Sabtu, 29 NOVEMBER 2025 • 13:47 WIB

Bukan Nepotisme, Robin van Persie Tegaskan Debut Anaknya di Feyenoord Murni Keputusan Profesional sebagai Pelatih

Author

Robin van Persie, pelatih Feyenoord. (REUTERS/Heiko Becker)

INDOZONE.ID - Robin van Persie menegaskan keputusan memainkan putranya, Shaqueel van Persie, di pertandingan Feyenoord melawan Glasgow Celtic di Liga Europa pada Jumat (28/11/2025) WIB, bukan karena sentimen pribadi.

Ia menilai keputusan itu murni dari kebutuhan tim dan analisis teknis yang ia jalankan sebagai pelatih.

Pelatih Feyenoord, Robin van Persie, peluk anaknya Shaqueel van Perssie. (REUTERS/Piroschka van de Wouw)

Shaqueel pernah menghabiskan dua musim di akademi Manchester City sebelum kembali ke Feyenoord pada 2017 mengikuti jejak ayahnya.

Baca juga: Keluarga Jadi Alasan Robin van Persie Tolak Tawaran Ten Hag Kembali ke MU

Pada 2022, ia menandatangani kontrak profesional pertamanya dan terus dipersiapkan untuk tim senior Feyenoord.

Musim ini, pemain berusia 19 tahun tersebut untuk pertama kalinya masuk skuad utama saat Feyenoord menghadapi NEC Nijmegen pada 23 November 2025.

Selang empat hari, kesempatan itu datang. Shaqueel menjalani debut bersama tim senior Feyenoord ketika masuk pada menit ke-81 melawan Celtic di Liga Europa.

Alasan di Balik Keputusan Robin van Persie

“Saya membuat keputusan itu sebagai pelatih, bukan sebagai ayah. Kami membutuhkan gol,” ujar Robin Van Persie usai pertandingan.

Ia menjelaskan bahwa kemampuan Shaqueel dalam mencetak gol dari berbagai sudut membuatnya layak menjadi pilihan ketika Feyenoord membutuhkan gol.

Baca juga: Kevin Diks Ceritakan Masa-masa saat Perkuat Feyenoord, Dihina hingga Ditolak Suporter

Situasi di pertandingan menjadi pertimbangan, bukan kedekatan hubungan keluarga.

“Dari sudut pandang seorang ayah, tentu momen debut anak selalu spesial. Tapi di lapangan, saya fokus menjalankan tugas saya, sama seperti Shaqueel,” lanjutnya.

Debut Shaqueel van Persie

Shaqueel hanya mendapat satu peluang di kotak penalti Celtic dalam pertandingan tersebut.

Ketika masuk, Feyenoord sudah tertinggal 1-2. Akan tetapi, satu menit setelah masuknya Shaqueel, Celtic mencetak gol ketiga ke gawang Feyenoord.

Baca juga: Lampaui Robin van Persie, Memphis Depay Jadi Top Skor Sepanjang Masa Timnas Belanda

Meski tak memberi dampak besar pada hasil pertandingan, Van Persie tetap menilai bahwa Shaqueel menunjukkan kesiapan mental dalam menjalani debut tersebut.

“Cara saya melihat Shaqueel adalah sebagai pemain. Itu kesepakatan kami sejak beberapa tahun lalu saat mulai bekerja bersama. Ia menanganinya dengan baik, dan saya rasa saya juga begitu,” kata Van Persie.

Hubungan Ayah dan Anak di Sepak Bola

Setelah pertandingan, Van Persie mengakui bahwa kebanggaan sebagai seorang ayah tetap ada, meski ia berusaha menjaga profesionalisme di lapangan.

“Nanti di rumah, tentu kami akan punya momen indah sebagai ayah dan anak," kata Robin Van Persie.

Baca juga: Masih Berpotensi Dipanggil Timnas Belanda, Robin Van Persie Heran Mees Hilgers Lebih Pilih Timnas Indonesia

"Saya bangga karena di balik setiap debut pemain, ada proses panjang yang harus dilalui. Shaqueel bekerja keras dan pantas mendapatkannya,” tambahnya.

Dengan kesempatan debut ini, Van Persie menjadi bagian dari deretan pelatih yang pernah memberi kesempatan kepada putranya untuk bermain di tim senior.

Sebelumnya, publik sudah melihat hubungan serupa seperti Johan dan Jordi Cruyff, Diego dan Giuliano Simeone, serta Danny dan Daley Blind.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: TalkSport

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU