INDOZONE.ID - Kalau kalian mikir drama sepak bola cuma milik tim-tim raksasa Eropa atau Amerika Latin, kalian salah besar.
Kali ini, sorotan dunia tertuju pada tim nasional Haiti yang baru saja bikin plot twist gila.
Setelah melewati laga yang super menegangkan dan penuh drama, Haiti resmi memastikan diri lolos ke Piala Dunia 2026.
Kepastian ini didapat setelah tim berjuluk Les Grenadiers sukses membungkam perlawanan sengit Nikaragua dengan skor meyakinkan 2-0 di laga terakhir ronde ketiga kualifikasi Piala Dunia 2026 Zona CONCACAF.
Kemenangan ini bukan cuma soal tiga poin atau tiket lolos semata, melainkan menjadi akhir dari penantian panjang, rasa frustrasi, dan mimpi yang tertunda selama lebih dari setengah abad.
Baca juga: Sempat Digoda Vincent Kompany Gabung Bayern Munich, Antony Pilih Bertahan dengan Real Betis
Bayangkan, terakhir kali (dan pertama kali) Haiti main di Piala Dunia itu tahun 1974 di Jerman Barat.
Itu 52 tahun yang lalu, zaman di mana orang tua kita mungkin belum lahir.
Sebelum kita flashback jauh ke 1974, kita harus tahu dulu bagaimana perjuangan Haiti untuk bisa tampil di turnamen akbar empat tahunan ini.
Penasaran dengan perjalanan Haiti di kualifikasi Piala Dunia 2026 Zona CONCACAF ini? Yuk kita bahas!
Memulai Perjalanan dari Ronde Kedua Zona CONCACAF
Haiti memulai perjalanan menuju Piala Dunia 2026-nya dari ronde kedua kualifikasi reguler bersama negara-negara kuat seperti Kosta Rika, Panama, Jamaika, Honduras, Curacao, dan lain-lain.
Sekadar informasi, Curacao berhasil mengamankan tiket Piala Dunia 2026 untuk pertama kalinya dalam sejarah sepak bola mereka.
Baca juga: Hakimi, Salah dan Osimhen Masuk Tiga Besar Pemain Terbaik Afrika: Siapa Paling Layak?
Nggak cuma itu, salah satu pemain andalannya yang kini berkarir di Indonesia bersama Persis Solo, Gervane Kastaneer, masuk daftar top skor dengan 5 gol-nya bersama Curacao. What a moment!
Di ronde kedua, Haiti bertemu dengan Curacao, Saint Lucia, Aruba, dan Barbados.
Setelah memainkan 4 laga, Haiti keluar sebagai runner-up grup C ronde kedua setelah meraih 9 poin dari 3 kali menang dan 1 kali kalah.
Lolos ke Ronde Ketiga
Setelah mengamankan slot ronde ketiga zona CONCACAF, Haiti kembali berada di grup C.
Kali ini lawannya adalah Honduras, Kosta Rika, dan Nikaragua.
Honduras dan Kosta Rika jadi lawan berat Haiti, sementara Nikaragua mungkin di atas kertas bagi skuad asuhan Sebastien Migne ini.
Baca juga: Italia Terjebak Deja Vu: Swedia dan Makedonia Utara Siap Ganggu Lagi di Playoff
Di ronde ketiga, Haiti tampil cukup baik dengan meraih hasil memuaskan: 3 kali menang, 2 kali imbang, dan 1 kali menelan kekalahan.
Kita langsung lompat ke laga terakhir menghadapi Nikaragua, cikal bakal lolosnya Haiti ke Piala Dunia 2026.
Sejak peluit kick-off dibunyikan, Haiti tampil ngegas. Mereka sadar, ini merupakan kesempatan sekali seumur hidup bagi generasi ini.
Nikaragua bukan lawan yang enteng; mereka punya pertahanan yang solid dan serangan balik yang bahaya meski menurut catatan Nikaragua dianggap "sepele".
Tapi, disiplin taktis dan semangat juang Haiti ada di level yang berbeda di hari itu.
Gol pertama dicetak oleh rekan setim kiper Timnas Indonesia, Maarten Paes, di FC Dallas yakni Don Deedson Louicius saat laga memasuki menit ke-9.
Baca juga: Bellingham Marah Saat Diganti Rogers, Tuchel: Masalah Ini Tidak Perlu Dibesar-besarkan
Jelang akhir babak pertama, kali ini giliran Ruben Fritzner Providence (mantan rekan setim Thom Haye di Almere City) mencatatkan namanya di papan skor pada menit 45+1.
Dua gol Timnas Haiti bertahan hingga laga usai.
Gol-gol tersebut bukan cuma sekadar angka di papan skor, tapi ledakan emosi dari jutaan rakyat Haiti.
Ketika peluit panjang berbunyi, tangis haru pecah di stadion dan di jalanan Port-au-Prince.
Skor 2-0 itu menjadi kunci yang membuka pintu gerbang menuju Amerika Serikat, Meksiko, dan Kanada di tahun 2026 mendatang.
Kilas Balik Piala Dunia 1974: Haiti Berada di Grup Neraka, Emmanuel Sanon Jadi Sorotan
Buat kalian yang mungkin ingin tahu kisah Timnas Haiti di Piala Dunia 1974 Jerman Barat itu kayak gimana, semua bermula pada tahun 1973.
