INDOZONE.ID - All England 2026 akan digelar di Utilita Arena Birmingham, pada 3 hingga 8 Maret mendatang. All England 2026 akan jadi kesempatan emas Indonesia untuk menebus kegagalan tahun lalu.
All England 2025 tidak berjalan sesuai harapan PBSI, bahkan para pencinta bulu tangkis di Tanah Air. Bagaimana tidak, para pebulu tangkis Indonesia kala itu gagal membawa pulang satu pun gelar juara.
Prestasi terbaik wakil Indonesia di All England 2025 adalah predikat runner up yang diraih ganda putra Leo Rolly Carnando/Bagas Maulana. Mereka kalah dari ganda putra Korea Selatan (Korsel), Kim Wo Ho/Seo Seung Jae di partai puncak.
Padahal, di All England 2024, Indonesia meraih dua gelar juara di sektor tunggal putra dan ganda putra. Jonatan Christie (tunggal putra) dan Fajar Alfian/Muhammad Rian Ardianto (ganda putra) keluar sebagai juara kala itu.
Tak ayal, kegagalan musim lalu jadi pukulan telak bagi pencinta bulu tangkis Indonesia. Hasil berbeda diharapkan didapatkan oleh para wakil Indonesia di All England 2026.
Berikut daftar Skuad Indonesia di All England 2026, melansir dari laman resmi BWF, Jumat (13/2/2026):
Tunggal putra
1. Jonatan Christie
2. Alwi Farhan
Tunggal putri
1. Putri Kusuma Wardani
Ganda putra
1. Fajar Alfian/Muhammad Shohibul Fikri
2. Sabar Karyaman Gutama/Moh. Reza Pahlevi Isfahani
3. Leo Rolly Carnando/Bagas Mualana
4. Raymond Indra/Nikolaus Joaquin
5. Rahmat Hidayat/Muhammad Rian Ardianto
Ganda putri
1. Febriana Dwipuji Kusuma/Meilysa Trias Puspitasari
2. Rachel Allessya Rose/Febi Setianingrum
3. Siti Fadia Silva Ramadhanti/Amallia Cahaya Pratiwi
Ganda campuran
1. Jafar Hidayatullah/Felisha Alberta Nathaniel Pasaribu
2. Amri Syahnawi/Nita Violina Marwah
Debutan di All England 2026
Dalam daftar skuad Indonesia untuk All England 2026, ada beberapa nama yang berstatus debutan. Mereka adalah Alwi Farhan (tunggal putra), Raymond Indra/Nikolaus Joaquin (ganda putra), dan Febi Setianingrum/Rachel Allessya Rose (ganda putri).
Baca juga: 15 Atlet Badminton Indonesia Disiapkan Berlaga di All England 2025
Mereka tampil oke dalam beberapa turnamen terakhir. Sebut saja, Alwi Farhan juarai Indonesia Masters 2026, Raymond/Nikolaus jadi yang terbaik di Thailand Masters 2026.
Seperti ketiga nama itu, Rachel/Febi juga mengukir prestasi dengan menjuarai Australia Open 2026 dan jadi semifinalis Indonesia Masters 2026.
Namun, kesiapan mental dibutuhkan mereka untuk tampil di All England 2026. Sebab, All England merupakan turnamen bulu tangkis tertua di dunia yang telah digelar sejak 1899.
Turnamen ini pun berlabel Super 1000 dalam kalender BWF, seperti China Open, Denmark Open, Indonesia Open, dan Malaysia Open.
Tak ayal, gelar juara All England amat bergengsi untuk diperebutkan oleh setiap pebulu tangkis yang mengikutinya. Untuk jadi juara di turnamen ini, kesiapan mental memegang peranan penting selain teknik dan fisik.
Peluang Wakil Indonesia di All England 2026
Menilik peta persaingan di All England 2026, para wakil Indonesia diprediksi akan dapat tantangan besar di setiap sektornya.
Namun, harapan Indonesia membawa pulang gelar juara tetap ada, terutama di sektor tunggal putra. Jonatan Christie diyakini punya peluang untuk berbicara banyak.
Baca juga: Jonatan Christie Akhiri 3 Dekade Puasa Gelar Tunggal Putra di All England
Pengalaman juara pada dua edisi sebelumnya, merupakan modal penting untuk pebulu tangkis berumur 28 tahun itu.
Apalagi, Jonatan kini sedang dalam performa yang cukup bagus, sehingga bisa menempati ranking empat dunia.
Ganda putra Indonesia, Fajar Alfian/Muhammad Shohibul Fikri, juga dinilai punya peluang untuk menjadi juara.
Kapasitas ganda putra ranking 5 dunia itu sudah terbukti kala menjuarai China Open 2025. Mereka cuma butuh konsisten tampil apik dalam setiap pertandingan.
Bagi para wakil Indonesia lainnya, peluang meraih hasil positif di All England 2026 tetap ada. Bagaimanapun, semua hal bisa terjadi dalam pertandingan sehingga kejutan bukan hal aneh di All England.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: BWF, Amatan