Drama Plot Twist di GP Las Vegas: Duo McLaren Didiskualifikasi, Tiga Tim Lain Kecipratan "Rezeki Nomplok"!
INDOZONE.ID - Kalian tahu slogan “What happens in Vegas, stays in Vegas”? Slogan tersebut mungkin nggak berlaku buat drama Formula 1 (F1) akhir pekan kemarin. Grand Prix Las Vegas 2025 yang digelar pada Minggu (23/11/2025) siang waktu Indonesia sukses bikin jantung copot. Bukan cuma karena aksi salip-menyalip di The Strip yang ikonik itu, tapi juga karena drama pasca-balapan yang mengubah total hasil akhir balapan.
Kalau kalian pikir balapannya udah gila, tunggu sampai kalian dengar keputusan Steward FIA setelah bendera finis dikibarkan. Sebuah plot twist besar terjadi setelah duo McLaren resmi didiskualifikasi (DSQ) akibat regulasi bagian bawah mobil yang nggak sesuai ketentuan. Keputusan ini otomatis bikin hasil balapan berubah drastis dan memberikan “rezeki nomplok” buat tim-tim rival seperti Mercedes, Ferrari, bahkan tim yang tengah berjuang di papan tengah kayak Haas.
Penasaran kenapa McLaren bisa kena diskualifikasi dan gimana nasib tim lain yang tiba-tiba naik podium?
Mimpi Buruk McLaren: “Double DSQ” Nyesek Gara-gara Plank
McLaren datang ke Las Vegas dengan harapan tinggi, tapi pulang dengan tangan kosong. Setelah balapan yang melelahkan di sirkuit jalan raya yang super cepat dan dingin itu, mobil McLaren gagal lolos inspeksi teknis FIA.
Masalahnya ada di mana? Ternyata bagian bawah mobil (skid block atau plank) mereka ditemukan tidak sesuai regulasi ketebalan minimum.
Buat kalian yang belum tahu, setiap mobil F1 punya papan kayu atau komposit di bagian bawahnya. Papan ini bakal terkikis selama balapan karena gesekan dengan aspal. Nah, FIA punya aturan ketat soal seberapa banyak papan ini boleh terkikis. Kalau terlalu tipis dari batas yang ditentukan, artinya mobil itu dianggap terlalu rendah (ceper) dan melanggar aturan teknis.
Akibatnya, kedua mobil McLaren langsung dihapus dari hasil balapan. Poin yang sudah susah payah didapat hilang seketika. Hal ini jelas jadi pukulan telak buat tim Papaya di tengah persaingan klasemen pembalap yang makin panas. Nyesek banget, kan?
Mercedes Full Senyum: Drama Stir Rusak dan Penalti Rookie Berbuah Manis
Di balik kesedihan McLaren, ada tim Mercedes yang lagi “hajatan” besar-besaran. Tim yang bermarkas di Brackley ini bisa dibilang dapat jackpot paling besar dari insiden ini.
George Russell sebenarnya menjalani balapan yang penuh perjuangan. Sepanjang balapan, pembalap asal Inggris ini terus-terusan mengeluh di radio soal setirnya yang bermasalah. Bayangin aja, ngebut 300 km/jam di jalanan sempit Las Vegas dengan setir yang rasanya aneh? Itu skill tingkat dewa, sih!
Awalnya Russell finis di P3. Tapi berkat diskualifikasi McLaren di depannya, ia otomatis naik ke P2.
Sorotan juga tertuju pada rookie sensasional asal Italia, Kimi Antonelli. Pembalap 18 tahun itu sempat bikin blunder di awal balapan dengan melakukan jump start (mencuri start sebelum lampu padam). Akibatnya, ia kena penalti 5 detik.
Biasanya penalti 5 detik di F1 itu bagai kiamat kecil buat peluang podium. Antonelli awalnya finis di P5 secara fisik. Namun, karena dua mobil McLaren di depannya dihapus, dan jarak waktunya masih aman, Antonelli secara ajaib naik ke P3. Hal tersebut menjadikannya podium ketiga Antonelli di musim ini.
Ferrari Tampil Ganas, Hamilton Berhasil “Remontada”
Bukan cuma Mercedes, Ferrari juga ketiban berkah. Akhir pekan di Las Vegas awalnya terlihat suram buat Tim Kuda Jingkrak, terutama setelah sesi kualifikasi yang tampak biasa saja. Tapi hasil akhir balapan berkata lain.
Lewis Hamilton harus memulai balapan dari posisi super buncit, yakni P19, gara-gara kualifikasi yang buruk.
Tapi Hamilton menunjukkan kelasnya. Dengan strategi ban yang cerdik dan serangkaian aksi overtaking yang rapi, ia berhasil membelah barisan tengah. Awalnya ia finis di urutan ke-10. Tapi berkat drama DSQ McLaren, Hamilton naik ke P8. Rekan setimnya, Charles Leclerc, juga mendapat promosi posisi. Pembalap yang baru-baru ini viral usai melamar pujaan hatinya ini berhasil naik ke P4. Wah, ternyata dukungan dari pasangan se-powerful itu, ya!
Meskipun gagal podium, poin yang didapat Leclerc dan Hamilton sangat penting untuk menjaga asa Ferrari di klasemen konstruktor, apalagi setelah rival utama mereka pulang dari Las Vegas dengan tangan hampa.
Haas Tampil Masterclass: Duo “Bearcon” Grinding Poin
Nggak cuma Mercedes dan Ferrari, ternyata ada satu tim lain yang kecipratan “rezeki nomplok”, lho! Yap, MoneyGram Haas F1 Team, atau biasa disebut Haas. Tim yang dikomandoi Ayao Komatsu ini secara mengejutkan meraih double points yang kesekian kalinya di GP Las Vegas kemarin. Pasangan pembalap mereka, Oliver “Ollie” Bearman dan Esteban Ocon, yang sering dijuluki fans sebagai duo “Bearcon”, berhasil memanfaatkan kekacauan ini dengan sempurna.
Awalnya mereka berada di ambang batas poin. Tapi setelah berita diskualifikasi keluar, Bearman naik ke P9, sementara Ocon yang sebelumnya finis di luar zona poin akhirnya mendapat 1 poin usai dinyatakan finis P10.
Baca juga: Comeback! Las Vegas Berpeluang Masuk Kalender F1 Musim 2023
Buat tim sekelas Haas, finis dengan dua mobil di 10 besar itu rasanya kayak menang balapan. Poin-poin “receh” ini sangat berharga dalam pertarungan mereka melawan tim-tim seperti VCARB, Aston Martin, bahkan Williams di klasemen papan tengah.
Grand Prix Las Vegas 2025 ini jadi bukti nyata bahwa di Formula 1, balapan belum selesai sampai dokumen resmi FIA keluar. Apa yang terjadi di lintasan bisa berubah total di ruang pemeriksaan teknis.
Bagi McLaren, ini menjadi pelajaran mahal soal ketelitian regulasi. Bagi Mercedes, Ferrari, dan Haas, ini jadi bukti kalau keberuntungan itu nyata, asalkan kamu siap menerimanya dan mobil kamu legal, tentunya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Amatan