INDOZONE.ID - Luciano Spalletti kembali ke kursi kepelatihan klub dengan misi mengembalikan kejayaan Juventus di Serie A.
Mantan pelatih Timnas Italia itu percaya bahwa Bianconeri masih memiliki peluang untuk bersaing dalam perebutan gelar juara, meski saat ini hanya berada di posisi keenam klasemen Serie A sementara.
Keyakinan tersebut ia sampaikan pada Jumat (31/10/2025), sehari setelah resmi menandatangani kontrak jangka pendek dengan Juventus.
Baca juga: Juventus Resmi Tunjuk Luciano Spalletti sebagai Pelatih Baru hingga Akhir Musim
Pelatih berusia 66 tahun ini ditunjuk menggantikan Igor Tudor, yang didepak setelah delapan pertandingan tanpa kemenangan di semua kompetisi.
Situasi sulit itu membuat manajemen Juventus bergerak cepat mencari sosok berpengalaman, dan Spalletti dianggap sebagai pilihan untuk memulihkan kepercayaan diri tim.
Target Mengejar Scudetto
Saat ini Juventus terpaut empat poin dari pemuncak klasemen, Napoli, klub yang juga pernah dibawa Spalletti menjuarai Serie A untuk pertama kalinya dalam 33 tahun.
Spalletti menegaskan dirinya tak akan menandatangani kontrak delapan bulan jika tidak yakin dengan potensi skuad Juventus.
“Saya ingin kembali bersaing untuk Scudetto, kenapa tidak? Itu hal yang kami bicarakan kemarin bersama para pemain di ruang ganti,” ujar Spalletti kepada awak media.
Baca juga: 4 Rekomendasi Pelatih yang Layak Jadi Pelatih Baru Juventus Untuk Gantikan Igor Tudor
“Niat haruslah positif. Liga baru berjalan sembilan pertandingan, masih ada 29 laga tersisa, itu banyak. Dalam lebih dari 30 tahun karier saya, saya sudah melihat banyak hal yang tak terduga di sepak bola,” lanjutnya.
Meski waktunya terbatas, Spalletti percaya mental juara dan pengalaman para pemain senior bisa menjadi modal untuk bersaing dalam perburuan gelar Serie A.
Juventus Punya Modal Kuat
Penunjukan Spalletti menandai babak baru bagi Juventus yang tengah berupaya keluar dari masa sulit.
Setelah periode tanpa kemenangan, tim asal Turin itu membutuhkan figur yang mampu mengembalikan disiplin, motivasi, dan kepercayaan diri di ruang ganti.
Sebelum melatih Juventus, Spalletti sempat menangani Timnas Italia dan membawa mereka lolos ke babak gugur Euro 2024.
Baca juga: Italia Hajar Israel 3 Gol Tanpa Balas, Selangkah Lagi Menuju Piala Dunia 2026!
Namun, kariernya di Timnas Italia berakhir pada Juni lalu usai hasil buruk di awal Kualifikasi Piala Dunia 2026. Kini, ia bertekad membuktikan diri kembali di level klub bersama salah satu tim terbesar di Italia.
Spalletti mengaku terkesan dengan suasana di lingkungan Juventus. Ia memahami ekspektasi besar yang dibebankan kepadanya, namun menganggap kesempatan melatih klub sekelas Juventus sebagai suatu kehormatan.
“Keinginan untuk membawa tim ini kembali ke puncak menjadi prioritas utama. Saya sangat menghormati Igor Tudor saya mengenalnya, tahu cara kerjanya, dan yakin akan menemukan tim yang sudah terlatih dengan baik berkat profesionalismenya.”
Fokus Kembali ke Zona Liga Champions
Meski Juventus belum tampil konsisten musim ini, Spalletti tetap mematok target ambisius. Ia ingin membawa Bianconeri kembali ke posisi empat besar agar bisa tampil di Liga Champions musim depan.
Baginya, mengamankan tiket ke Liga Champions adalah tujuan utama sebelum berbicara lebih jauh soal Scudetto.
Baca juga: Jelang Lawan Kroasia, Spalletti Punya Rencana untuk Gantikan Posisi Dimarco
Spalletti menegaskan bahwa Juventus harus segera bangkit dan konsisten karena pesaing lain seperti Napoli, Inter Milan, dan AC Milan terus melaju tanpa banyak kesulitan.
Ia percaya kerja keras, kedisiplinan, dan rasa lapar akan kemenangan bisa menjadi kunci untuk membalikkan keadaan.
Dengan pengalamannya di Italia dan reputasinya sebagai pelatih yang piawai membangun tim, Spalletti kini diharapkan mampu membawa Si Nyonya Tua kembali bersinar di papan atas Serie A.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Football Italia