Rabu, 21 JANUARI 2026 • 16:20 WIB

Gagal Eksekusi Penalti Panenka, Brahim Diaz Dapat 'Bekingan' dari Luis Enrique

Author

Brahim Diaz mengungkapkan rasa bahagianya atas kemenangan dan gol perdananya bersama Timnas Maroko di Kualifikasi Piala Afrika. (Foto: Instagram @brahim)

INDOZONE.ID - Pelatih PSG, Luis Enrique, bela Brahim Diaz yang gagal eksekusi tendangan penalti panenka, pada pertandingan final AFCON 2025 melawan Senegal.

Momen tersebut terjadi saat laga final AFCON 2025, Timnas Maroko melawan Senegal pada Senin (19/1/2026) dini hari lalu.

Saat itu, Brahim Diaz menjadi eksekutor penalti usai pemain Maroko dilanggar oleh pemain Senegal pada 90+24. 

Namun, ia gagal mengeksekusi penalti, hingga akhirnya Senegal justru mengunci kemenangan 1-0 di final AFCON 2025. Dari hal itulah, membuat Brahim Diaz mendapatkan kritikan dari banyak pihak.

Namun baru-baru ini, Brahim Diaz dapat 'bekingan' dari pelatih PSG Luis Enrique, usai dirinya gagal melakukan tendangan panenka. 

Baca juga: Jadwal Proliga 2026 Matchweek 3: Bandung Jadi Tuan Rumah!

Luis Enrique saat melatih di PSG. (REUTERS/Gonzalo Fuentes)

"Kami membicarakannya di bus hari ini. Semua orang membicarakan Brahim, tetapi saya ingat Zinedine Zidane, seorang dewa sepak bola, juga pernah melakukan hal serupa di final Piala Dunia,”  ujar Luis Enrique yang dikutip dari Cardena Sar pada Rabu (21/1/2026). 

Diketahui, Final AFCON 2025 digelar pada akhir pekan lalu memang cukup membuat publik sepak bola Maroko kecewa. 

Maroko harus akui kekalahannya atas Senegal, setelah Brahim Diaz gagal memanfaatkan peluang emas bagi Maroko. 

Baca juga: Sedih Dicemooh Penggemar, Vinicius Jr Tegaskan Ingin Perkuat Real Madrid Lebih Lama

Saat itu, Brahim Diaz lebih memilih untuk melakukan tendangan panenka, yang justru ditangkap dengan mudah oleh Edouard Mendy. 

Kegagalan tersebut membuat laga berlanjut ke babak perpanjangan waktu, hingga akhirnya Senegal memastikan gelar juara melalui gol Pape Gueye.

Hal itu membuyarkan mimpi Maroko untuk mengangkat trofi AFCON di hadapan pendukung sendiri. 

Lebih lanjut, Enrique juga menilai, kegagalan di momen terbesar merupakan salah satu bagian dari sepak bola, dan tidak boleh dijadikan alasan untuk menghakimi seorang pemain.

Selain itu, legenda Timnas Spanyol ini juga menyebutkan, Brahim Diaz merupakan pemain yang luar biasa.

Baca juga: Erling Haaland Tegaskan Bertanggung Jawab atas Kekalahan Manchester City atas Bodo/Glimt

"Kalau golnya masuk, semua orang bertepuk tangan. Namun, bila gagal, langsung muncul banyak komentar negatif. Dia pemain luar biasa dan orang yang sangat baik," ujar Enrique.

"Yang paling penting adalah nilai-nilai yang bisa kamu sampaikan kepada orang lain. Brahim bukan pembunuh dan bukan orang jahat. Itu penting untuk dikatakan," lanjutnya.

Sebelumnya, Brahim Diaz sudah meminta maaf atas kegagalannya membawa Maroko menjuarai AFCON 2025, dan gagal mengeksekusi penalti.

Ia juga menegaskan, pemain berusia 25 tahun itu bertanggung jawab penuh atas kegagalan Maroko di final AFCON 2025.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Cardena Sar

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU