INDOZONE.ID - Pelatih interim Tottenham Hotspur, Igor Tudor menilai bahwa level timnya masih jauh dibandingkan Arsenal setelah menelan kekalahan telak di Derby London Utara pada Minggu (22/2/2026) malam WIB.
Diketahui, dalam laga yang digelar di depan pendukungnya sendiri, Tottenham Hotspur harus akui kedigdayaan Arsenal setelah dihajar 4-1.
Dalam pertandingan tersebut, keempat gol Arsenal tercipta melalui brace Eberechi Eze (32',61') dan juga Viktor Gyokeres (47', 90+4'). Sementara itu, satu-satunya gol Tottenham Hotspur hanya mampu tercipta melalui Randal Kolo Muani pada menit ke-34 setelah memanfaatkan kesalahan Declan Rice.
Kekalahan ini membuat Tottenham Hotspur semakin terbenam di peringkat ke-16, berjarak hanya empat poin dengan West Ham United yang berada di zona degradasi.
Baca juga: Mikel Arteta Puji Performa Arsenal Usai Permalukan Tottenham Hotspur
Sementara itu, bagi Arsenal kemenangan atas Tottenham Hotspur sangatlah. Sebab, kemenangan tersebut membuat The Gunners kembali unggul 5 poin dari Manchester City di puncak klasemen.
Dalam wawancaranya seusai pertandingan, pelatih Tottenham Hotspur Igor Tudor buka suara soal kekalahan telak atas Arsenal. Menurutnya, level timnya masih berada di bawah tim besutan Mikel Arteta itu
"Ada kesenjangan besar antara kedua tim. Arsenal adalah salah satu tim terbaik di dunia. Mereka terlalu kuat bagi kami saat ini dengan masalah yang kami hadapi," ujar Igor Tudor dalam wawancaranya seusai pertandingan yang dikutip dari TNT Sports pada Senin (23/2/2026).
Lebih lanjut, Igor Tudor juga mengatakan bahwa kurangnya kepercayaan diri dari timnya sangat terlihat. Ia akui bahwa Tottenham Hotspur kini tengah berada dalam masalah. Namun, ia meminta agar para pemainnya untuk melakukan evaluasi.
Baca juga: Setelah Kalahkan Mario Barrios di Kelas Welter WBC, Ryan Garcia Tantang Shakur Stevenson
"Kurangnya kepercayaan diri kami terlihat jelas. Saya sangat sedih dan marah, tetapi di satu sisi, memahami situasi ini juga merupakan hal yang baik," tutur pelatih asal Kroasia itu melanjutkan.
"Saat ini, tim sedang menghadapi banyak masalah. Kuncinya adalah terus berlatih dari hari ke hari dan tetap rendah hati. Obatnya adalah setiap dari kita harus bercermin dan benar-benar berusaha mengubah kebiasaan," ujar pelatih berusia 47 tahun itu menutup wawancara.
Meski gagal meraih kemenangan, tetapi Tottenham Hotspur harus segera bangkit jika mereka ingin bertahan di Premier League musim depan.
Pada pertandingan berikutnya, Spurs akan menghadapi Fulham pada Minggu (1/3/2026) mendatang. Tentu saja, kemenangan menjadi harga mati bagi Micky Van de Ven dan kolega. Sebab, meraih kemenangan akan membantu The Lilywhites untuk menjauh dari zona degradasi.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: TNT Sports