INDOZONE.ID - Kiper Timnas Indonesia, Emil Audero baru-baru ini angkat bicara, soal kronologi pelemparan petasan yang mengenai dirinya.
Momen itu terjadi saat pertandingan pekan ke-23 Serie A, antara Cremonese vs Inter Milan pada Senin (2/2/2026) lalu.
Dalam pertandingan tersebut, Cremonese takluk atas Inter Milan dengan skor 0-2. Akan tetapi, kemenangan Inter saat itu harus ternodai dengan pelemparan petasan ke arah Emil Audero yang dilakukan oleh oknum suporter Nerazzurri.
Tentu saja, pelemparan petasan tersebut membuat petinggi Inter Milan geram dengan aksi suporter timnya, dan meminta aparat untuk mengamankan pelaku pelempar flare kepada kiper berusia 28 tahun itu.
Tidak cuma petinggi Inter Milan saja yang kaget, tetapi Emil Audero juga merasa heran dengan aksi suporter yang melemparkan petasan yang mengenai dirinya.
Baca juga: Hubungan Harmonis Michael Carrick dengan Pemain Disebut Jadi Kunci Kebangkitan Manchester United
Bagi kiper kelahiran Mataram itu, hal tersebut merupakan sesuatu yang tidak bisa dipahami.
"Ini sesuatu yang sulit dicerna, karena anda berpikir bahwa mengingat keadaanya, itu bisa lebih buruk," ujar Emil Audero dalam wawancaranya yang dikutip dari Gazetta Dello Sports pada Senin (9/2/2026).
"Pada hari Minggu saya mendapatkan pukulan yang sangat keras di telinga dan lutut kanan saya, kulit di antara kaus kaki dan celana pendek saya terbakar. Sementara saya merasakan pukulan yang sangat keras di telinga saya, dan saya menjalani pemeriksaan untuk memastikan tidak adanya kerusakan," lanjutnya.
Lebih lanjut, Emil Audero juga melihat sesuatu yang mencurigakan di atas lapangan, dan hal tersebut memang sering terjadi.
Tapi yang bikin Emil Audero terkejut adalah, adanya ledakan di atas lapangan sehingga ia tidak sempat menghindar.
Baca juga: Cristiano Ronaldo Berencana Kembali ke Eropa, Al-Nassr Mulai Bidik Mohamed Salah
"Saya melihat sesuatu di tanah, tetapi itu sering terjadi dan anda menghadapinya tanpa rasa takut dan tetap fokus pada pertandingan. Saya mencoba menarik perhatian wasit dan dalam sekejap terjadi ledakan, saya tidak punya waktu untuk menghindar," tutur Audero melanjutkan.
Mantan kiper Inter Milan itu juga merasa heran, motivasi pelaku untuk melemparkan petasan ke dalam lapangan yang justru membahayakan banyak orang.
Ia juga mengingatkan, sepak bola sarana untuk kesenangan, keterampilan, kualitas dan juga gairah bukan untuk melakukan hal-hal yang negatif.
"Saya ingin bertanya kepada siapapun yang melempar petasan itu mengapa? Mengapa anda memutuskan untuk melukai orang lain dan diri sendiri? Jelaskan kepada saya arti dari semua ini. Sepak bola harus menyampaikan nilai-nilai, dan ia memiliki kekuatan yang cukup besar dalam hal itu" kata Emil.
Baca juga: Koni Boyolali Gelar Atraksi Aeromodeling Meriahkan Gowes dan Senam Bersama
"Sepak bola adalah tentang kesenangan, keterampilan, kualitas, komitmen dan juga gairah. Inilah prinsip-prinsip yang harus kita sampaikan. Itulah mengapa apa yang terjadi tidak dapat diterima, terutama pada saat sensitif seperti ini," tutur Emil Audero menutup wawancara.
Cremonese saat ini berada di peringkat ke-16 klasemen Serie A dengan koleksi 26 poin dalam 23 pertandingan. Pada laga berikutnya, La Cremo akan menghadapi Atalanta pada pekan ke-24 Serie A pada Selasa (10/2/2026) pukul 00.30 WIB dini hari.
Meskipun ia sempat terluka, tetapi Emil Audero dipastikan kembali akan dimainkan sejak awal pada laga melawan Atalanta dini hari nanti.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Gazetta Dello Sports