INDOZONE.ID - Setelah melewati musim yang penuh drama dan omongan miring, salah pembalap andalan Scuderia Ferrari asal Monako, Charles Leclerc, akhirnya bisa "full senyum".
Finis P3 di Grand Prix Amerika pada Senin (20/10/2025) dini hari waktu Indonesia bukan cuma soal piala, tapi juga sebuah "clap back" keras untuk para haters dan media yang terus-terusan mengganggu timnya.
Podium di Circuit of the Americas (COTA) ini menjadi bukti nyata bahwa di tengah badai rumor, fokus dan kerja keras di lintasan adalah jawaban terbaik.
Leclerc dan Ferrari sukses membungkam semua keraguan dengan performa yang solid.
Baca juga: Liverpool Empat Kali Kalah Beruntun, Arne Slot Hadapi Ujian Terberat Sejak Gantikan Jurgen Klopp
Drama di Balik Layar: Isu Panas dan Spekulasi Liar
Musim 2025 ini emang lagi kurang bersahabat buat tim Kuda Jingkrak.
Gagal meraih satu pun kemenangan membuat tim legendaris ini jadi sasaran empuk media, terutama pers Italia yang terkenal "pedas".
Spekulasi liar pun bermunculan, menciptakan drama yang nggak perlu di dalam tim.
Beberapa isu panas tersebut di antaranya kepindahan Charles Leclerc pada musim 2027 mendatang.
Isu tersebut makin panas setelah manajernya, Nicolas Todt, memberi kode bahwa bursa transfer pembalap berikutnya "patut untuk ditonton."
Selain itu, nasib sang komando, Fred Vasseur, juga ikut jadi sorotan.
Namanya disebut-sebut bakal digantikan oleh Christian Horner (eks tim prinsipal Red Bull) yang kabarnya tersedia di bursa transfer.
Situasi ini jelas bikin suasana di garasi Ferrari jadi tegang dan penuh tekanan.
"Boss Gang" Turun Tangan, Performa di Trek Jadi Jawaban
Dilansir dari Crash.net, bos besar Ferrari yakni John Elkann, akhirnya turun tangan.
Tepat sebelum kualifikasi GP Amerika, Elkann merilis pernyataan resmi yang isinya jelas, yakni memberikan dukungan penuh kepada Fred Vasseur dan seluruh tim yang bertugas di bawah panji tim asal Maranello tersebut.
"Saya ingin menyatakan kepercayaan penuh kami pada tim prinsipal kami, Fred Vasseur, dan pada pekerjaan yang ia lakukan bersama semua rekan kami di Scuderia Ferrari," tegas Elkann.
Baca juga: Ricky van Wolfswinkel Buka Suara Soal Situasi Mees Hilgers di FC Twente
Dukungan dari puncak pimpinan ini seolah menjadi "boostingan" berharga bagi tim.
Hasilnya? Ferrari tampil jauh lebih kuat di Austin. Charles Leclerc berhasil mengatasi masalah girboks di sesi latihan bebas dan sukses mengamankan podium keenamnya musim ini.
Penampilan solid ini dilengkapi oleh rekan setimnya, Lewis Hamilton, yang finis di posisi keempat.
Leclerc: "Senang Rasanya Bisa Bungkam Kebisingan Tak Berdasar"
Seusai balapan, Leclerc nggak bisa menyembunyikan rasa leganya.
Ia secara langsung menyinggung semua rumor yang beredar dan mengaku sangat senang timnya bisa memberikan jawaban telak lewat prestasi.
"Bagian kedua musim ini tidaklah mudah. Ada kebisingan dan rumor yang sama sekali tidak berdasar di sekitar tim," ujar Leclerc dalam konferensi pers FIA.
Baca juga: Ruben Amorim Bocorkan Cara Manchester United Kalahkan Liverpool di Anfield
"Dan saya pikir, untuk menunjukkan bahwa dalam situasi seperti ini kami bisa tetap fokus pada pekerjaan dan dihadiahi podium adalah perasaan yang sangat menyenangkan," lanjutnya.
Leclerc mengaku sangat bahagia, apalagi mengingat akhir pekannya tidak dimulai dengan mulus.
Namun, tim berhasil melakukan perbaikan, menemukan performa terbaik, dan menyajikan balapan yang luar biasa.
Podium ini menjadi bukti bahwa mentalitas skuad Maranello tetap kuat meski diterpa berbagai masalah.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Crash.net