui ketegangan tersebut. "Pada lap pertama di Q3, Lewis lurus dan Charles melintir, jadi kami berada di P9 dan P10, dan kami sedikit tertekan. Tapi pada akhirnya, mereka mampu menyatukan putaran mereka."

Atlassian Williams Racing: Kisah Cinderella dan Podium Bersejarah

Hasil Sprint: Sainz P3, Albon P6

Hasil Kualifikasi: Sainz P9, Albon P19

Williams adalah penulis kisah dongeng terindah di hari Sabtu. Tim yang berbasis di Grove ini meraih hasil yang melampaui semua ekspektasi di Sprint Race, sebuah momen yang akan dikenang dalam sejarah mereka.

Secara luar biasa, kedua mobil Williams berhasil melewati kekacauan Tikungan 1 tanpa kerusakan. Carlos Sainz muncul di posisi ketiga dan menunjukkan kecepatan yang solid untuk mempertahankan posisinya hingga finis, memberinya podium Sprint pertama dalam sejarah Williams! Di belakangnya, Alex Albon juga tampil cemerlang dengan finis di P6, mengamankan poin ganda yang sangat berharga bagi tim.

"Ini adalah hari yang brilian bagi kami," kata James Vowles, tim prinsipal Williams, dengan rasa bangga. 

"Tim pulang dengan sembilan poin lagi. Ini adalah podium Sprint pertama yang pernah kami raih sebagai Williams, yang merupakan momen membanggakan bagi saya," lanjutnya.

Namun, nasib baik tidak sepenuhnya berpihak pada Albon. Tim menemukan masalah diferensial pada mobilnya, dan meskipun sudah diperbaiki sebelum Kualifikasi, perubahan tersebut secara signifikan mengubah keseimbangan mobil. Ditambah dengan lap time yang dihapus karena track limits, Albon harus puas start dari P19. Sainz, di sisi lain, melanjutkan performa kuatnya dengan menembus Q3 dan mengamankan P9.

"Sayang sekali lap terakhir saya dihapus karena track limits karena seharusnya kami bisa lolos ke Q2," kata Albon. 

Sementara Sainz tetap percaya diri, "Saya memiliki kepercayaan pada kecepatan balapan saya untuk besok, jadi saya berharap bisa memberikan balapan menarik lainnya untuk para penggemar hebat ini!"

MoneyGram Haas F1 Team: Pahlawan Lokal dan Upgrade Menjanjikan

Hasil Sprint: Bearman P15, Ocon DNF

Hasil Kualifikasi: Bearman P8, Ocon P17

Di balapan kandang mereka, Haas menunjukkan secercah harapan besar berkat performa gemilang rookie mereka, Oliver Bearman, dan paket upgrade baru pada mobil VF-25.

Bearman tampil luar biasa sepanjang hari. Di Kualifikasi, ia berhasil menembus Q3 dan mengamankan posisi start kedelapan yang fantastis. 

"Menyelinap ke Q3 dan kemudian menghasilkan putaran yang sangat bagus, saya sangat bangga akan hal itu," kata Bearman. 

Namun, di Sprint, nasibnya kurang beruntung. Setelah berjuang di zona poin, ia menerima penalti 10 detik karena insiden dengan Antonelli, yang membuatnya terlempar ke P15.

Rekan setimnya, Esteban Ocon, mengalami hari yang sulit. Ia tersingkir di Q1 Kualifikasi dan menjadi korban tabrakan dengan Lance Stroll di Sprint Race yang membuatnya DNF.

Tim prinsipal Haas, Ayao Komatsu, melihat potensi besar dari kedua pembalap kesayangannya itu.

"Menyelesaikan P8 dan menjadi yang teratas di paket lini tengah, itu adalah hasil yang luar biasa dan bukti bahwa tim terus mengembangkan VF-25. Sekarang kami perlu mengubah posisi kualifikasi ini menjadi poin," ujarnya.

Aston Martin Aramco F1 Team: Hari Penuh Frustrasi dan Kesalahan

Hasil Sprint: Alonso DNF, Stroll DNF

Hasil Kualifikasi: Alonso P10, Stroll P18

Aston Martin mengalami hari Sabtu yang ingin segera mereka lupakan, ditandai dengan insiden, penalti, dan hasil yang jauh di bawah potensi.

