Senin, 09 MARET 2026 • 16:15 WIB

Xavi Hernandez Luapkan Kemaraha ke Joan Laporta Terkait Pemecatannya Sebagai Pelatih Barcelona

Author

Pelatih Barcelona, Xavi Hernandez. (photo/REUTERS/Albert Gea)

INDOZONE.ID - Xavi Hernandez baru-baru ini meluapkan kemarahan ke Joan Laporta. Hal itu dilakukan jelang pemilihan Presiden Barcelona yang akan bergulir kurang dari satu pekan lagi.

Joan Laporta awalnya difavoritkan untuk terpilih kembali sebagai presiden Barcelona. Namun kini, tampaknya Laporta mulai diragukan untuk terpilih kembali sebagai presiden Blaugrana, menyusul komentar negatif dari legenda klub Xavi Hernandez.

Dalam wawancaranya bersama La Vanguardia yang dilansir dari Football Espana pada Senin (9/3/2026), Xavi Hernandez merasa kecewa dengan Joan Laporta yang memecatnya sebagai pelatih Barcelona pada 2024 lalu.

Ia bahkan menyebutkan, pria berusia 63 tahun itu bukanlah pemimpin sejati bagi Barcelona, melainkan Alejandro Echevarria yang merupakan penasihat dekat Laporta.

Baca juga: Real Madrid Ikut Ramaikan Persaingan untuk Datangkan Sandro Tonali

Presiden Barcelona, Joan Laporta. (photo/REUTERS/Albert Gea)

"Saya kembali ke Barça sebagai manajer karena dia, tetapi pada akhirnya dia mengecewakan saya. Mengapa? Dia memecat saya sebagai pelatih tanpa mengatakan yang sebenarnya, dipengaruhi oleh seseorang yang menurut saya berada di atas presiden – yaitu Alejandro Echevarría. Dialah yang memecat saya sebagai pelatih," ujar Xavi Hernandez dikutip dari La Vanguardia, pada Senin (9/3/2026).

Lebih lanjut, Xavi juga secara blak-blakan membongkar cara kerja petinggi Barcelona. Ia bilang, klub berjuluk Blaugrana itu secara praktis dipimpin oleh Alejandro Echevarria selama ia masih menjadi pelatih.

Tentu saja, ia merasa kecewa saat dipecat sebaai pelatih Barcelona.

"Begitulah cara kerja Barça ini, praktis dipimpin oleh Alejandro Echevarría. (Laporta) adalah orang yang memiliki hubungan intim dengan saya, persahabatan, dan itulah mengapa dia mungkin kekecewaan terbesar dalam kepergian saya dari Barça. Dia benar-benar mengecewakan saya," lanjutnya.

Baca juga: Bernardo Silva Kemungkinan Segera Tinggalkan Manchester City Akhir Musim ini

Xavi Blak-blakan soal Pemecatannya Sebagai Pelatih Barcelona

Pelatih Barcelona, Xavi Hernandez. (photo/REUTERS/Nacho Doce)

Tak hanya itu, Xavi juga menjelaskan rinci pemecatannya sebagai pelatih Barcelona pada musim panas 2024 lalu.

Dengan pemecatannya sebagai pelatih Blaugrana, membuka jalan bagi Hansi Flick untuk menjadi pelatih Barca.

"Pada bulan Januari musim terakhir saya sebagai pelatih, saya memberi tahu mereka bahwa mulai Juni saya tidak akan melanjutkan demi kebaikan klub dan kebaikan pribadi saya. Sejak saat itu, tim terus menang dan tetap seperti itu selama dua atau tiga bulan hingga kami kalah di Liga Champions dari PSG dan di La Liga dari Real Madrid," kata Xavi Hernandez memaparkan.

"Mereka terus-menerus mengatakan bahwa saya harus tetap tinggal, mereka mencoba meyakinkan saya. Saya sebenarnya melakukan pertemuan tatap muka dengan Alejandro karena saya tahu bahwa dialah yang memutuskan segalanya dan saya mengatakan kepadanya bagaimana pandangannya, saya berkata 'lihat, saya ragu karena Anda menyuruh saya untuk melanjutkan tetapi saya tidak melihatnya dengan jelas' dan dia mengatakan kepada saya bahwa ya, mereka sedang mempersiapkan untuk tahun depan, bahwa mereka sedang merencanakan, bahwa presiden sudah jelas tentang hal itu," lanjutnya.

Baca juga: Kalah atas Groningen, Maarten Paes Ungkap Ruang Ganti Ajax Sempat Memanas

Xavi juga menceritakan setelah kekalahan Barcelona atas PSG. Kala itu, Alejandro Echevarria mengajaknya bertemu.

Padahal saat itu, petingi klub sudah menggelar rapat direksi, dan sebagian besar tidak melihat kelanjutannya sebagai pelatih Barcelona.

Echevarria juga meminta Xavi datang ke tempat latihan, hingga akhirnya ia memutuskan untuk tidak melanjutkan pekerjaannya sebagai pelatih Barcelona.

"Namun, kekalahan melawan PSG terjadi… Saat itu Alejandro menelepon saya, saya ingat karena saya sedang pulang sekolah bersama anak-anak, dan dia mengatakan bahwa kami harus bertemu, bahwa mereka telah mengadakan rapat dewan direksi dan sebagian besar dari mereka tidak melihat kelanjutan saya dengan jelas, dan Alejandro menyuruh saya datang ke tempat latihan. Di sana saya mengatakan kepadanya bahwa tidak ada masalah, bahwa saya sudah mengatakan akan pergi dan saya tidak perlu melanjutkan," ujar Xavi menutup wawancara.

Dari pemaparan Xavi tersebut terkait perlakuan Joan Laporta kepadanya saat melatih Barcelona, tidak mengherankan jika mantan pemain berusia 45 tahun itu mendukung Victor Font sebagai presiden Barcelona berikutnya.

 

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: La Vanguardia, Football Espana

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU