INDOZONE.ID - Musim kompetisi Premier League 2025-2026 telah memasuki fase krusial.
ESPN merilis daftar pemain paling berharga (MVP) di enam klub papan atas: Arsenal, Chelsea, Liverpool, Manchester City, Manchester United, dan Tottenham Hotspur.
Peringkat ini melihat kombinasi faktor kemampuan dan taktik. Banyak perubahan terjadi sejak edisi November lalu, seiring cedera, perubahan formasi, hingga pergantian manajer yang mewarnai perjalanan musim.
Baca juga: Andy Robertson: Skotlandia Lolos Piala Dunia Jadi Pelipur Musim Sulit Bersama Liverpool
Arsenal: Declan Rice Paling Berpengaruh
The Gunners konsisten di puncak klasemen sejak Oktober. Meski kehilangan gelar Carabao Cup dari Manchester City, peluang treble masih terbuka. Rice menjadi pemain nomor satu di Arsenal versi terbaru.
Gelandang berusia 26 tahun itu mencatatkan sembilan assist dan memenangkan bola terbanyak (187). Ia juga menempati peringkat kedua dalam jarak lari terjauh di tim.
Ia digambarkan sebagai simbol taktik Arsenal yang memadukan kemampuan teknis dengan fisik luar biasa.
Gabriel Magalhães berada di peringkat kedua. Bek Brasil ini menjadi ancaman utama dari situasi bola mati dengan dua gol dan tiga assist dari skema corner. Raya melengkapi tiga besar berkat penyelamatan-penyelamatan krusial, meski tak banyak disibukkan tembakan lawan.
Baca juga: Comeback Pahit Ben White: Diboikot Saat Cetak Gol, Beri Lawan Penalti di Menit Akhir
Saka yang biasanya menjadi andalan justru turun drastis ke peringkat enam. Tujuh pemain Arsenal tercatat lebih sering tampil darinya musim ini, menandakan tim tak lagi bergantung pada winger Inggris tersebut.
Chelsea: James Masih Jadi Kapten di Tengah Badai Cedera
Musim Chelsea penuh gejolak. Mereka kehilangan manajer Enzo Maresca yang digantikan Liam Rosenior. Performa tak stabil membuat mereka terancam gagal ke Liga Champions.
Reece James dinobatkan sebagai pemain paling vital. Ia baru saja meneken kontrak enam tahun dan disebut klub sebagai "pemimpin tim, baik di dalam maupun luar lapangan".
Sayangnya, ia kembali cedera hamstring yang kesepuluh kalinya dalam karier.
Baca juga: Oyarzabal Cetak Dua Gol, Spanyol Hancurkan Serbia dalam Uji Coba Piala Dunia
Moises Caicedo di peringkat kedua. Gelandang Ekuador itu memimpin tekel dan intersep di tim (94). Ia jarang absen dan menjadi fondasi di lini tengah.
Enzo Fernandez melengkapi tiga besar. Gelandang Argentina itu mencatat menit bermain terbanyak di skuat Chelsea (3.661 menit). Ia menunjukkan fleksibilitas luar biasa dengan ditempatkan di berbagai peran di lini tengah.
Satu nama besar yang kembali masuk adalah Cole Palmer di posisi lima. Meski bukan musim terbaiknya karena cedera, ia tetap mencatat 13 kontribusi gol.
Liverpool: Szoboszlai Bersinar di Tengah Musim Buruk
Liverpool mengalami musim yang jauh dari ekspektasi. Investasi besar musim panas tak berbuah hasil. Namun, Dominik Szoboszlai menjadi titik terang.
Baca juga: Rashford Jadi Pemain Terbaik Inggris Saat Imbang Lawan Uruguay, White Kembali dengan Drama
Gelandang Hungaria itu dinobatkan sebagai pemain terpenting Liverpool. Ia mencatat 19 kontribusi gol meski harus bermain di berbagai posisi, termasuk bek kanan.
Ia disebut sebagai penentu standar dan pemimpin tim.
Virgil van Dijk di peringkat dua. Bek senior itu masih jadi pilar di jantung pertahanan. Ia juga berkontribusi delapan gol dari skema bola mati.
Hugo Ekitiké menjadi satu-satunya rekrutan musim panas yang tampil konsisten. Ia diprediksi akan menembus 20 gol musim ini. Ia berada di peringkat tiga.
