INDOZONE.ID - Legenda Manchester United, Patrice Evra kenang pertandingan final Liga Champions 2008 melawan Chelsea saat menjadi bintang tamu dalam podcast Sport77.
Diketahui, final Liga Champions 2008 antara Manchester United vs Chelsea merupakan salah satu pertandingan final yang cukup dramatis sekaligus menegangkan bagi Patrice Evra saat itu.
Sebab dalam pertandingan tersebut, laga antara Manchester United vs Chelsea yang digelar di Stadion Luzhniki saat itu berlanjut ke babak adu penalti setelah di waktu normal hingga perpanjangan waktu kedua tim bermain imbang 1-1.
Di pertandingan tersebut memang saat itu Chelsea diunggulkan untuk memenangkan pertandingan tersebut, namun memasuki babak adu penalti justru takdir berpihak ke Manchester United yang saat itu berhasil juara Liga Champions untuk ketiga kalinya.
Baca juga: Ini Kata Gattuso usai Italia Dibantai 1-4 Norwegia
Di babak adu penalti, Manchester United berhasil menang 6-5 atas Chelsea, yang mana Cristiano Ronaldo menjadi satu-satunya pemain United yang gagal mengeksekusi penalti.
Sementara itu, Chelsea yang sejatinya bisa memenangkan laga tersebut justru gagal memanfaatkan peluang yang ada setelah John Terry dan Nicolas Anelka gagal mengeksekusi penalti.
Dalam wawancaranya di YouTube Sport77, Patrice Evra kenang pertandingan final Liga Champions 2008 lalu, yang mana ia menjawab pertanyaan dari Riphan Pradipta terkait perasaannya setelah John Terry gagal mengeksekusi penalti di laga final tersebut.
Patrice Evra awalnya mengatakan bahwa di pertandingan tersebut semua pemain Manchester United mengalami stress. Bahkan, mantan pemain Timnas Prancis itu juga menceritakan momen Cristiano Ronaldo menangis usai gagal eksekusi penalti.
Baca juga: Media Inggris Beri Sindiran Menohok Terhadap Gol Rizky Ridho yang Masuk Nominasi Puskas Awards 2025
"Banyak stres, banyak stres ketika aku mengatakan aku melangkah. Kamu ingat bahkan Cristiano menangis ketika penaltinya meleset, ya dan kami mengatakan 'oh ini dia'. Tapi, lagi karena aku baru saja kalah dengan Monaco di final aku mengatakan 'mengapa itu terjadi lagi?'," ujar Patrice Evra dalam wawancaranya yang dikutip dari YouTube Sport77 Official pada Kamis (20/11/2025).
"Ketika aku menandatangani kontrak dengan Manchester United aku katakan tidak ingin, aku mengatakan 'aku pergi ke final, aku ingin memenangkannya'," lanjutnya.
Lebih lanjut, Patrice Evra juga menceritakan momen John Terry saat hendak ingin mengeksekusi tendangan penalti. Evra mengatakan bahwa sebenarnya yang menjadi penedang terakhir itu adalah Didier Drogba. Namun legenda Timnas Pantai Gading itu mendapat kartu merah jelang babak kedua perpanjangan waktu berakhir.
"Jadi cerita di belakang John Terry, jika anda ingat Drogba menampar Nemanja Vidic dan dia diusir [dari lapangan]. Itu sebenarnya Drogba merupakan penendang penalti terakhir. Karena dia diusir, jadi penendang terakhir diambil Salomon Kalou," tutur Patrice Evra.
Baca juga: Kontrak di Barcelona Segera Berakhir, Robert Lewandowski Diinginkan AC Milan
"Dan John Terry sebagai kapten, dia bilang 'aku akan ambil penalti terakhir' sebagai pahlawan, tapi ketika tuhan berencana dan ini bukan harimu dan dia tidur dan jika anda melihat ia menyentuh jaring di belakang. Aku berbicara dengan Michele Platini, presiden UEFA saat itu dan ia mengatakan Abramovic si presiden Chelsea mereka semua merayakan, mereka pikir gol, ketika John Terry menembak mereka pikir gol," tutur mantan pemain berusia 44 tahun itu mengenang tendangan penalti John Terry yang gagal.
"Maka setelah kamu tahu, kamu harus memberi tahu Abramovic bahwa ini tidak gol, tapi ketika ia melewatkan langkahnya, aku bilang 'sekarang kita memenangkannya, kita adalah tanda dari tuhan'. Aku percaya, aku sangat percaya pada tuhan, aku percaya pada alam semesta, aku percaya energi positif. Ketika aku melihat ini aku berkata 'kita menang'," ujar Evra menutup pembicaraan.
Kemenangan Manchester United di final Liga Champions 2008 lalu, melengkapi Double Winners mereka saat itu, yang mana di musim 2007/08 lalu tim setan merah juga menjuarai Premier League.
Tak cuma itu saja, keberhasilan Manchester United menjuarai Liga Champions 2008 juga mengakhiri penantian mereka selama 9 tahun sejak mereka memenangkan gelar Eropa kedua mereka pada musim 1998/99 lalu.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Youtube Sport77 Official