Senin, 10 NOVEMBER 2025 • 16:15 WIB

Simon Tahamata Ingin Sistem Scouting di Indonesia Bisa Terintegrasi dengan Grassroots

Author

Simon Tahamata. (Instagram/@simon_tahamata_)

INDOZONE.ID - Pemandu bakat Timnas Indonesia, Simon Tahamata berharap agar sistem scouting di Indonesia bisa terintegrasi dengan grassroots.

Menurutnya, dengan sistem scouting yang bisa menyatu dengan grassroots dapat membangun karakter sepak bola Indonesia. 

Diketahui, grassroots sendiri merupakan fondasi yang cukup penting bagi setiap negara untuk membangub olahraganya, termasuk sepak bola. 

Di Indonesia sendiri, grassroots sepak bolanya masih banyak yang belum merata, sehingga sistem grassroots di sepak bola Indonesia masih perlu banyak perbaikan. 

Baca juga: Fali Cande Akui Gabung Sassuolo Karena Saran Jay Idzes

Oleh karena itu, dalam wawancaranya bersama PSSI, Simon Tahamata punya harapan besar untuk sistem scouting di Indonesia, yaitu bisa menyatu dengan akar rumput hingga elite. 

Apalagi, direktur teknik PSSI Alexander Zwiers juga sudah menekankan hal tersebut sebagai fondasi yang kuat untuk pembinaan berkelanjutan. 

"Saya ingin Indonesia punya sistem scouting yang menyatu dari akar rumput hingga elite. Bukan hanya untuk mencari pemain, tapi membangun karakter nasional sepak bola Indonesia,"  ujar Simon Tahamata dalam wawancaranya yang dikutip dari laman resmi PSSI pada Senin (10/11/2025). 

Baca juga: Laga ke-1000, Guardiola Terasa Spesial Usai Manchester City Bungkam Liverpool

"Direktur Teknik, Alex Zwiers juga sudah menekankan hal itu sebagai fondasi yang kuat untuk pembinaan yang berkelanjutan,"  tuturnya lagi. 

Alexander Zwiers sendiri sejak ditunjuk sebagai dirtek PSSI, berkomitmen untuk memperbaiki grassroots sepakbola Indonesia. 

Sehingga tak heran, jika Om Simon ingin sistem scouting di Indonesia terintegrasi juga dengan grassroots dan elite. 

Baca juga: PSSI Dikabarkan Ingin Bojan Hodak Jadi Pelatih Timnas Indonesia, Ini Alasannya

Pesan Simon Tahamata untuk Pemain Muda Indonesia

Para pemain Timnas Indonesia U-17 menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya sebelum kick-off pertandingan. (Sumber: Instagram/@mat_baker09)

Tak hanya soal memberikan harapan soal sistem scouting di sepak bola Indonesia, Om Simon juga memberikan wejangan kepada pemain muda Indonesia. 

Pria berusia 69 tahun itu mengatakan bahwa pemain muda jangan hanya bermimpi untuk bermain di Timnas saja,  tetapi juga belajar untuk jadi profesional sejati.

"Jangan hanya bermimpi jadi pemain timnas, tapi belajar bagaimana menjadi profesional sejati. Kerja keras, rendah hati, dengar kata pelatih dan selalu ingin belajar. Itulah jalan untuk sampai ke sana," ujar Simon Tahamata. 

"Di Ajax, ada anak kecil 7 tahun bertanya kepada saya, saya selalu kasih saran. Tapi di Ajax juga, jika ada orang tua ikut berteriak selain pelatih, maka saya akan larang masuk dan suruh mereka shooping, "  tutur legenda Ajax Amsterdam itu melanjutkan. 

"Sebab jika sudah di lapangan, hanya satu yang punya otoritas, yakni pelatih yang memang bertugas untuk menolong anak-anak muda itu mengembangkan kariernya,"  tutupnya. 

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: PSSI

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU