INDOZONE.ID - Olahraga kini jadi hobi baru bagi para anak muda, terutama bagi mereka yang ingin memiliki tubuh estetik. Bagi kamu pegiat gym yang mengejar bentuk tubuh kekar, pernahkah dengar istilah sleeper build?
Sleeper build merupakan fenomena yang mulai tren di media sosial (medsos) TikTok. Sleeper build merupakan tubuh yang dari luar terlihat kurus dan lemah, tapi sebenarnya kekar waktu mengencangkan otot-ototnya.
Jika kamu sering datang ke gym, perkara mudah menemukan seseorang dengan tubuh kekar. Bahkan, ia tidak perlu mengencangkan ototnya untuk terlihat kekar.
Sementara itu, ada juga orang yang harus mengencangkan ototnya untuk memperlihatkan hasil kerja kerasnya di gym.
Baca juga: Cristiano Ronaldo Efek: Pemain Al-Nassr Kini Makin Kekar Tak Berlemak!
Seseorang dengan sleeper build, biasanya akan terlihat kurus saat memakai baju. Akan tetapi, kamu akan tercengang kala melihatnya mulai mengencangkan otot.
Bahkan, untuk menambah kesah sleeper build, ada orang yang menggunakan baju longgar. Tujuannya jelas, yaitu memberi kejutan saat ingin memamerkan otot mereka ke orang lain.
Asal Istilah Sleeper Build
Jika kamu berpikir istilah sleeper build berasal dari medsos, itu kurang tepat. Istilah ini ternyata berawal dari dunia komputer.
Istilah ini awalnya merujuk pada CPU tua yang ternyata menggunakan komponen-komponen pemrosesan modern. Jadi, luarnya tua, tapi muda di dalam.
Sleeper build juga merujuk pada dunia otomotif, tepatnya pada mobil dengan bodi jadul tapi punya desain atau mesin modern.
Cara Dapat Badan Sleeper Build
Setelah tahu asal istilah ini, tidakkah kamu ingin memiliki badan sleeper build? Seperti kaidah umum dalam usaha pembentukan tubuh, kamu tetap harus bekerja keras.
Dalam dunia olahraga, tidak ada hasil instan untuk dapat tubuh kekar alami. Oleh sebab itu, ada beberapa langkah yang bisa kamu terapkan untuk memiliki sleeper build, yaitu:
1. Diet
Diet amatlah penting dalam proses pembentukan tubuh. Diet berarti kamu harus mengatur asupan makanan yang dikonsumsi sehari-sehari. Tubuh kamu butuh gizi seimbang, terutama terkait protein.
Dalam pembentukan otot, diet kaya protein amat penting. Perbanyak konsumsi protein dengan sedikit lemak, seperti ikan atau ayam.
2. Defisit Kalori
Selanjutnya, kamu harus menerapkan defisit kalori, terutama untuk yang berat badannya berlebih. Kurangi asupan kalori hingga sesuai dengan pedoman harian.
Jika dapat melakukannya, tubuh akan mulai membakar lemak yang berujung pada bentuk lebih baik ketimbang sebelumnya.
Namun, kamu harus berhati-hati supaya tubuh tidak kekurangan asupan harian yang direkomendasikan. Kalau itu terjadi, tubuh akan masuk mode kelaparan sehingga metabolisme melambat yang berujung pada pengurangan pembakaran kalori dan penghematan energi.
Beberapa kasus ditemukan tubuh justru bertambah berat badan daripada alih-alih menurunkannya.
Baca juga: Usia 40 Tahun, Zlatan Ibrahimovic Pamer Body Kekar dan Perut Sixpack
3. Angka Beban
Terakhir, kamu harus rela meluangkan waktu untuk melakukan angkat beban. Angka beban akan membuat setiap otot di tubuh berkembang seiring berjalannya waktu.
Supaya dapat sleeper build, disarankan untuk fokus bagian tubuh atas, terutama lengan dan otot core.
Namun, kamu harus berhati-hati pada jumlah repetisi setiap gerakan. Ingat, tujuannya adalah tetap terlihat ramping tapi kekar saat mengencangkan otot, bukan tampak berotot saat rileks.
Kamu sudah siap untuk punya tuh sleeper build?
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Yahoo News