INDOZONE.ID - Bek Timnas Indonesia, Justin Hubner baru-baru ini membandingkan jumlah kritikan pemain Belanda dan Indonesia ketika bermain buruk.
Dalam wawancaranya baru-baru ini, Justin Hubner menceritakan bahwa jumlah kritikan di Belanda dan di Indonesia ketika bermain buruk jumlahnya sangatlah jomplang.
Hubner mengatakan bahwa pemain Belanda ketika bermain buruk hanya mendapat kritikan sebanyak ratusan orang. Sementara itu, pemain Indonesia ketika bermain buruk langsung mendapat kritikan sebanyak ratusan ribu orang.
Hal tersebut diungkapkan oleh Justin Hubner dalam wawancaranya bersama media Belanda Delimburger.nl baru-baru ini.
Baca juga: Meski Baru Gabung Manchester City, Antoine Semenyo Puas Bisa Cetak Dua Gol Bagi The Citizens
"Jika seorang pemain Belanda bermain buruk, atau membuat kesalahan ia mungkin akan dikritik oleh beberapa ratus orang. Saya harus dikritik oleh seratus ribu orang, saya harus menghadapi tekanan itu, suka tidak suka," ujar Justin Hubner dalam wawancaranya yang dikutip dari Delimburger.nl pada Rabu (14/1/2026).
Kendati begitu, Justin Hubner mengatakan bahwa perlahan tekanan itu mulai membaik. Ia mengatakan ada peran dari Jeniffer Coppen yang membantunya untuk hadapi kritikan tersebut, begitu juga agen dan manajernya.
"Saya rasa saya semakin membaik, tunangan saya membantu saya, begitu juga agen dan manajer saya," tutur pemain berusia 22 tahun itu menambahkan.
Diketahui, Justin Hubner sempat mendapat kritikan dari sejumlah penggemar Timnas Indonesia karena ia terlalu fokus dengan hal di luar lapangan seperti aktif bermain sosial media yang membuat performanya di atas lapangan menurun.
Baca juga: Jadwal Lengkap Formula 1 2026 Beserta Link Streamingnya, Seri Pembuka Kembali Digelar di Melbourne!
Bahkan yang terbaru, Justin Hubner juga sempat mendapat kecaman dari pundit asal Belanda karena permainan kasarnya saat Fortuna Sittard menghadapi Ajax pada 7 Desember 2025 lalu.
Di pertandingan tersebut, Justin Hubner harus mendapat kartu merah karena tekel kerasnya kepada pemain Ajax Amsterdam, Jasper Dahlhaus.
Berbicara soal tekel, sebelumnya Justin Hubner menilai bahwa Eredivisie tidak terbiasa dengan tekelnya. Menurutnya, hal tersebut karena kultur sepak bola Belanda dengan Inggris cukup berbeda.
Dari hal itulah membuat pemain Timnas Indonesia itu menilai bahwa Eredivisie harus beradaptasi lagi dengan tekel-tekel keras.
"Eredivisie butuh waktu untuk beradaptasi, karena di Inggris kami bermain lebih keras. Mereka tidak terbiasa dengan tekel saya disini. Saya juga menghadapi banyak kritik, dari orang-orang yang berpikir saya bisa menjatuhkan siapa saja." ujar Justin Hubner.
Meski begitu, Hubner juga mengatakan bahwa ia harus menunjukkan permainan yang lebih tenang. Sebab, jika ia tetap tenang dalam bertahan maka tidak ada lawan yang bisa melewatinya.
"Tapi seperti yang anda lihat, saya juga bisa bermain sepak bola dan bertahan. Saya harus lebih menunjukkan itu dan tetap sedikit lebih tenang. Jika saya tetap tenang, tidak ada yang bisa melewati saya," tutur pemain berusia 22 tahun itu menutup wawancara.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Delimburger.nl