Rabu, 26 NOVEMBER 2025 • 16:45 WIB

Terkuak! Perjanjian Marquez Bersaudara Usai GP Thailand 2025 Ubah MotoGP, Apa Itu?

Author

Marc Marquez dan Alex Marquez. (Sumber: Steve Wobser / Getty Images)

INDOZONE.ID - Musim 2025 akan tercatat dalam buku sejarah, bukan hanya sebagai momen kembalinya The Baby Alien ke puncak kejayaan, tetapi juga sebagai tahun ketika dominasi keluarga Marquez mencapai titik absolut. Marc Marquez, pembalap andalan Ducati Lenovo, berhasil menyegel gelar juara dunianya yang kesembilan (gelar ketujuh di kelas utama), mengakhiri puasa gelar sejak 2019.

Namun, kejutan terbesar bukanlah kemenangan Marc semata, melainkan siapa yang berdiri tepat di sampingnya di klasemen akhir. Ya, sang adik, Alex Marquez (Gresini Racing), menikmati musim terbaik dalam kariernya di kelas premier dengan finis sebagai runner-up, mengamankan medali perak setelah meraih tiga kemenangan Grand Prix dan dua kemenangan Sprint Race.

Sejarah mencatat mereka sebagai kakak-beradik pertama yang finis 1–2 di klasemen akhir MotoGP. Namun, di balik dominasi total ini, ternyata ada sebuah momen krusial di awal musim, tepatnya setelah seri pembuka di GP Thailand, yang menjadi titik balik hubungan profesional mereka. Sebuah “perjanjian rahasia” dibuat, yang pada akhirnya mengubah peta persaingan MotoGP 2025. Apa itu?

Baca juga: Gelar Juara MotoGP 2025 Sudah Digenggam, Marc Marquez Ingin Nikmati Balapan di Sirkuit Mandalika

Titik Balik di Buriram

Semuanya bermula di Sirkuit Internasional Chang, Buriram, Thailand. Sebagai seri pembuka musim 2025, balapan ini menyajikan pertarungan sengit antara Marc dan Alex. Situasi di lintasan terbilang unik dan menegangkan. Marc Marquez yang kini berseragam merah bersama tim pabrikan Ducati, terlibat duel ketat dengan adiknya di Gresini.

Di tengah balapan, terjadi insiden tak terduga. Marc terpaksa mengalah dan menyerahkan posisinya kepada Alex di pertengahan lomba. Alasannya, Marc perlu meningkatkan tekanan ban depannya untuk menghindari hukuman regulasi teknis. Namun, momen singkat itu membuka mata Marc akan satu hal yang menakutkan: adiknya bukan hanya pelengkap grid, melainkan ancaman nyata.

“Saya langsung mengerti setelah balapan Thailand bahwa Alex (Marquez) akan menjadi sangat cepat sepanjang musim,” ungkap Marc Marquez dalam wawancara eksklusif dengan MotoGP.com.

Pertarungan di Thailand memicu pergolakan batin dalam diri Marc. Di atas motor, ia sempat ragu. “Saya berpikir di atas motor, ‘Di mana saya bisa menyalipnya? Saya tidak ingin membuat kesalahan apa pun terhadap adik saya sendiri."

Keraguan ini dapat menjadi sangat berbahaya bagi Marc. Dalam olahraga sekejam MotoGP, keraguan sepersekian detik bisa berarti kekalahan atau kecelakaan. Marc sadar, jika ia terus membalap dengan rasa sungkan terhadap adiknya, ia tidak akan mampu merebut gelar juara dunia.

Jabat Tangan yang Mengubah Segalanya

Marc Marquez dan Alex Marquez dominasi klasemen usai MotoGP Argentina 2025. (MotoGP)

Sekembalinya ke rumah mereka di Spanyol usai GP Thailand, Marc mengajak Alex duduk bersama. Mereka membutuhkan sebuah reset aturan main baru untuk menghadapi sisa musim 2025.

Marc menceritakan momen itu. “Ketika saya sampai di rumah, saya berkata, ‘Kita tidak bisa berkompetisi seperti ini."

Sang kakak kemudian mengajukan sebuah proposisi, sebuah perjanjian tidak tertulis yang akan menjadi landasan mereka sepanjang musim.

“Saya berkata: ‘Kita saudara, kita punya rasa hormat besar satu sama lain, tapi ini adalah balapan. Jadi, jika sesuatu terjadi (karena itu bisa saja terjadi, kamu bisa menyalip pembalap lain dan kehilangan kendali ban depan), kita tetap saudara dan besok adalah hari baru. Apakah kamu setuju? Saya setuju.’ Dan kami pun berjabat tangan,” tutur Marc.

Isi perjanjian itu sederhana namun radikal: hilangkan rasa sungkan, balapanlah sekeras mungkin layaknya melawan musuh, dan jika terjadi kontak atau insiden, jangan bawa masalah itu ke luar lintasan. Hubungan persaudaraan tidak boleh menghalangi agresi di trek, dan insiden di trek tidak boleh merusak persaudaraan di rumah.

Baca juga: Crash Lagi di Sirkuit Mandalika, Marc Marquez Dilaporkan Patah Tulang Bahu

Memilih Persatuan di Atas Ketegangan

Setelah jabat tangan itu, Marquez bersaudara dihadapkan pada dua pilihan untuk menjalani musim.

“Kami punya dua pilihan: bertarung dan menciptakan ketegangan antara saya dan Alex, atau menjadi lebih dekat dari sebelumnya,” jelas Marc.

Hasilnya? Mereka memilih opsi kedua. Alih-alih membiarkan persaingan perebutan gelar memecah belah hubungan mereka, seperti yang sering terjadi pada rekan setim atau rival di masa lalu, Marquez bersaudara justru menggunakan persaingan ini untuk saling menguatkan.

“Kami memilih untuk menjadi lebih dekat dari sebelumnya. Tapi itu bukan sesuatu yang kami bicarakan secara eksplisit, lebih seperti naluri. Kami saling membantu, dia membantu saya dan saya membantunya,” kata Marc.

Keputusan untuk berdamai dengan risiko itu terbukti jenius. Dengan menghilangkan beban mental takut mencelakai saudara, keduanya tampil lepas dan buas di lintasan.

Marc Marquez kembali ke performa “alien”-nya. Dengan motor pabrikan Ducati Lenovo, ia tampil dominan, konsisten, dan agresif, mengamankan gelar juara dunia ke-9 yang telah lama dinantinya.

Alex Marquez membuktikan dirinya bukan sekadar adik Marc. Dengan motor Gresini, ia tampil sebagai satu-satunya rival yang konsisten menempel Marc. Tiga kemenangan Grand Prix dan dua kemenangan Sprint menjadi bukti sahih evolusinya menjadi pembalap elite.

Kolaborasi data dan latihan bersama yang intens di rumah membuat keduanya berada di level berbeda dibandingkan pembalap lain di grid. Ketika pembalap lain sibuk dengan perang psikologis, Marquez bersaudara sibuk berbagi celah untuk menjadi lebih cepat.

“Tahun ini kami melakukan sesuatu yang luar biasa dalam sejarah MotoGP,” pungkas Marc.

Kisah musim 2025 ini bukan hanya tentang kembalinya sang raja, Marc Marquez, tetapi tentang bagaimana sebuah percakapan jujur dan jabat tangan antar-saudara mampu menciptakan dominasi yang belum pernah terlihat dalam sejarah balap motor dunia. Mereka masuk ke lintasan sebagai musuh bebuyutan, namun keluar sebagai legenda keluarga yang tak terpisahkan.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: MotoGP.com

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU