INDOZONE.ID - Musim kompetisi Formula 1 (F1) 2025 resmi berakhir dengan pertunjukan kolosal di Sirkuit Yas Marina, Abu Dhabi, pada Minggu malam (7/12/2025). Langit malam yang dihiasi kembang api menjadi saksi lahirnya sejarah baru dan runtuhnya dominasi lama.
Bagi para penggemar F1, balapan penutup ini bukan hanya soal siapa yang lebih cepat menyentuh garis finis, melainkan puncak emosi dari perebutan gelar juara dunia yang berlangsung hingga putaran terakhir, sekaligus momen perpisahan yang menguras air mata bagi beberapa figur penting di paddock.
Baca juga: Resmi Jadi Juara Dunia F1, Lando Norris Akui Sempat Alami Momen Sulit Sepanjang Musim 2025
Lando Norris Resmi Jadi Raja Baru
Sorotan dunia tertuju pada satu nama: Lando Norris. Pembalap andalan McLaren itu akhirnya menuntaskan misinya merebut gelar Juara Dunia F1 2025. Balapan berlangsung dengan tensi tinggi.
Max Verstappen tampil garang dan memenangkan balapan dengan dominan. Namun, kemenangan tersebut tetap tak cukup untuk mempertahankan gelarnya.
Norris yang finis di posisi ketiga, di belakang rekan setimnya Oscar Piastri berhasil mengamankan poin krusial. Setelah perhitungan akhir, Norris unggul tipis hanya dua poin dari Verstappen di klasemen pembalap.
Kemenangan ini menahbiskan Norris sebagai juara baru jet darat dan menandai berakhirnya hegemoni Red Bull beberapa tahun terakhir.
Perpisahan Mengharukan Yuki Tsunoda
Di tengah pesta McLaren, suasana haru meliputi paddock lain. Yuki Tsunoda resmi mengucapkan perpisahan kepada Red Bull Racing.
Perjalanan Tsunoda sebagai rekan setim Verstappen harus berakhir setelah posisinya digantikan rookie VCARB yang sedang naik daun, Isack Hadjar. Keputusan ini terasa berat mengingat perkembangan besar Tsunoda selama membela tim.
Momen perpisahannya viral di media sosial, terutama saat ia menukar helm dengan sahabatnya, Pierre Gasly. Adegan penuh emosi itu menunjukkan sisi humanis para pembalap di tengah kerasnya dunia F1.
Akhir dari Era Mesin Renault
GP Abu Dhabi 2025 juga menjadi tanda berakhirnya kiprah Renault sebagai pemasok mesin F1. Tim Alpine harus merelakan mesin Prancis yang menjadi penggerak mobil A525 sepanjang musim, meski hasilnya jauh dari memuaskan. Alpine finis di posisi terbawah klasemen konstruktor dengan 22 poin.
Kepergian Renault menutup era panjang teknologi mesin Prancis di F1.
Transformasi Tim Sauber
Sauber, yang musim ini bernama Kick Sauber, juga akan hilang dari grid setelah 32 tahun berlaga. Tim tersebut akan berubah total menjadi Revolut Audi F1 Team mulai musim depan.
Meski musim terakhir berjalan sulit, Sauber tetap menorehkan kenangan manis lewat podium ketiga Nico Hulkenberg di GP Inggris.
Baca juga: Lando Norris Kunci Gelar Juara Dunia F1 2025 Usai Finis Ketiga di Abu Dhabi
DRS Resmi Pensiun, Kimi Antonelli Catat Sejarah
Balapan ini juga menutup era penggunaan Drag Reduction System (DRS). Sistem sayap belakang yang memungkinkan pembalap menyalip ini akan dihapus mulai musim berikutnya.
Rookie Mercedes, Andrea Kimi Antonelli, tercatat sebagai pembalap terakhir yang menggunakan DRS di balapan resmi, menutup sejarah lebih dari satu dekade teknologi penentu aksi overtake di F1.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Berbagai Sumber