Kala itu, Haiti keluar sebagai juara Piala CONCACAF (dulu jalur langsung ke Piala Dunia) di depan ribuan pendukungnya sendiri usai meraih 4 kali menang dan 1 kali kalah.
Sekadar informasi, di tahun itu format kejuaraannya berupa liga yang hanya diikuti oleh 6 negara: Meksiko (juara bertahan), Haiti, Trinidad & Tobago, Honduras, Guatemala, dan Antillen Belanda (sekarang bernama Curacao).
Masuk ke tahun 1974, Haiti datang dengan modal percaya diri sebagai jawara Piala CONCACAF setahun sebelumnya.
Baca juga: Tahan Imbang Jamaika, Curacao Pastikan Lolos ke Piala Dunia untuk Pertama Kalinya
Di Piala Dunia edisi tersebut, Haiti nggak sendirian.
Terdapat tiga negara debutan lain dari berbagai konfederasi, seperti Australia dari zona AFC-OFC, Zaire (sekarang Republik Demokratik Kongo) dari CAF, dan Jerman Barat dari UEFA.
Perjalanan Haiti di Piala Dunia 1974 Jerman Barat dimulai setelah undian fase grup muncul nama-nama besar kala itu seperti Italia, Argentina, dan Polandia.
Ketiga nama itu akan menjadi lawan Haiti di gelaran tersebut. Melansir data dari Wikipedia, Timnas Haiti harus takluk dari ketiga negara besar tersebut.
Menariknya, meski mereka kalah di semua pertandingan fase grup, Haiti sempat bikin dunia tercengang.
Pemain legendaris mereka, Emmanuel Sanon, berhasil mencetak gol ke gawang kiper legendaris Italia, Dino Zoff, yang saat itu memegang rekor clean sheet terlama.
Gol itu mematahkan rekor Zoff dan bikin Haiti jadi sorotan dunia.
Setelah momen ikonik itu, sepak bola Haiti mengalami pasang surut yang ekstrem.
Masalah infrastruktur, instabilitas politik, hingga bencana alam seringkali menghambat perkembangan olahraga di sana.
Jadi, bisa lolos ke Piala Dunia lagi setelah 52 tahun di tengah segala keterbatasan itu menjadi definisi resilience yang sesungguhnya.
Mereka bangkit dari keterpurukan dan membuktikan kalau passion bisa mengalahkan segalanya.
Kenapa Lolosnya Haiti ke Piala Dunia Jadi Heboh Banget?
Mungkin ada yang nanya, "Kenapa sih heboh banget Haiti lolos?" Well, ada beberapa alasan kenapa ini jadi headline di mana-mana.
Baca juga: Duh, Timnas Indonesia U-23 Belum Tentu Diperkuat Pemain Abroad di SEA Games 2025 Thailand
Pertama, The Ultimate Underdog Story. Kalian pasti suka banget kan kisah-kisah underdog di sepak bola kayak Yunani juara Piala Eropa 2004 atau mungkin Irak juara Piala Asia 2007?
Tim yang bahkan nggak diunggulkan, punya fasilitas terbatas, tapi bisa ngalahin tim-tim yang lebih mapan.
Hal ini bisa ngasih inspirasi bahwa kerja keras itu nyata.
Kedua, Piala Dunia 2026 hadir dengan format baru. Gelaran akbar empat tahunan tersebut bakal jadi yang terbesar dalam sejarah dengan 48 tim dari yang sebelumnya hanya 32 tim.
Dengan tuan rumah Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko yang sudah otomatis lolos, persaingan di zona CONCACAF jadi terbuka lebar.
Haiti cerdas banget memanfaatkan celah ini. Mereka nggak menyia-nyiakan kesempatan saat raksasa CONCACAF udah aman tiketnya.
Baca juga: Timnas Indonesia U-23 Butuh Ivar Jenner di SEA Games 2025 Thailand, Dilepas FC Utrecht?
Terakhir, Haiti sering kali masuk berita karena alasan yang sedih, entah karena musibah atau krisis politik.
Sepak bola jadi satu-satunya hal yang bisa menyatukan seluruh negeri dan memberikan senyum buat rakyatnya.
Lolosnya mereka ke Piala Dunia menjadi obat pelipur lara dan suntikan semangat nasionalisme yang masif.
Setelah pesta kemenangan usai, kerja keras yang sesungguhnya baru dimulai.
Lolos ke Piala Dunia itu satu hal, tapi bersaing di dalamnya itu hal lain. Asosiasi Sepak Bola Haiti punya waktu kurang dari setahun untuk mempersiapkan tim sebaik mungkin.
Baca juga: Sepak Bola Malaysia Diujung Tanduk, FIFA Lakukan Investigasi Resmi ke FAM Perihal Pemalsuan Dokumen
Uji coba lawan tim-tim kuat Eropa atau Amerika Selatan pasti bakal jadi agenda wajib.
Tapi untuk saat ini, biarkan mereka menikmati momen bersejarah ini. Penantian 52 tahun itu bukan waktu yang sebentar.
Haiti harus melewati pasang-surut kehidupan demi bisa berlaga di Piala Dunia untuk kedua kalinya.
Setengah abad penuh doa dan harapan akhirnya terbayar lunas lewat kemenangan manis 2-0 atas Nikaragua di laga terakhir ronde ketiga zona CONCACAF.
Selamat datang kembali di panggung dunia, Haiti! Bienvenue à la Coupe du Monde!
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: