Sabtu, 03 JANUARI 2026 • 16:16 WIB

Kisah Ajaib 3 Tim "Anomali" Lolos 16 Besar Piala Afrika 2025 dengan Cara Paling Absurd

Author

Timnas Tanzania di AFCON 2023

INDOZONE.ID - Sepak bola sering kali disebut sebagai olahraga yang tidak bisa ditebak, namun apa yang terjadi di gelaran Africa Cup of Nations (Piala Afrika) 2025 benar-benar berada di luar nalar. 

Biasanya, rumus untuk lolos dari fase grup sebuah turnamen cukup sederhana, yakni mencetak gol sebanyak-banyaknya dan meraih kemenangan. 

Namun, logika tersebut tampaknya tidak berlaku bagi tiga negara yang sukses mencuri perhatian dunia kali ini. 

Tim Nasional (Timnas) Sudan, Mali, dan Tanzania berhasil mengamankan tiket ke babak 16 besar dengan cara yang sangat "ajaib" dan penuh anomali, membuat para pengamat sepak bola geleng-geleng kepala. 

Baca juga: John Herdman Selangkah Lagi Latih Indonesia, Media Inggris Bongkar Dosanya bersama Kanada

Sudan dan Rekor Lolos Tanpa Gol Mandiri

Cerita paling absurd datang dari Timnas Sudan. Mereka berhasil mengukir sejarah baru yang mungkin tidak akan pernah ingin diulangi oleh tim manapun, namun tetap patut dirayakan. 

Sudan resmi menjadi negara pertama sepanjang sejarah panjang AFCON yang berhasil lolos dari fase grup tanpa ada satu pun pemain mereka yang mencetak gol ke gawang lawan. 

Jika kamu bertanya bagaimana cara mereka menang, jawabannya adalah keberuntungan tingkat tinggi.

Satu-satunya kemenangan krusial yang mereka raih adalah saat melawan Equatorial Guinea atau Guinea Khatulistiwa. 

Dalam laga tersebut, papan skor memang menunjukkan kemenangan untuk Sudan, namun gol semata wayang itu lahir dari gol bunuh diri (own goal) pemain lawan. 

Baca juga: Imbang Tanpa Gol Kontra Brentford, Thomas Frank Sumringah dengan Solidnya Lini Pertahanan Tottenham

Selebihnya, lini depan Sudan tumpul, namun pertahanan gerendel dan sedikit bantuan dari Dewi Fortuna sudah cukup untuk membawa mereka melangkah ke fase gugur. 

Hal ini menjadi definisi nyata dari pepatah "hasil lebih penting daripada proses" dalam turnamen sepak bola.

Mali Sang Raja Imbang yang Efisien

Jika Sudan lolos berkat gol bunuh diri, lain lagi cerita dengan Mali. Timnas Mali mengajarkan kepada dunia bahwa kamu tidak perlu menang untuk bisa menjadi runner-up grup. 

Tergabung di Grup A yang kompetitif, Mali melenggang ke babak 16 besar dengan status tak terkalahkan, namun juga tak pernah menang. 

Dari tiga pertandingan yang dijalani, semuanya berakhir dengan skor imbang.

Dengan koleksi tiga poin dari tiga hasil seri, tim berjuluk "Les Aigles" (Burung Elang) ini sukses mengamankan posisi kedua klasemen akhir Grup A. 

Baca juga: Media Vietnam Minta Timnas Indonesia Turunkan Skuad Terbaiknya di ASEAN Cup 2026

Strategi pragmatis ini mungkin membosankan bagi penonton netral yang mengharapkan hujan gol atau drama kemenangan, tetapi bagi Mali, hal ini menjadi efisiensi tingkat dewa. 

Mereka membuktikan bahwa konsistensi untuk tidak kalah sama berharganya dengan mencari kemenangan yang berisiko. 

Mali lolos dengan kepala tegak tanpa perlu merasakan pahitnya kekalahan, meski juga belum mencicipi manisnya tiga poin penuh.

Keajaiban Dua Poin Tanzania

Cerita penutup dari trilogi anomali ini datang dari Tanzania. Jika Mali butuh tiga poin untuk lolos, Tanzania bahkan lebih irit lagi. 

Skuad asuhan Miguel Angel Gamondi itu berhasil menyelinap masuk ke babak 16 besar melalui jalur peringkat tiga terbaik hanya dengan modal dua poin saja. 

Baca juga: Danilson Soares Silva Tunggu Panggilan PSSI: Yakin Bisa Beri Timnas Indonesia Kontribusi Positif

Tanpa satu pun kemenangan di tangan, Tanzania menggantungkan nasib pada hasil pertandingan di grup lain dan kalkulasi matematis yang rumit.

Nasib baik benar-benar memayungi Tanzania karena dua poin hasil dari dua kali seri dan satu kekalahan ternyata sudah cukup untuk menyingkirkan pesaing-pesaing lainnya dalam perebutan slot peringkat tiga terbaik. 

Kelolosan tim berjuluk "Kilimanjaro Stars" ini menjadi bukti betapa ketat dan chaos-nya persaingan di AFCON 2025, di mana setiap poin, bahkan dari hasil imbang kacamata sekalipun, bisa menjadi penentu hidup dan mati sebuah tim. 

Tepat pukul 23.00 WIB nanti, Sudan akan menghadapi raksasa Senegal di babak 16 besar AFCON 2025, disusul Tanzania menghadapi Maroko pada Minggu (4/1/2026) di jam yang sama, serta Mali akan berhadapan dengan Tunisia pada Senin (5/1/2026) dini hari pukul 02.00 WIB.

Kini, ketiga tim "hoki" tersebut siap membuktikan bahwa mereka bukan sekadar penumpang gelap di babak 16 besar.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Instagram.com/@perspectivefootball.id

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU