INDOZONE.ID - Indonesia Rally Team tampil percaya diri di Shannons Adelaide Rally 2025, ajang reli tarmac terbesar yang menghadirkan 30 Special Stage dan hampir 500 starter dari berbagai negara.
Meski baru debut, para pereli tanah air mampu bersaing di level yang jauh lebih ketat dan cepat.
Ryan Nirwan bersama co-driver Garindra Kusuma mencatat hasil terbaik dengan finis di posisi 7 besar secara overall.
Rifat Sungkar dan Brad Jones mengamankan posisi 11. Sementara duet muda Moreno Dzaky Nasution dan Reeve Akbar berada di posisi 18, setelah sempat mundur di hari kedua karena kendala teknis.
Tantangan Baru
Rally tarmac ini menghadirkan tantangan yang tidak ditemui di Indonesia. Regulasi yang ketat, lintasan berkecepatan tinggi, hingga dominasi pereli lokal membuat Adelaide Rally 2025 jadi ajang pembuktian mental dan kemampuan.
Ryan menyebut debut ini sangat berharga untuk mengukur kapasitasnya di panggung internasional. Ia mengaku sejak awal tidak datang untuk mengejar podium.
“Kita tahu datang ke sini persaingan ketat sekali, jadi nggak mungkin langsung mikir podium. Posisi ketujuh saja sudah jadi capaian yang sangat saya syukuri,” kata Ryan dalam pernyataannya yang diterima Indozone, Minggu (23/11/2025).
Ia menambahkan bahwa karakter trek Australia memberikan sensasi baru.
“Tiba-tiba dikasih speed kencang begini pasti butuh penyesuaian,” ujarnya.
Bagi Moreno, Adelaide Rally terasa seperti loncatan besar. Turun di kelas yang sama dengan beberapa nama besar, ia mengaku gugup tapi bangga bisa satu lintasan dengan idola-idolanya.
“Rasanya nervous banget karena yang balapan di sini itu yang biasa saya lihat di Instagram, seperti Hayden Paddon atau Alex Rulo,” kata Moreno.
Ia juga menyadari betapa jauh beda levelnya dibanding reli nasional. Indonesia tidak memiliki ajang reli full tarmac, sehingga adaptasi jadi proses paling krusial.
Meski sempat absen sehari karena kendala teknis, ia tetap bersemangat.
“Kalau ditanya mau ngulang lagi nggak? Mau. Semoga next year bisa coba lagi,” ujarnya.
Fokus Pembelajaran
Rifat Sungkar yang finis di posisi 11 mengakui persaingan sangat ketat dan sempat mencoba push di pagi hari untuk merebut posisi Top 10. Namun ia harus puas tertinggal 15 detik dari pembalap lokal yang sudah hafal rute.
“Persaingannya ketat, akhirnya beda 15 detik,” kata Rifat.
Sebagai Program Leader, ia menegaskan kalau target utama adalah menjadikan rally ini sebagai pembuka jalan dan momen pembelajaran. Hasil IRT dianggap lebih dari cukup untuk debut internasional mereka.
“Yang penting Indonesia Rally Team bisa nembus posisi 10 besar bahkan di posisi 7 di Adelaide Rally,” ujar Rifat.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Narasumber