INDOZONE.ID - Sesi kualifikasi Grand Prix Meksiko 2025 yang digelar Minggu dini hari waktu Indonesia berakhir dengan kejutan besar. Lando Norris dari McLaren sukses mengamankan pole position. Namun, drama nggak berhenti di situ. Dalam sesi konferensi pers pasca-kualifikasi, Norris, yang diapit oleh duo Ferrari, Charles Leclerc dan Lewis Hamilton, nggak buang-buang waktu untuk melancarkan sindiran savage ke rival beratnya itu.
Topik sindirannya? Salah satu masalah paling kronis yang menghantui Ferrari SF-25 musim ini: lift and coast.
Momen "roasting" ini terjadi ketika Norris ditanya oleh jurnalis apakah ia khawatir harus banyak melakukan strategi lift and coast (lepas gas dan meluncur) selama 71 lap balapan hari Minggu (Senin dini hari waktu Indonesia). Dengan wajah tengil khasnya, sambil melirik ke Leclerc dan Hamilton di sampingnya, Norris menjawab, "Maksud saya, tanya aja mereka berdua ini. Mereka kan jagonya."
Sontak tawa kecil terdengar di ruang pers. Norris nggak berhenti di situ dan menambahkan, "Orang-orang ini, mereka melakukannya di setiap balapan. Ya, saya rasa semua pembalap pasti harus melakukannya sedikit (di Meksiko), tapi nggak akan pernah separah mereka berdua ini."
Baca juga: Ajaib! Lando Norris Rebut Pole GP Meksiko dan Guncang Mental Oscar Piastri
Apa Itu Lift and Coast?
Buat yang masih awam, apa sih sebenarnya lift and coast yang diributin Norris?
Lift and coast merupakan teknik balap di mana pembalap melepas pedal gas lebih awal sebelum titik pengereman seharusnya, membiarkan mobil meluncur (coasting) sesaat, baru kemudian menginjak rem.
Kenapa pembalap melakukan ini? Melansir dari Crash.net, terdapat 2 alasan mengapa pembalap terkadang harus menggunakan taktik ini.
Pertama, menghemat bahan bakar. Dengan melepas gas lebih awal, konsumsi bensin jadi lebih irit. Kedua, untuk mendinginkan mobil. Teknik ini memberi jeda bagi mesin dan terutama rem untuk "bernapas" sesaat dan menurunkan suhu yang terlalu panas (overheating).
Bagi kebanyakan tim, ini menjadi strategi situasional. Tapi bagi Ferrari musim ini, ini merupakan suatu kewajiban. Lho, kok gitu?
Mobil SF-25 mereka punya masalah serius dalam manajemen suhu dan efisiensi bahan bakar. Akibatnya, Charles Leclerc dan Lewis Hamilton sering banget terdengar di radio tim diperintahkan oleh race engineer mereka untuk melakukan lift and coast besar-besaran, bahkan sejak awal balapan.
Teknik ini secara signifikan memperlambat lap time. Sulit untuk bertarung memperebutkan kemenangan jika harus "main aman" dan nggak bisa push maksimal setiap lap. Inilah yang menjadi kelemahan Ferrari yang disentil oleh Norris.
Tanggapan Duo Ferrari
Mendapat sindiran telak seperti itu, bagaimana reaksi Leclerc dan Hamilton? Mereka menanggapinya dengan cukup santai, mengakui bahwa itu memang akan jadi bagian dari permainan mereka.
"Anggap saja kami siap untuk ini," kata Charles Leclerc.
"Ini (Meksiko) memang selalu jadi trek di mana lift and coast jadi bagian besar dari balapan, terutama untuk orang-orang dari posisi kedua dan seterusnya," lanjutnya.
Leclerc kemudian menyoroti strategi untuk mengatasi masalah ini. "Itulah kenapa start jadi sangat penting di trek seperti ini. Karena ketika kamu punya free air (udara bersih tanpa ada mobil di depan), semuanya jadi jauh lebih mudah (untuk pendinginan)."
Pembalap Monako itu pun nggak ragu membeberkan rencananya. "Jadi ya, kami akan cukup agresif menuju Tikungan 1 jika ada kesempatan, dan kemudian mengaturnya dari posisi kami. Tapi itu (lift and coast) jelas akan jadi bagian besar dari balapan," pungkasnya.
Lewis Hamilton, yang duduk di sisi lain Norris, memberi jawaban yang lebih singkat dan padat, setuju dengan rekan setimnya.
"Nggak banyak yang bisa dikatakan. Lift and coast ya...kurang lebih seperti yang Charles (Leclerc) bilang," ucap Hamilton.
Momen Krusial di Trek Lurus Terpanjang
Komentar Leclerc soal pentingnya start sangat beralasan. Sirkuit Autodromo Hermanos Rodriguez di Meksiko punya trek lurus dari garis start ke Tikungan 1 yang paling panjang di seluruh kalender F1.
Hal ini tentu bisa jadi "pedang bermata dua" buat Norris karena ia akan memulai balapan di barisan terdepan. Di sisi lain, jarak yang sangat jauh itu memberi peluang besar bagi mobil di belakangnya (Leclerc dan Hamilton) untuk memanfaatkan slipstream (curi angin) dan mencoba menyalipnya sebelum tikungan pertama.
Jika Norris berhasil mempertahankan keunggulannya, ia akan mendapat udara bersih yang sangat berharga. Tapi jika ia disalip, ia akan terjebak di belakang mobil lain, di mana udara panas dari mobil di depannya akan membuat masalah pendinginan mobilnya sendiri jadi lebih parah.
Baca juga: Lewis Hamilton Start P3 di GP Meksiko, Tanda-Tanda Mulai "Nge-Klik" dengan Ferrari?
Ancaman dari Belakang: Verstappen dan Piastri Nggak Akan Tinggal Diam
Situasi balapan ini bisa jadi sangat krusial bagi peta kejuaraan. Dua rival utama Norris, Max Verstappen dan rekan setimnya sendiri, Oscar Piastri, harus start jauh di belakang, masing-masing di P5 dan P7.
Hal ini tentu jadi kesempatan emas bagi Norris untuk kabur dan meraih poin maksimal. Tapi, Norris sadar itu nggak akan gampang.
"Kalian lagi ngomongin dua pembalap terbaik di grid, jadi saya rasa kalian nggak bisa meremehkan mereka untuk kembali ke depan," kata Norris.
"Dari sisi saya, kecepatan balap kami selalu sangat kuat musim ini, jadi saya masih berharap Oscar untuk bangkit dan balapan dengan baik. Dia biasanya begitu. Dan sama halnya dengan Max (Verstappen), kapan sih dia nggak menyerang dan maju ke depan?"
Norris pun menutupnya dengan candaan lain untuk duo Ferrari, "Semoga saya bisa tetap di depan di lap pertama, terus mereka berdua ini (Leclerc dan Hamilton) bisa nahan yang lain di belakang buat saya."
Leclerc dan Hamilton pun mengakui bahwa menyalip di Meksiko akan sulit karena masalah ketinggian dan overheating yang ekstrem, yang dialami semua tim.
"Saya lebih baik di posisi saya daripada di posisi mereka (Verstappen dan Piastri)," kata Leclerc.
Balapan GP Meksiko diprediksi akan jadi pertarungan strategi yang intens. Bukan cuma soal siapa yang paling cepat, tapi siapa yang paling pintar mengelola suhu, ban, dan "seni" lift and coast. Mampukah Norris mengonversi pole position jadi kemenangan vital, atau akankah para ahli lift and coast dari Ferrari merusak pestanya?
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Crash.net