INDOZONE.ID - Papan skor di stadion King Power at Den Dreef mungkin menunjukkan angka yang kurang mengenakkan bagi tuan rumah pada laga pamungkas fase liga UEFA Women's Champions League (UWCL) musim 2025/26.
Oud-Heverlee Leuven, atau disebut juga sebagai OH Leuven, harus mengakui keunggulan raksasa Inggris, Arsenal, dengan skor telak 0-3.
Namun, di balik kekalahan tersebut, terdapat perayaan besar yang tak terbendung.
Tim asuhan pelatih Arno van den Abbeel yang bermarkas di Belgia ini berhasil mengamankan tiket berharga menuju babak play-off, sebuah pencapaian yang menyelamatkan wajah sepak bola Belgia di kancah Eropa.
Baca juga: Ditumbangkan Manchester United, Juventus Tetap Amankan Tiket Play-off UWCL 2025/26
Finis di peringkat ke-12 dari total 18 kontestan dalam format baru fase liga ini sudah cukup untuk membuat OH Leuven mencatatkan sejarah.
Mereka kini berdiri tegak sebagai satu-satunya wakil Belgia yang tersisa di kompetisi antarklub wanita paling bergengsi di benua biru, membuktikan bahwa semangat juang bisa mengalahkan keterbatasan.
Perjuangan Dimulai Sejak Fase Kualifikasi
Tiket play-off ini bukanlah hadiah yang jatuh dari langit, melainkan hasil dari perjalanan panjang yang dimulai sejak Fase Kualifikasi 2 UWCL musim 2025/26.
Bertindak sebagai tuan rumah, OH Leuven harus melewati hadangan dua tim tangguh.
Ujian pertama datang dari wakil Bosnia, SFK 2000, yang berhasil mereka tundukkan dengan kemenangan agregat tipis 2-1.
Baca juga: Skater Basral Graito Hutomo Persembahkan Medali Emas bagi Indonesia di SEA Games 2025
Momentum positif ini berlanjut ketika mereka menantang tim kuat asal Swedia, FC Rosengard, yang saat itu berhasil menumbangkan wakil Makedonia Utara, FK Ljuboten.
Dalam laga yang berlangsung sengit dan penuh drama, OH Leuven kembali menunjukkan mental baja dengan mengunci kemenangan agregat 3-2.
Langkah mereka tak berhenti di situ. Di Fase Kualifikasi 3, ujian terakhir sebelum masuk ke fase liga datang dari wakil Ukraina, Vorskla Poltava.
Tampil disiplin dan taktis, OH Leuven sukses membungkam lawan dengan kemenangan agregat meyakinkan 2-0.
Kemenangan inilah yang membuka gerbang lebar bagi mereka untuk bersaing dengan klub-klub elit Eropa di fase liga utama.
Menjadi "Giant Killer" di Fase Liga
Masuk ke fase liga, OH Leuven tidak sekadar menjadi tim pelengkap.
Baca juga: Dihantam Badai Cedera, Manchester City Hadapi Brentford di Piala Liga Tanpa Beberapa Pemain Kunci
Mereka langsung menghentak di laga pembuka dengan menahan imbang Paris FC 2-2 di laga tandang, sebuah hasil yang mengejutkan banyak pengamat.
Kepercayaan diri mereka semakin melambung saat menjamu FC Twente di laga kedua, di mana mereka berhasil meraih poin penuh dengan kemenangan tipis 2-1.
Tentu saja, realita kompetisi Eropa yang keras sempat mereka rasakan saat berhadapan dengan Barcelona.
Sang juara bertahan terlalu tangguh dan memaksa Leuven menyerah 0-3.
Namun, mentalitas "Srikandi" Leuven kembali teruji di laga-laga berikutnya.
Baca juga: FIFA Batalkan Hasil 3 Pertandingan Timnas Malaysia karena Dokumen Palsu Pemain Naturalisasi
Mereka sukses menahan imbang tim bertabur bintang AS Roma dengan skor 1-1, dan yang paling sensasional adalah keberhasilan mereka mencuri satu poin dari kandang Paris Saint-Germain (PSG) lewat skor kacamata 0-0.
Rangkaian hasil imbang melawan tim-tim raksasa inilah yang menjadi kunci akumulasi poin mereka, sehingga kekalahan dari Arsenal di laga terakhir tidak lagi mempengaruhi nasib kelolosan mereka.
Menatap Tantangan Berat di Babak Play-off
Kini, fokus OH Leuven beralih sepenuhnya ke babak play-off. Sebagai tim yang finis di peringkat 12, jalan terjal sudah menanti di depan mata.
Berdasarkan skema klasemen, lawan-lawan potensial yang akan dihadapi bukanlah tim sembarangan.
Ada kemungkinan mereka akan bertemu dengan Atletico Madrid yang finis di peringkat 11, sebuah duel yang diprediksi akan sangat seimbang.
Baca juga: Tottenham Hotspur Kena Bantai 0-3 oleh Nottingham Forest, Thomas Frank Murka
Namun, skenario yang lebih menantang juga terbuka lebar.
OH Leuven berpotensi kembali berhadapan dengan Arsenal atau raksasa Inggris lainnya, Manchester United, yang masing-masing menduduki peringkat 5 dan 6 fase liga.
Siapapun lawannya nanti, OH Leuven telah membuktikan bahwa mereka bukan lagi tim yang bisa dipandang sebelah mata.
Keberhasilan lolos ke play-off adalah bukti validasi bahwa sepak bola wanita Belgia sedang berada dalam tren positif.
Menurutmu, apakah OH Leuven bisa melangkah lebih jauh di musim ini? Atau justru harus mengakhiri perjalanan panjangnya di fase play-off nanti?
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Berbagai Sumber