INDOZONE.ID - Direktur Utama Newcastle United, David Hopkinson, menggambarkan proyek besar klub ini seperti roket yang siap meluncur menuju angkasa.
Hopkinson yakin, pada 2030, Newcastle akan menjadi salah satu tim terbaik di dunia.
Sejak menggantikan Darren Eales pada September lalu, Hopkinson langsung menyusun rencana lima tahun yang dinilai sangat ambisius untuk mempercepat perkembangan klub.
“Pada 2030, saya melihat klub ini menjadi bagian dari pembicaraan tentang tim terbaik di dunia,” ujar Hopkinson.
“Perkembangan seperti itu tidak membutuhkan waktu selama yang dibayangkan. Yang dibutuhkan adalah keyakinan yang jelas,” tambahnya.
Target Newcastle Juara Premier League
Ketika ditanya apakah Newcastle bisa meraih gelar Premier League, Hopkinson memberikan jawaban tegas.
Menurutnya, klub harus membangun mentalitas sebagai penantang setiap musim tanpa mempedulikan kritik dari siapapun.
Baca juga: Komentar Newcastle United Soal Tudingan Alexander Isak: Kami Sangat Kecewa!
“Tentu saja bisa. Mengapa tidak? Tugas kami adalah menjadikan klub ini pesaing setiap musim. Kami harus berani mengabaikan keraguan, bahkan cibiran, yang muncul dari luar,” kata Hopkinson.
Ambisi tersebut sejalan dengan visi manajemen yang ingin membawa Newcastle tampil konsisten dalam persaingan papan atas Premier League, bukan hanya sekadar kejutan sesaat.
Dukungan dari Investor Arab Saudi
Hopkinson menilai, Newcastle mendapat banyak keuntungan sebagai bagian dari Public Investment Fund (PIF) Arab Saudi yang menjadi kebangkitan klub dalam beberapa tahun terakhir.
“Saya benar-benar percaya bahwa kami adalah investasi favorit mereka,” kata pria berusia 54 tahun itu.
Hopkinson menambahkan, keputusan soal pemindahan stadion atau ekspansi St James’ Park belum akan dilakukan dalam waktu dekat.
Baca juga: Florentino Perez: Real Madrid Pertimbangkan Jual Sebagian Saham ke Investor
“PIF adalah pemain global besar. Namun saya merasa kami memiliki ruang khusus di pikiran dan hati mereka. Mereka menunjukkan hal itu kepada saya. Saya berbicara dengan PIF setiap hari,” lanjut hopkinson.
Meskipun proses pengambilalihan oleh pihak Arab Saudi sempat menuai kritik dari kelompok pemerhati hak asasi manusia, mayoritas suporter justru menyambutnya dengan antusias.
Hopkinson memastikan, komitmen pemilik tidak pernah berkurang sejak awal kerja sama.
“Itu salah satu pertanyaan saya selama proses perekrutan. Ada berbagai tipe pemilik: ada yang sangat terlibat, ada pula yang pasif dan hanya melihat klub sebagai investasi. PIF jelas termasuk dalam kategori pertama,” jelas Hopkinson.
Membangun Komersial Newcastle
Hopkinson menegaskan, investor dari Arab Saudi menugaskannya untuk membawa Newcastle menjadi klub besar dengan perancangan bisnis yang terstruktur.
“Hal itu sangat mungkin dicapai, tetapi membutuhkan kejelasan, keyakinan, dan komitmen. Rencana transformasi harus memiliki tenggat waktu. Tujuan utama harus dicapai,” tegasnya.
Masalah utama Newcastle saat ini terletak pada sektor pendapatan yang masih tertinggal dari klub-klub besar seperti Manchester City dan Manchester United.
Hopkinson menyadari, performa Newcastle di lapangan berkaitan erat dengan finansial.
Karena itu, peningkatan pendapatan komersial menjadi prioritas utama agar Newcastle mampu mempertahankan proyek jangka panjang.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: The Guardian