Striker Thailand yang Berulah saat Jumpa Indonesia Cetak Hatrick di Laga Pembuka SEA Games 2025
INDOZONE.ID - Ajang pesta olahraga terbesar se-Asia Tenggara atau SEA Games tahun ini resmi bergulir dengan Thailand sebagai tuan rumah.
Sorotan utama langsung tertuju pada cabang olahraga sepak bola putra yang selalu menyajikan drama dan tensi tinggi.
Di tengah euforia pembukaan, satu nama lama kembali mencuat dan menjadi buah bibir netizen serta pengamat sepak bola ASEAN.
Yap, dia adalah Yotsakorn Burapha, penyerang muda berbakat yang kini menjadi ujung tombak mematikan bagi skuad Gajah Perang.
Pemain yang kini menginjak usia 20 tahun tersebut sukses mencuri panggung di laga perdana.
Baca juga: Marc Cucurella Akui ingin Gabung Man City Sebelum Akhirnya Gabung Chelsea Pada 2022 Lalu
Namun, bagi pecinta sepak bola Tanah Air, nama Yotsakorn bukan sekadar tentang gol, melainkan tentang memori panas yang pernah terjadi dua tahun silam di Kamboja.
Sosoknya yang kontroversial namun bertalenta kini kembali menjadi ancaman serius, mengirimkan sinyal bahaya bagi para rival, termasuk Timnas Indonesia.
Bantu Sang Gajah Perang Pesta Gol
Bermain di hadapan pendukung sendiri di Chonburi, Timnas Thailand U-23 tampil gila-gilaan saat menjamu Timor Leste pada laga pembuka Grup A.
Tidak tanggung-tanggung, tuan rumah melibas lawan dengan skor telak 1-6.
Bintang lapangan di laga itu tidak lain adalah Yotsakorn Burapha, yang seolah menari di lini pertahanan Timor Leste dan memborong tiga gol sekaligus alias hattrick.
Ketajaman Yotsakorn di kotak penalti menunjukkan bahwa ia telah berkembang pesat.
Baca juga: Nova Arianto Sebut Fisik dan Mental Jadi Kunci Perkembangan Pemain Muda
Insting mencetak golnya kini semakin tajam, didukung dengan fisik yang lebih kokoh dibandingkan penampilan terakhirnya di edisi sebelumnya.
Kemenangan besar ini tidak hanya menempatkan Thailand di puncak klasemen sementara, tetapi juga menjadi psywar nyata bagi kontestan lain.
Yotsakorn membuktikan bahwa Thailand U-23 di tahun 2025 ini memiliki ambisi besar untuk mengembalikan medali emas ke pangkuan mereka, dan ia siap menjadi aktor utamanya.
Memori Kelam di "Battle of Phnom Penh"
Melihat aksi gemilang Yotsakorn, sulit rasanya untuk tidak memutar kembali ingatan ke final SEA Games 2023 di Phnom Penh, Kamboja.
Saat itu, laga puncak antara Indonesia vs Thailand berlangsung dengan tensi yang mencekam.
Yotsakorn menjadi tokoh antagonis utama bagi suporter Garuda malam itu.
Masih segar dalam ingatan ketika ia mencetak gol penyeimbang di menit-menit kritis waktu normal yang memaksa pertandingan berlanjut ke babak tambahan.
Namun, bukan hanya golnya yang diingat, melainkan selebrasinya yang provokatif.
Yotsakorn melakukan aksi taunting dengan berlari ke arah bench Timnas Indonesia, seolah mengejek bahwa laga belum usai.
Aksi tersebut, ditambah dengan selebrasi staf pelatih Thailand, memicu kericuhan massal yang kini dikenal sebagai "Battle of Phnom Penh".
Perkelahian tak terhindarkan di pinggir lapangan, melibatkan pemain dan ofisial kedua tim.
Baca juga: Kembali Cetak Brace untuk Manchester City, Phil Foden Mulai Bangkit dari Keterpurukan
Bahkan, menurut beberapa sumber, Sumardji selaku manajer Timnas Indonesia harus dibopong keluar karena menjadi korban dalam insiden dorong-mendorong tersebut.
Meskipun pada akhirnya Timnas Indonesia U-23 yang keluar sebagai juara dengan skor telak 5-2 setelah melalui perpanjangan waktu yang dramatis, momen provokasi Yotsakorn tetap menjadi salah satu bumbu pedas sejarah rivalitas kedua negara.
Transformasi dan Ambisi Balas Dendam
Dua tahun berlalu sejak insiden berdarah di Phnom Penh, striker yang kini berkarir di Hougang United (Singapura) itu tampil lebih matang.
Jika dulu ia dikenal sebagai remaja yang meledak-ledak, kini ia bertransformasi menjadi striker dingin yang fokus pada penyelesaian akhir.
Hattrick ke gawang Timor Leste adalah bukti bahwa ia telah menyalurkan emosinya ke dalam performa di lapangan hijau.
Tentu saja, aksi "balas dendam" akan sangat kental jika Thailand dan Indonesia kembali bertemu di babak gugur nanti.
Baca juga: Punya Skill Set-Pieces Luar Biasa, Declan Rice Disebut Jadi Ahli Lemparan Jauh
Yotsakorn pasti memiliki motivasi ganda: menebus kekalahan memalukan di final 2023 dan membuktikan diri di depan publiknya sendiri.
Bagi Timnas Indonesia, performa impresif Yotsakorn di awal turnamen ini menjadi sinyal waspada.
Skuad Garuda harus bersiap menghadapi versi terbaik dari sang rival yang pernah memancing emosi satu negara tersebut.
Apakah sejarah akan terulang, atau Yotsakorn yang akan tertawa paling akhir kali ini?
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Amatan