Komite Olimpiade Internasional Godok Larangan Atlet Transgender Berlaga di Kategori Perempuan
INDOZONE.ID - Komite Olimpiade Internasional dalam waktu dekat akan melarang wanita transgender berpartisipasi dalam even olahraga kategori puteri.
Keputusan pelarangan ini, bila jadi diambil, akan berlandaskan pada pertimbangan berbasis saintifik.
Pekan lalu, Komite Olimpiade Internasional mendapatkan paparan materi dari Kepala Tim Medis, Dr Jane Thornton.
Hasil temuannya menunjukkan, orang yang terlahir sebagai laki-laki berpotensi mempunyai keuntungan fisik ketika berkompetisi dengan perempuan.
Baca juga: Tundukkan Honduras 2-1, Timnas Indonesia U-17 Cetak Sejarah di Piala Dunia U-17 2025
Hal tersebut berlaku bahkan ketika mereka telah menjalani terapi untuk menurunkan kadar testosteron.
"Kami masih mendiskusikannya, belum ada keputusan yang dibuat," ujar juru bicara Komite Olimpiade Internasional.
Pelarangan atlet transgender perempuan bertanding di kategori puteri kemungkinan besar akan berlaku pada Olimpiade Los Angles pada 2008.
Kebijakan ini merupakan salah satu janji kampanye Kirsty Coventry, saat pemilihan Presiden Komite Olimpiade Internasional.
Ia juga berjanji untuk membentuk gugus kerja dalam melindungi olahraga wanita.
Baca juga: Media Vietnam Heran dengan Keputusan PSSI Tiadakan FIFA Matchday untuk Timnas Indonesia
Sebelumnya, aturan keikutsertaan transgender diserahkan Komite Olimpiade ke setiap organisasi olahraga.
Artinya, tidak ada regulasi yang berlaku secara univesal untuk setiap cabang olahraga.
Hal itu memungkinkan atlet transgender berpartisipasi di pertandingan olahraga kategori puteri.
Coventry pada Juni lalu mengatakan konsensus mengenai hal itu akan segera dicapai. Dengan begitu akan ada panduan yang jelas bagi semua cabang olahraga yang dipertandingkan di olimpiade.
Februari lalu, Presiden Amerika Donald Trump lebih dulu meneken perintah eksekutif yang melarang atlet transgender berkompetisi di kolahrgaa lategori putri.
Ia bertendensi menerapkan hal kebijakan ini pada Olimpiade Los Angeles 2028.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: The Guardian, ESPN, BBC