Sabtu, 20 DESEMBER 2025 • 10:15 WIB

Juventus vs AS Roma di Serie A 2025/26: Duel Sengit Berebut Panggung Saat Rival Sibuk di Supercoppa Italiana

Author

Laga Juventus vs AS Roma (juventus.com). 

INDOZONE.ID - Pekan ini, atensi para pecinta Serie A tidak hanya tertuju pada perebutan trofi Supercoppa Italiana yang sedang berlangsung di tempat lain. 

Justru, absennya para pesaing utama dalam jadwal liga memberikan panggung emas bagi dua raksasa Italia, Juventus dan AS Roma, untuk mencuri perhatian. 

Pertemuan kedua tim di Allianz Stadium pada Minggu (21/12/2025) dini hari menjadi kesempatan emas untuk memberikan pernyataan tegas dan memperbaiki posisi di papan klasemen sementara Serie A musim 2025/26.

Momentum Kebangkitan Si Nyonya Tua di Markas Sendiri

Juventus menatap laga ini dengan kepercayaan diri yang sedang melambung tinggi. 

Kemenangan tipis 1-0 atas Bologna pada hari Minggu lalu sangat krusial karena berhasil mengantarkan mereka menyalip lawan tersebut untuk menduduki posisi kelima klasemen. 

Baca juga: Bologna Singkirkan Inter Milan Lewat Adu Penalti, Tantang Napoli di Final Supercoppa Italiana

Tren positif ini bukan kebetulan semata. Sejak berakhirnya era kepelatihan Igor Tudor, Bianconeri menunjukkan konsistensi yang mengerikan dengan hanya menelan satu kekalahan dari sebelas pertandingan terakhir di semua kompetisi.

Bermain di hadapan pendukung sendiri menjadi keuntungan masif bagi Juventus. 

Hingga saat ini, mereka belum terkalahkan di kandang sejak awal musim di seluruh kompetisi. 

Rekor kandang mereka mencatatkan enam kemenangan dan lima hasil imbang, termasuk saat menjamu tim-tim penghuni empat besar. 

Meski saat ini masih terpaut empat poin dari zona Liga Champions, performa kandang yang solid membuat misi mengejar ketertinggalan poin dari AS Roma terasa sangat realistis bagi pasukan Turin.

Baca juga: Cetak Gol Apik Lawan Brentford, Pep Guardiola Puji Kualitas Rayan Cherki

Ambisi Giallorossi Menempel Ketat Inter Milan

Di sisi lain, AS Roma datang dengan misi yang tak kalah penting, yakni menjaga asa Scudetto di musim ini. 

Kemenangan 1-0 atas Como pada hari Senin lalu membuat pasukan Serigala Ibu Kota tetap berada di jalur juara, hanya terpaut tiga poin dari Inter Milan di puncak klasemen. 

Musim ini, AS Roma seolah menjadi spesialis skor tipis. 

Sepuluh dari lima belas pertandingan liga mereka berakhir dengan skor 1-0, baik itu berupa kemenangan maupun kekalahan, termasuk saat mereka takluk di kandang Cagliari.

Meskipun baru saja menelan kekalahan tandang di Sardinia, rekam jejak tandang Roma sepanjang tahun kalender 2025 sangat impresif. 

Mereka telah memenangkan 12 dari 17 laga tandang di liga, sebuah statistik yang menunjukkan mentalitas baja saat bermain di markas lawan. 

Baca juga: Diminati Barcelona, Alessandro Bastoni Akui Tetap Bahagia di Inter Milan

Giallorossi tentu ingin menutup tahun ini dengan gaya, membuktikan bahwa mereka bukan sekadar penggembira dalam perburuan gelar juara.

Drama Menit Akhir dan Statistik Pertemuan

Sejarah pertemuan kedua tim dalam beberapa tahun terakhir menunjukkan persaingan yang sangat ketat dan seringkali minim gol. 

Dari enam pertemuan terakhir, kedua tim berbagi satu kemenangan masing-masing, sementara empat laga sisanya berakhir imbang. 

Menariknya, tidak ada satu pun dari enam laga tersebut yang menghasilkan lebih dari dua gol, mengindikasikan pertarungan taktis yang rapat di lini tengah dan pertahanan.

Satu hal yang perlu diwaspadai oleh pendukung Roma adalah kebiasaan Juventus yang "telat panas" namun mematikan. 

Statistik menunjukkan bahwa Juventus telah mencetak lima dari dua belas gol kandang mereka musim ini di atas menit ke-75. 

Baca juga: Siapa pun Pelatih Timnas Indonesia, Fans Butuh Hasil Bukan Proses Lagi

Sebaliknya, Roma justru memiliki catatan minor dengan belum pernah mencetak gol di 15 menit terakhir laga tandang mereka. 

Jika skor masih imbang menjelang akhir laga, momentum psikologis jelas berada di tangan tuan rumah.

Adu Tajam Lini Depan dan Absennya Pilar Penting

Laga ini juga akan menjadi panggung bagi para talenta muda. 

Di kubu Juventus, Kenan Yildiz menjadi sorotan. Delapan dari sembilan laga di mana ia mencetak gol selalu terjadi dalam pertandingan yang berakhir dengan skor besar dan kedua tim sama-sama mencetak gol. 

Sementara itu, Roma memiliki jimat keberuntungan bernama Wesley Franca. 

Pemain yang mencetak gol kemenangan lawan Como ini memiliki rekor unik di mana setiap kali ia mencetak gol dalam karir seniornya, timnya selalu meraih kemenangan.

Sayangnya, kedua pelatih harus memutar otak karena absennya pilar penting. 

Baca juga: Kucurkan Rp12 Triliun, FIFA Naikkan Hadiah Piala Dunia 2026 hingga 50 Persen

Juventus dipastikan tampil tanpa Teun Koopmeiners yang terkena skorsing, sementara lini belakang Roma akan sedikit goyah karena ditinggal Evan Ndicka yang harus membela negaranya di ajang Piala Afrika (AFCON). 

Absennya nama-nama besar ini justru membuka peluang bagi pemain lain untuk menjadi pahlawan baru dalam duel klasik Serie A ini.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Juventus.com

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU