Napoli vs AC Milan di Supercoppa Italiana: Misi Rossoneri Pertahankan Gelar dan Pembuktian Hojlund vs Pulisic
INDOZONE.ID - Panggung sepak bola Italia kembali memanas, kali ini bukan di dataran Eropa, melainkan di bawah sorotan lampu stadion di Arab Saudi.
AC Milan memulai perjalanan ambisius mereka untuk mempertahankan gelar Supercoppa Italiana dengan menghadapi tantangan berat dari Napoli dalam laga semifinal edisi ke-38 yang digelar pada Jumat (19/12/2025) dini hari nanti.
Bagi Rossoneri, ini adalah kesempatan emas untuk mengamankan trofi kedua berturut-turut, sementara Napoli datang dengan dendam dan ambisi mengakhiri puasa gelar di kompetisi ini yang sudah berlangsung lebih dari satu dekade.
Ujian Berat Skuad Partenopei di Tengah Tren Negatif
Napoli terbang ke Arab Saudi dengan kondisi yang jauh dari kata ideal.
Baca juga: Unggul Dua Kali, Ruben Amorim Kecewa Manchester United Kehilangan Fokus Saat Ditahan Bournemouth 4-4
Pasukan berjuluk "Partenopei" itu baru saja menelan pil pahit setelah kekalahan tipis 1-0 dari Udinese di Serie A pada hari Minggu lalu.
Hasil mengecewakan tersebut menandai kekalahan beruntun kedua mereka di semua kompetisi musim ini, sebuah tren yang tentu mengkhawatirkan bagi tim yang sedang berjuang di papan atas.
Padahal, persaingan memperebutkan Scudetto sedang sangat ketat di mana tiga tim teratas hanya terpaut dua poin.
Laga di Supercoppa ini menjadi momen krusial bagi Napoli untuk melakukan reset dan menemukan kembali performa gemilang yang sempat membawa mereka meraih lima kemenangan beruntun sebelum rentetan hasil buruk ini terjadi.
Salah satu pekerjaan rumah terbesar bagi pelatih Napoli adalah membenahi lini pertahanan.
Baca juga: Dapat Serangan Rasis Usai Hampir Pukul Marc Klok, Yance Sayuri: Papua Juga Indonesia!
Mereka gagal mencatat clean sheet dalam empat pertandingan terakhir, padahal sebelumnya mereka begitu solid dengan enam kali nirbobol dari tujuh laga kompetitif.
Melawan Milan yang memiliki lini serang eksplosif, celah di pertahanan ini bisa menjadi hukuman mematikan.
Dilema Allegri dan Rapuhnya Pertahanan Milan
Di sisi lain, AC Milan juga tidak datang dengan kepala tegak sepenuhnya.
Rossoneri baru saja kehilangan posisi puncak klasemen Serie A yang direbut oleh rival sekota mereka, Inter Milan, setelah hanya mampu bermain imbang 2-2 melawan Sassuolo akhir pekan lalu.
Hasil imbang tersebut memperpanjang tren unik namun meresahkan bagi manajer Massimiliano Allegri, di mana lima dari 11 pertandingan kompetitif terakhir Milan berakhir sama kuat.
Baca juga: Meski Kalah 0-3 dari Arsenal, OH Leuven Jadi Wakil Belgia yang Lolos Play-off UWCL 2025/26
Satu hal yang menjadi sorotan tajam adalah kecenderungan Milan untuk "telat panas".
Dalam dua pertandingan terakhir, gawang Milan sudah kebobolan tiga gol bahkan sebelum turun minum.
Perubahan lokasi pertandingan ke tempat netral diharapkan bisa membantu Rafael Leao dan kawan-kawan untuk lebih fokus sejak menit awal.
Tiket mereka ke Arab Saudi sendiri didapat setelah kekalahan dari Bologna di final Coppa Italia musim lalu, sehingga motivasi untuk membayar kegagalan tersebut dengan trofi Supercoppa tentu sangat besar.
Ketajaman Hojlund Melawan Kekuatan Magis Pulisic
Laga tersebut bukan hanya soal taktik tim, tetapi juga panggung pembuktian bagi dua bintang yang sedang bersinar.
Baca juga: Eks Pemain Real Madrid Bawa Albacete Balompie Lolos 16 Besar Copa Del Rey Usai Taklukkan Celta Vigo
Di kubu Napoli, sorotan tertuju pada Rasmus Hojlund. Striker asal Denmark ini menjadi tumpuan utama dengan mencetak dua gol terakhir bagi Napoli.
Statistik mencatat bahwa lima gol terakhirnya untuk klub tercipta dalam tiga kemenangan dengan skor 2-1, di mana Højlund selalu menjadi penentu kemenangan.
Ia adalah tipe pemain clutch yang dibutuhkan Napoli di laga sistem gugur seperti ini.
Sementara itu, Milan memiliki senjata mematikan dalam diri Christian Pulisic.
Pemain berjuluk "Captain America" ini sedang dalam performa terbaiknya dengan mencetak tiga gol dalam empat penampilan terakhir.
Lebih menarik lagi, Pulisic memiliki kenangan manis saat menghadapi Napoli musim ini, di mana ia mencetak gol dan memberikan assist saat Milan menang 2-1 di San Siro pada September lalu.
Absennya Matteo Gabbia mungkin sedikit mengganggu stabilitas Milan, namun dengan kondisi skuad Napoli yang lengkap tanpa cedera baru, laga ini diprediksi akan berjalan sengit dan mungkin ditentukan oleh satu momen jenius dari para bintang lapangan tersebut.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Flashscore.com