Sprint Race adalah bencana total. Fernando Alonso menjadi korban efek domino di Tikungan 1, mengalami ban bocor setelah kontak dan terpaksa pensiun. Lance Stroll melengkapi DNF ganda tim setelah melakukan manuver optimistis yang berakhir dengan menabrak Esteban Ocon. Atas insiden itu, Stroll menerima penalti lima posisi grid untuk balapan utama.

"Hari ini tidak berjalan sesuai keinginan saya, ada salah penilaian dari pihak saya saat menyalip Esteban (Ocon)," aku Stroll dengan rasa kecewa.

Di Kualifikasi, nasib buruk Stroll berlanjut ketika lap time-nya dihapus, membuatnya start dari belakang. Namun, sang "Rookie Abadi" Fernando Alonso sekali lagi menunjukkan kelasnya dengan berhasil membawa mobilnya ke Q3 dan mengamankan P10.

Stake Kick Sauber F1 Team: Potensi Terbuang Sia-Sia di Tikungan Pertama

Hasil Sprint: Bortoleto P11, Hulkenberg P13

Hasil Kualifikasi: Hulkenberg P11, Bortoleto P16

Bagi Kick Sauber, ini adalah kisah tentang "apa yang mungkin terjadi." Mereka memiliki kecepatan yang layak, tetapi keberuntungan tidak berpihak pada mereka.

Nico Hulkenberg memulai Sprint dari posisi yang kuat, tetapi harapannya pupus di Tikungan 1. Terjepit di antara Piastri dan Alonso, ia tak bisa kemana-mana dan terlibat dalam tabrakan yang merusak sayap depannya. 

"Sprint sudah berakhir setelah insiden di Tikungan 1, yang membuat frustrasi," katanya. 

Namun, ia berhasil bangkit di Kualifikasi dan nyaris masuk Q3, mengamankan P11.

Gabriel Bortoleto menjalani akhir pekan pembelajaran di trek baru baginya, finis P11 di Sprint dan start dari P16 untuk balapan utama.

Visa Cash App Racing Bulls F1 Team: Harapan Tinggi yang Kandas, Efek dari Livery "Ormas"?

Hasil Sprint: Lawson P9, Hadjar P12

Hasil Kualifikasi: Lawson P12, Hadjar P20

VCARB datang ke Austin dengan selain dengan membawa livery edisi GP Amerika yang mirip dengan warna identik salah satu organisasi masyarakat (ormas) di Indonesia, mereka juga membawa harapan bisa bertarung di 10 besar, tetapi hari Sabtu berakhir dengan kekecewaan pahit.

Baik Liam Lawson maupun Isack Hadjar tidak dapat memanfaatkan kekacauan di Sprint untuk masuk ke zona poin. Di Kualifikasi, bencana menimpa Hadjar. Pada putaran pertamanya di Q1, ia kehilangan kendali bagian belakang mobilnya dan menabrak pembatas, mengakhiri sesinya lebih awal.

"Saya minta maaf kepada tim karena mobilnya tidak kembali utuh," kata Hadjar.

Lawson juga merasa frustrasi setelah lajunya di Q2 terganggu oleh hembusan angin kencang. 

"Kami memiliki mobil yang sangat cepat tetapi sayangnya terkena hembusan angin kencang di awal lap," jelasnya.

Baca juga: Lando Norris Protes Manuver 'Ngawur' Max Verstappen di Grand Prix Italia: Kok Bisa Gitu?

BWT Alpine F1 Team: Kemajuan Kecil di Lini Tengah

Hasil Sprint: Gasli P10, Colapinto P1

Hasil Kualifikasi: Gasly P14, Colapinto P15

Bagi Alpine, hari Sabtu adalah tentang mengambil hal-hal positif kecil. Untuk pertama kalinya sejak Austria, kedua mobil mereka berhasil mencapai Q2, sebuah tanda kemajuan.

Pierre Gasly finis di P10 dalam Sprint, tepat di luar zona poin. 

"Saya akan mengatakan kami memiliki Sprint Race yang layak untuk finis di P10," katanya. 

Di Kualifikasi, ia mengamankan P14. Franco Colapinto mengalami nasib sial di Sprint, mengalami ban bocor di lap pertama, dan akan start balapan dari P15.

Steve Nielsen, Direktur Pelaksana Alpine, mencoba melihat sisi positif. 

"Mengingat hasil kami di seri-seri terakhir, kami tentu bisa mengambil beberapa hal positif dari Hari Sprint di sini. Mencapai Q2 ganda pertama kami sejak Austria menggarisbawahi keinginan tim untuk terus berjuang," ujarnya.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: F1.com

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU