Minggu, 09 NOVEMBER 2025 • 12:00 WIB

Lewis Hamilton "Nyerah" di P13, Performa Jomplang dari Charles Leclerc Disorot Pakar F1

Author

Lewis Hamilton di sesi kualifikasi Grand Prix Sao Paulo. (Sumber: RacingNews365)

INDOZONE.ID - Kepindahan Lewis Hamilton dari Mercedes ke Scuderia Ferrari digadang-gadang akan menjadi last dance yang epik. Tapi kenyataannya, musim ini lebih terasa seperti struggle dance. Puncaknya terlihat di sesi kualifikasi Grand Prix Sao Paulo pada Minggu (09/11/2025) dini hari waktu Indonesia di mana sang juara dunia tujuh kali itu harus tersingkir di Q2 dan terdampar di posisi start ke-13.

Sementara rekan setimnya, Charles Leclerc, justru tampil menggila dan sukses mengamankan posisi start ketiga. Performa yang jomplang ini langsung jadi sorotan utama dan muncul banyak pertanyaan, salah satunya: Apa yang sebenarnya terjadi dengan Hamilton?

Bagi seorang pembalap sekaliber Hamilton, start dari P13 di Sirkuit Interlagos yang ketat merupakan sebuah mimpi buruk. Berbeda dengan kualifikasi sprint di mana ia beralasan terkena yellow flag, kali ini tidak ada alasan. Mobilnya memang tidak bisa berbuat banyak.

Baca juga: Podium Buyar! Penalti 10 Detik Gagalkan Momen Epik Lewis Hamilton Usai Duel Panas Lawan Verstappen

Kekecewaan Hamilton terlihat jelas setelah sesi berakhir. Ia nampak bad mood untuk memberikan jawaban panjang lebar kepada media. Raut wajahnya menunjukkan frustrasi mendalam.

Ketika ditanya apakah ada masalah dengan persiapan ban, Hamilton hanya menjawab singkat dengan nada pasrah.

Puncaknya, saat ditanya peluangnya untuk bangkit dan recovery di balapan utama hari Minggu (Senin dini hari), Hamilton memberikan jawaban yang terdengar seperti sinyal bendera putih.

"Dari posisi saya sekarang, akhir pekan ini sudah selesai."

Komentar tersebut sontak menjadi viral di media sosial. Bagi seorang pembalap yang dikenal pantang menyerah, pernyataan ini menunjukkan level frustrasi yang sudah di ubun-ubun. Ia seolah sudah menyerah bahkan sebelum balapan dimulai.

Situasi Hamilton makin terlihat miris jika kita bandingkan dengan apa yang terjadi di sisi garasi sebelahnya. Charles Leclerc, dengan mobil SF-25 yang sama, berhasil melakukan magic lap di detik-detik akhir Q3.

Konteksnya, Ferrari sebenarnya tampil struggling sepanjang akhir pekan. Di Sprint Race, baik Leclerc maupun Hamilton tidak berkutik di barisan depan. Mereka menghabiskan sebagian besar balapan hanya untuk bertarung melawan Fernando Alonso dari Aston Martin. Performa yang jelas bukan standar tim papan atas.

Bahkan hingga Q2 kualifikasi utama, kedua pembalap Ferrari ini tampak di ambang eliminasi. Namun, entah bagaimana, Leclerc berhasil menemukan kecepatan di momen yang paling krusial. Ia melesat dan mengamankan P3, tepat di belakang Lando Norris dan Kimi Antonelli.

Pakar F1 sekaligus pembalap European Le Mans Series (ELMS), Jamie Chadwick, menyebut inkonsistensi performa Ferrari ini "aneh" dan pasti membuat Hamilton pusing tujuh keliling.

"Yang aneh adalah kedua mobil Ferrari terlihat sangat kesulitan," jelas Chadwick kepada Sky Sports. 

"Keduanya tampak seperti akan tersingkir di Q2 pada satu titik, dan tiba-tiba Anda tahu Charles (Leclerc) melesatkannya ke P3. Lewis (Hamilton) sendiri pasti bingung dengan semua ini."

Performa jomplang ini memicu perdebatan serius. Bagaimana bisa dua pembalap dengan mobil yang identik memiliki hasil akhir yang begitu berbeda?

Baca juga: Lewis Hamilton Start P3 di GP Meksiko, Tanda-Tanda Mulai "Nge-Klik" dengan Ferrari?

Mantan pembalap F1 asal India, Karun Chandhok, memberikan analisis yang tajam bagi fans Hamilton. Baginya, jawabannya sederhana: Charles Leclerc mungkin adalah pembalap kualifikasi terbaik di grid F1 saat ini.

"Mobil yang satu lagi ada di P3 grid. Itulah intinya," tegas Chandhok. 

"Pada akhirnya, banyak orang yang sudah mempertanyakannya tiga tahun lalu. Saya masih berpikir (Charles) Leclerc adalah qualifier terbaik di F1."

Chandhok menyoroti kemampuan spesial Leclerc yang sering dianggap "gaib". 

"Dia (Leclerc) berhasil menyeret lap-lap ini entah dari mana. Entah bagaimana, dia mengekstrak performa itu dalam satu lap."

Menurut Chandhok, fakta bahwa Ferrari terlihat asing di Sprint, namun kemudian Leclerc bisa P3 di kualifikasi utama, menunjukkan bahwa ini bukan soal mobil, tapi soal skill murni pembalap dalam satu putaran. 

Tentu, banyak yang akan membela Hamilton dengan argumen adaptasi. Ia 'anak baru' di Ferrari, masih butuh waktu untuk menyatu dengan filosofi mobil yang berbeda dari Mercedes. Namun, argumen ini mulai goyah.

Karun Chandhok dengan tegas mematahkan alasan tersebut. "Kita sekarang berada di akhir pekan ke-21 bagi Lewis (Hamilton) dengan mobil itu. Ini bukan hal baru baginya," ujarnya.

Musim F1 sudah hampir berakhir, waktu adaptasi seharusnya sudah lewat. Masalahnya kini terlihat lebih dalam, bukan lagi soal teknis, tapi mungkin sudah menjalar ke mental.

"Pada akhirnya, itulah pertanyaan yang akan dia (Hamilton) tanyakan pada dirinya sendiri," tutup Chandhok. 

"Bagaimana bisa Charles (Leclerc) mengambil langkah maju (ketika dibutuhkan), sementara saya tidak bisa?"

Balapan di Interlagos memang masih panjang dan segalanya bisa terjadi. Tapi sorotan utama kini bukan lagi soal hasil balapan, soal dimana sorotan utama tertuju pada garasi Ferrari: Kenapa performa kedua pembalap mereka bisa sejomplang ini?

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Sky Sports

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU