INDOZONE.ID - Pelatih Arsenal, Mikel Arteta kecewa, timnya gagal meraih kemenangan atas Wolverhampton Wanderers.
Momen itu terjadi saat pertandingan tunda pekan ke-26, Premier League pada Kamis, (19/2/2026) dini hari WIB.
Diketahui, dalam laga yang digelar di Molineux Stadium, Arsenal harus rela ditahan imbang oleh Wolverhampton Wanderers dengan skor 2-2.
Dalam laga tersebut, Arsenal padahal mampu unggul dua gol lebih dulu melalui gol dari Bukayo Saka (5') dan Piero Hincapie (56').
Sebelum akhirnya disamakan oleh Wolves di babak kedua melalui sepakan Hugo Bueno (61'), dan juga gol bunuh diri Ricardo Calafiori (90+4) usai gagal antisipasi tendangan keras Tom Edozie.
Hasil imbang tersebut membuat The Gunners gagal memperlebar jarak dengan Manchester City yang terus menguntit mereka di posisi kedua.
Kini, Arsenal hanya unggul 5 poin saja dari tim besutan Pep Guardiola yang berada di posisi kedua Premier League musim ini.
Baca juga: Kandidat Tak Lazim di Bursa Calon Presiden Barcelona: Eks Bintang Film Dewasa hingga Pemain Terompet
Tentu saja hasil tersebut cukup mengecewakan bagi Arsenal, khususnya sang pelatih Mikel Arteta, yang dalam dua pertandingan beruntun gagal membawa The Gunners memenangkan pertandingan.
Sebelumnya, klub asal London Utara itu juga bermain imbang 1-1 melawan Brentford pada pekan lalu.
Dalam wawancaranya usai pertandingan, Arteta menegaskan, timnya harus terbuka menerima setiap kritikan.
Tapi, ia juga mengatakan, Arsenal harus segera bangkit jelang laga Derby London Utara, melawan Tottenham Hotspur pada Minggu (22/2/2026) mendatang.
"Itu jelas pujian untuk Wolves, mereka tidak bisa diremehkan. Ada hal-hal yang sangat mendasar dan sederhana yang kami lakukan dengan sangat salah hari ini, dan itulah mengapa kami merasa, tanpa kebobolan banyak, ketika permainan terbuka hal semacam itu bisa terjadi," ujar Mikel Arteta dikutip dari ESPN.
"Pertanyaan, kritik, opini apa pun, Anda harus menerimanya dengan lapang dada hari ini. Itu saja. Setiap kritik, terimalah karena kami tidak tampil sesuai level yang dibutuhkan. Apa pun yang dikatakan orang bisa benar karena kami tidak melakukan apa yang harus kami lakukan. Cara untuk membuktikannya adalah di lapangan pada hari Minggu dalam kesempatan besar lainnya yang kita miliki," lanjutnya.
Baca juga: 5 Kiper Terbaik Dunia Sepanjang Masa, Urutan 3 Pernah Menangkan Ballon d'OR
Arsenal sudah tampil cukup bagus di babak pertama, namun memasuki babak kedua, mereka tampak kehilangan fokus sehingga harus kebobolan dua gol atas Wolves.
Oleh karena itu, Arteta merasa kecewa dan mengakui bahwa, performa timnya di bawah standar permainan mereka sebelumnya, terutama di babak kedua.
"Ini adalah momen kekecewaan, kami ingin banyak berbicara tentang perasaan kami, tetapi ini bukan saatnya untuk melakukan itu," kata Arteta memaparkan.
Melihat performa Arsenal yang menurun di babak kedua, Arteta akui timnya pantas untuk diimbangi oleh Wolverhampton Wanderers yang saat ini berada di dasar klasemen.
Ia juga mengatakan, meskipun timnya mampu mencetak dua gol, tapi realitanya timnya tidak pernah mendominasi permainan.
Baca juga: Daftar Lengkap Market Value Klub Liga 1: Persib Bandung Teratas, Diikuti Persija Jakarta!
"Ketika Anda berada di level ini dan di puncak, Anda harus menerima kekalahan, dan kekalahan hari ini memang pantas kami terima. Hari Minggu nanti kami akan menghadapi pertandingan besar," tutur pelatih berusia 43 tahun itu.
"Itu adalah momen demi momen yang tak terduga. Meskipun kami mencetak gol kedua, kami tidak pernah mendominasi permainan, itulah kenyataannya," sambungnya.
Sebelumnya, Arsenal sudah pernah memimpin perebutan gelar juara dalam tiga musim terakhir. Akan tetapi, mereka selalu finish di posisi kedua pada akhir musim.
Hasil imbang melawan Wolves dini hari tadi, membuat kekhawatiran akan kenangan pahit tersebut kembali terulang di musim ini.
Tentu, Arsenal harus bangkit dan membenahi performa mereka dalam beberapa pertandingan terakhir, untuk bisa mengakhiri puasa gelar Liga Inggris selama 22 tahun lamanya.
Arsenal terakhir kali menjuarai Premier League adalah, musim 2003/2004 lalu. Saat itu, The Gunners menjadi juara dengan status tidak terkalahkan.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: ESPN