INDOZONE.ID - Pep Guardiola mulai was-was dengan rentetan hasil buruk Manchester City dalam dua pertandingan terakhir mereka yang selalu berakhir dengan kekalahan.
Diketahui, Manchester City sebelumnya harus takluk atas Manchester United dengan skor 2-0 di laga Derby Manchester pada akhir pekan kemarin. Sementara, dini hari tadi City kembali harus menelan kekalahan atas Bodo/Glimt dengan skor 3-1 di matchday 7 Liga Champions pada Rabu (21/1/2026) dini hari WIB.
Dalam konferensi persnya seusai pertandingan, Pep Guardiola mengatakan bahwa Manchester City harus segera bangkit dari keterpurukan. Ia akui bahwa hasil pertandingan timnya tidak terlalu bagus sejak tahun 2025 ntah itu di Liga Champions maupun di Liga Inggris.
"Kami harus bangkit. Hasil-hasil pertandingan kami, bahkan sejak 2025, tidak begitu baik entah itu di Liga Inggris atau pun di kompetisi ini [Liga Champions]. Kami merasakan banyak hal yang tidak sesuai rencana, termasuk detail-detailnya. Kami harus mengubah situasi ini," ujar Guardiola dalam wawancaranya yang dikutip dari laman resmi Manchester City.
Baca juga: Bintang Persib Bandung Ini Rindu Bela Timnas Indonesia: Dapat Kesempatan dari John Herdman?
Guardiola sendiri sangat sesalkan timnya membuang peluang untuk meraih kemenangan melawan Bodo/Glimt usai sebelumnya dipermalukan oleh rival sekotanya Manchester United di laga Derby Manchester.
Namun, Guardiola mengatakan bahwa timnya tampil cukup bagus ketimbang saat laga Derby Manchester yang mana Erling Haaland dan kolega dibuat tak berkutik di hadapan Manchester United.
Manchester City sendiri sejatinya tampil cukup dominan saat menghadapi Bodo/Glimt, yang mana mereka mampu mencatatkan penguasaan bola sebesar 64 persen, dan juga melepaskan 16 tembakan, tapi hanya 5 on target dan satu berhasil menjadi gol.
Sementara itu, Bodo/Glimt yang tampil di hadapan pendukungnya sendiri di Stadion Aspmyra, Bodo, Norwegia justru tampil lebih efektif. Mereka tercatat hanya melepaskan 8 tembakan, dan lima di antaranya on target, termasuk tiga gol yang mereka ciptakan.
Baca juga: Gagal Eksekusi Penalti Panenka, Brahim Diaz Dapat 'Bekingan' dari Luis Enrique
Akan tetapi, Guardiola menegaskan bahwa timnya tidak meremehkan kekuatan Bodo/Glimt. Ia juga akui bahwa wakil Norwegia itu merupakan tim yang terorganisir dan bermain cukup bagus.
"Kami sama sekali tidak meremehkan mereka (Bodo/Glimt). Mereka tim yang terorganisasi dengan baik dan tampil sangat bagus. Kami kesulitan, apalagi beberapa pemain penting kami absen," tutur pelatih berusia 54 tahun itu melanjutkan.
City sendiri saat ini tengah alami krisis pemain yang mana beberapa pemain inti mereka seperti Josko Gvardiol, John Stones, Ruben Dias, Matheus Nunes, Savinho, Oscar Bobb dan Nico Gonzalez absen karena alami cedera. Sementara itu, kapten mereka Bernardo Silva terkena akumulasi kartu.
Bertanding tanpa kehadiran pemain-pemain tersebut, belum lagi kartu merah yang diterima Rodri pada menit ke-62 menjadi salah satu alasan kekalahan tim besutan Pep Guardiola tersebut.
Baca juga: Jadwal Proliga 2026 Matchweek 3: Bandung Jadi Tuan Rumah!
Guardiola bahkan menegaskan dengan kehadiran pemain-pemain kuncinya itu akan menambah kestabilan bagi timnya Manchester City.
"Kehadiran mereka sebenarnya bisa memberi kami konsistensi yang lebih," pungkasnya.
City sendiri harus alami kekalahan 3-1 atas Bodo/Glimt di Stadion Aspmyra, dalam pertandingan tersebut ketiga gol Bodo/Glimt dicetak melalui brace Kasper Hogh (22', 24') dan Jens Petter Hauge (58'). Sementara itu, satu-satunya gol The Citizens tercipta melalui sepakan Rayan Cherki pada menit ke-60.
Dengan kemenangan ini, Bodo/Glimt kini mulai merangkak naik menuju zona playoff yang mana mereka kini duduk di peringkat ke-27 dengan koleksi 6 poin dari 7 laga.
Sementara itu, Manchester City yang alami kekalahan harus tertahan di peringkat ke-7 dengan koleksi 13 poin dari 7 pertandingan Liga Champions.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Mancity.com