Salah yang biasanya menjadi andalan justru merosot ke peringkat 10. Musim ini ia baru mencetak lima gol—jauh dari rata-rata 18 gol per musim sebelumnya.
Klub pun mengumumkan bahwa musim ini akan menjadi musim terakhirnya di Anfield.
Baca juga: Bantai Saint Kitts and Nevis 4-0, Timnas Indonesia Tantang Bulgaria di Final FIFA Series 2026!
Manchester City: Haaland Tetap Raja di Tengah Revolusi Taktic
City tampil tak biasa musim ini. Guardiola beberapa kali mengubah taktik dan merekrut pemain baru di Januari. Erling Haaland tetap menjadi pemain nomor satu.
Haaland mencatat 37 gol dan assist, tertinggi di Premier League dengan selisih 12 poin dari pemain lain. Ia dinilai pantas mempertahankan posisi puncak.
Rodri kembali ke peringkat dua setelah pulih cedera ACL. Ia menunjukkan dominasi di lini tengah dan memiliki kemenangan duel udara tertinggi di tim (77,8 persen).
Bernardo Silva di peringkat tiga. Gelandang 31 tahun itu masih menjadi motor permainan dengan intensitas tinggi. Ia akan menjadi kehilangan besar jika hengkang di akhir kontrak.
Dua rekrutan Januari, Marc Guéhi (posisi 8) dan Antoine Semenyo (posisi 7), langsung menjadi pemain krusial. Guéhi menstabilkan lini belakang, sementara Semenyo mencetak tujuh gol sejak bergabung.
Baca juga: Amankan 2 Laga FIFA Series 2026 di GBK Hari Ini, Polda Metro Kerahkan 1.300 Personel
Manchester United: Fernandes Kembali Jadi Penguasa
Musim United dimulai dengan buruk di bawah Rúben Amorim. Namun, kedatangan Michael Carrick sebagai pelatih sementara membangkitkan tim. Bruno Fernandes kembali menjadi nomor satu dengan selisih jauh dari pemain lain.
Gelandang Portugal itu memimpin Premier League dalam assist (16), peluang diciptakan (101), dan ekspektasi assist (9,08). Ia disebut sebagai dalang kreatif dan mulai masuk dalam perbincangan pemain terbaik musim ini.
Matheus Cunha di peringkat dua. Meski produktivitas golnya turun dibanding musim lalu, ia tetap jadi bintang dengan kualitas luar biasa di area akhir.
Lucas Lammens di posisi tiga. Kiper Belgia itu mencatatkan pencegahan gol tertinggi ketiga di liga (5,21 gol) dan dinilai sukses mengamankan kotak penalti.
Baca juga: Jadwal Timnas Indonesia di FIFA Series 2026 Hari Ini: Ujian Pertama John Herdman!
Luke Shaw (posisi empat) menjadi kejutan. Setelah dua tahun dilanda cedera, ia kini mencatat menit bermain terbanyak di United musim ini.
Tottenham: Romero Jadi Pemimpin di Tengah Badai Degradasi
Spurs mengalami musim terburuk dalam sejarah mereka. Mereka belum pernah menang di liga sepanjang 2026. Ancaman degradasi nyata menghantui.
Cristian Romero dinobatkan sebagai pemain paling vital. Bek Argentina itu dianggap terlalu berkualitas untuk berada di posisi ini. Ia adalah kapten tim, pengumpan terbaik dari belakang, dan hanya tiga pemain yang punya kontribusi gol lebih banyak darinya (8).
Archie Gray melompat ke peringkat dua. Pemain 20 tahun ini menjadi simbol semangat juang Spurs dengan bermain di berbagai posisi—dari bek kiri hingga gelandang tengah.
Baca juga: Gak Main-main, John Herdman Tegaskan Tekadnya Bawa Timnas Indonesia Lolos ke Piala Dunia 2030
Richarlison yang dulu sering absen dari daftar kini menjadi peringkat tiga. Penyerang Brasil ini dianggap sebagai tipe pemain yang tepat untuk situasi degradasi: tak kenal lelah dan pantang menyerah.
Gelandang muda Pape Sarr dan bek kanan Pedro Porro melengkapi lima besar, berkat usaha maksimal mereka meski performa tim buruk.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: ESPN