Rabu, 18 MARET 2026 • 13:28 WIB

Skandal! CAF Berikan Gelar Juara Piala Afrika 2025 kepada Maroko

Author

Timnas Maroko sebelum bertanding. (REUTERS/Siphiwe Sibeko)

INDOZONE.ID - Maroko secara mengejutkan diberikan gelar juara Piala Afrika 2025 oleh Konfederasi Sepak Bola Afrika (CAF) pada Selasa 17 Maret 2026, waktu setempat.

Keputusan itu diberikan usai hakim banding membatalkan kemenangan 1-0 Senegal atas Maroko di final pada Januari lalu.

CAF menyatakan dewan bandingnya menyebut Senegal telah kalah di final Piala Afrika 2025. Tak ayal, kemenangan 1-0 Senegal yang diraih dalam babak perpanjangan waktu, menjadi kekalahan WO 0-3 dari Maroko.

Di final Piala Afrika pada 18 Januari 2026 lalu, Senegal sempat meninggalkan lapangan sebagai bentuk protes selama waktu tambahan selama 15 menit.

Para penggemar mencoba untuk memasuki lapangan saat Maroko diberikan penalti yang seharusnya menjadi penentu pertandingan.

Saat pertandingan dilanjutkan, Brahim Diaz melakukan penalti panenka yang digagalkan oleh Edouard Mendy. Tak lama kemudian, Senegal mencetak satu-satunya gol kemenangan mereka di babak perpanjangan waktu.

Baca juga: Daftar 4 Tim Sementara Yang Lolos ke Babak Perempat Final Liga Champions

Senegal juara Piala Afrika 2025. (REUTERS/Amr Abdallah Dalsh)

Melansir dari laporan ESPN, Rabu (18/3/2026), ketegangan di stadion meningkat setelah Senegal gagal mencetak gol sebelum hadiah penalti diberikan kepada Maroko.

Memasuki menit kedua tambahan waktu, gol Senegal yang tampaknya dianulir karena pelanggaran Abdoulaye Secki. Tapi, jika dilihat dari tayangan ulang di TV, tampak ada kontak kecil dengan Achraf Hakimi.

Pada sidang disiplin, CAF awalnya menjatuhkan denda lebih dari 1 juta USD atau Rp16,9 miliar dan larangan bagi pemain serta ofisial Senegal dan Maroko, tetapi tak mengubah hasil akhir.

Namun, kini Maroko telah resmi diberi gelar juara Piala Afrika oleh CAF. Keputusan CAF tersebut mengutip dari pasal 82 peraturan turnamen yang berbunyi:

Baca juga: Rekor Smash Tercepat Badminton Dunia Tembus 565 Km/Jam, Jauh Lebih Cepat dari F1

"jika, karena alasan apa pun, sebuah tim menarik diri dari kompetisi atau tidak melapor untuk pertandingan, atau menolak untuk bermain atau meninggalkan lapangan sebelum berakhirnya pertandingan tanpa izin dari wasit, tim tersebut akan dianggap kalah dan akan tersingkir secara permanen dari kompetisi saat ini," bunyi pasal 82 peraturan turnamen Piala Afrika soal tim yang meninggalkan lapangan sebelum pertandingan berakhir.

Keputusan CAF yang memberikan gelar juara kepada Maroko, membuat tim berjuluk The Atlas Lions tersebut memenangkan gelar untuk pertama kalinya sejak 1976 lalu. Ini sekalius menggagalkan Senegal untuk meraih gelar keduanya.

Setiap banding yang diajukan Senegal ke CAS, biasanya membutuhkan waktu selama sekitar satu tahun untuk mencapai putusan akhir.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: ESPN

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU