Senin, 01 DESEMBER 2025 • 16:00 WIB

Donnarumma Pura-pura Cedera, Manchester City Dituduh Langgar Aturan Fair Play saat Kalahkan Leeds United

Author

Gianluigi Donnarumma saat mengalami cedera di Manchester City. (Action Images via Reuters)

INDOZONE.ID - Manajer Leeds United, Daniel Farke, menilai Manchester City memanfaatkan celah aturan ketika The Citizens menang 3-2 atas timnya pada laga Premier League di Etihad Stadium, Sabtu (29/11/2025).

Farke menuding kiper City, Gianluigi Donnarumma, berpura-pura cedera untuk memberi waktu bagi Pep Guardiola menginstruksikan perubahan taktik.

Leeds sebenarnya memulai pertandingan dengan situasi yang jauh dari kata ideal. Pertahanan mereka langsung diguncang oleh gol cepat Phil Foden pada menit pertama.

Tekanan City terus berlanjut hingga Josko Gvardiol menggandakan keunggulan tuan rumah di penghujung babak pertama.

Kondisi ini memaksa Farke melakukan perubahan formasi setelah babak pertama.

Baca juga: Foden Selamatkan Manchester City, Kalahkan Leeds 3-2 di Menit Akhir

Leeds Bangkit dan City Mulai Tertekan

Perubahan formasi yang diterapkan Farke terbukti efektif. Dominic Calvert-Lewin langsung mencetak gol setelah babak kedua dimulai yang membuat Leeds bermain lebih menekan.

City terlihat kesulitan membaca permainan Leeds dan jalannya pertandingan mulai didominasi oleh Leeds.

Pada momen krusial tersebut, Donnarumma tiba-tiba terjatuh dan meminta perawatan. Laga terhenti sekitar dua menit.

Baca juga: Gianluigi Donnarumma soal Keputusannya Gabung Manchester City: Itu Keinginan Saya!

Guardiola memanfaatkan jeda tersebut, untuk mengumpulkan pemainnya di sisi lapangan, dan memberikan instruksi untuk meredam permainan Leeds.

“Semua orang tahu mengapa dia terjatuh. Itu memang diizinkan dalam aturan dan bisa dibilang cerdas, tetapi apakah hal tersebut sesuai semangat fair play?" kata Farke.

"Saya pribadi tidak menyukainya. Namun jika itu sah menurut peraturan, saya tidak bisa mengeluh,” tambahnya.

Tuduhan Fair Play dari Farke

Daniel Farke saat melatih di Leeds United. (REUTERS/Chris Radburn)

Menurut Farke, tindakan tersebut menunjukkan bahwa, aturan permainan masih menyisakan celah yang dapat dimanfaatkan.

Ia mengaku, telah meminta penjelasan dari wasit keempat, tetapi tidak ada tindakan yang bisa dilakukan oleh ofisial pertandingan.

Farke menekankan, berpura-pura cedera untuk mendapatkan waktu berdiskusi soal taktis, bukanlah cara yang mendukung nilai sportivitas.

Baca juga: Jose Mourinho Minta Keadilan soal Kasus Financial Fair Play yang Menimpa Manchester City

Meski Leeds mencoba bangkit, gol kedua Foden di masa injury time memastikan kemenangan City.

Kekalahan ini menjadi yang keenam bagi Leeds dalam tujuh pertandingan terakhir, yang membuat mereka berada di posisi ke-18 klasemen Premier League.

Namun, keputusan berani Farke untuk mengubah cara bermain Leeds tetap mendapat nilai positif karena sempat mengancam lini belakang City.

Baca juga: Pep Guardiola: Kebahagiaan Terbesar Saya Adalah Melihat Manchester City Kembali Bangkit

Foden tidak menutup bahwa, instruksi Guardiola dalam jeda singkat tersebut sangat membantu mereka menemukan ritme pertandingan kembali.

“Di babak pertama kami mendominasi, tetapi setelah turun minum mereka menekan lebih tinggi dan mengubah formasi,” kata Foden.

“Kami kesulitan mengendalikan permainan. Kami berkumpul sebentar di pinggir lapangan, mengubah beberapa hal, dan setelah itu situasinya jauh lebih baik. Istirahat singkat itu sangat krusial,” tambahnya.

Respons Guardiola

Guardiola menolak anggapan bahwa, Donnarumma sengaja berpura-pura cedera.

Ia menyebutkan, situasinya murni masalah cedera yang dirasakan sang kiper, dan bahkan menyiapkan James Trafford jika pergantian diperlukan.

“Saya tidak berbicara langsung dengan Gigio. Saya hanya melihat ia terjatuh dan meminta James melakukan pemanasan," kata Guardiola.

Baca juga: Sudah Biasa, Pep Guardiola Yakin Manchester City Tetap Perkasa di Tengah Jadwal Padat

"Jika Anda ingin tahu apa yang sebenarnya ia rasakan, Anda bisa menanyakannya nanti,” lanjutnya.

Farke menutup dengan pernyataan, kejadian seperti ini seharusnya menjadi bahan evaluasi untuk Premier League, FA, dan PGMOL.

Ia menilai, sangat penting mengambil kebijakan untuk memastikan aturan tetap mendukung sportivitas, dan tidak memberi ruang bagi penggunaan trik yang melampaui batas fair play.

“Apakah ini masih dalam konteks permainan dan fair play? Saya ragu,” tutup Farke.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Match Of The Day

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU