Senin, 30 MARET 2026 • 14:00 WIB

Igor Tudor Dipecat Tottenham setelah 44 Hari: Garis Waktu Kekacauan yang Menyeret Spurs ke Jurang Degradasi

Author

Pelatih Tottenham Hotspur, Igor Tudor (X @FabrizioRomano)

INDOZONE.ID - Tottenham Hotspur resmi mengakhiri kerja sama dengan Igor Tudor sebagai manajer pada Minggu (29/3). Keputusan tersebut diumumkan klub sebagai hasil kesepakatan bersama, setelah masa kepelatihannya yang sangat singkat, hanya 44 hari.

Pelatih asal Kroasia itu gagal memberikan dampak positif bagi tim. Selama menukangi Spurs, Tudor tidak mampu meraih satu pun kemenangan di Premier League. Rentetan hasil buruk tersebut membuat Tottenham terpuruk di peringkat ke-17 klasemen sementara, hanya terpaut satu poin dari zona degradasi.

Awal Berat di Derby London Utara

Tudor ditunjuk pada 13 Februari untuk menggantikan Thomas Frank yang sebelumnya dipecat. Ia datang dengan reputasi sebagai pelatih berpengalaman, setelah sempat menangani klub-klub besar seperti Juventus dan Marseille.

Namun, debutnya langsung dihadapkan pada tantangan berat. Pada 22 Februari, Tottenham harus melakoni Derby London Utara melawan Arsenal yang saat itu sedang dalam performa puncak.

Hasilnya, Spurs kalah telak 1-4. Tudor pun mengakui adanya perbedaan kualitas yang signifikan antara kedua tim.

"Arsenal mungkin salah satu tim terbaik di dunia saat ini. Ada jarak yang cukup besar antara kami dan mereka," ujar Tudor usai pertandingan.

Baca juga: Jelang Laga Kontra Liverpool, Igor Tudor Akui Tottenham Berada Dalam Situasi Sulit

Rentetan Kekalahan dan Tekanan Suporter

Setelah hasil buruk tersebut, performa Tottenham tak kunjung membaik. Mereka kembali menelan kekalahan 1-2 dari Fulham, sebelum dipermalukan Crystal Palace 1-3 di kandang sendiri.

Situasi ini memicu kekecewaan suporter. Dalam laga melawan Palace, sejumlah fans bahkan memilih meninggalkan stadion sebelum pertandingan berakhir sebagai bentuk protes terhadap performa tim.

Mimpi Buruk di Kompetisi Eropa

Performa buruk Spurs juga berlanjut di Liga Champions. Pada 10 Maret, mereka menghadapi Atletico Madrid dalam laga tandang.

Tottenham tampil sangat buruk di awal pertandingan dengan kebobolan tiga gol hanya dalam 17 menit pertama. Dua kesalahan fatal kiper Antonin Kinsky menjadi sorotan.

Tudor kemudian mengambil keputusan kontroversial dengan menarik keluar Kinsky pada menit ke-17. Langkah ini menuai kritik dari berbagai pihak, termasuk legenda sepak bola yang menilai keputusan tersebut terlalu ekstrem.

Meski demikian, Tudor membela keputusannya dengan menyebut hal itu dilakukan untuk melindungi tim dan sang pemain.

Sempat Bangkit, Namun Tak Bertahan Lama

Kekecewaan para pemain Tottenham Hotspur usai kalah 5-2 atas Atletico Madrid di leg pertama babak 16 besar Liga Champions pada Rabu (11/3/2026) dini hari (REUTERS)

Di tengah tekanan, Tottenham sempat menunjukkan tanda-tanda kebangkitan. Pada 15 Maret, mereka berhasil menahan imbang Liverpool 1-1 lewat gol dramatis di masa injury time.

Tiga hari berselang, Spurs meraih kemenangan 3-2 atas Atletico Madrid di leg kedua Liga Champions. Namun, hasil tersebut belum cukup untuk membawa mereka lolos, karena kalah agregat 5-7.

Harapan itu kembali sirna setelah Tottenham dibantai Nottingham Forest 0-3 di kandang sendiri pada 22 Maret. Kekalahan tersebut semakin memperburuk posisi Spurs di klasemen.

Usai laga, Tudor tidak menghadiri sesi konferensi pers karena alasan pribadi. Belakangan diketahui ia tengah berduka setelah kehilangan ayahnya.

Baca juga: Igor Tudor Sesalkan Kekalahan Telak Tottenham Hotspur atas Atletico Madrid di Leg Pertama Liga Champions

Akhir Kerja Sama

Satu pekan setelah kekalahan tersebut, Tottenham akhirnya memutuskan berpisah dengan Tudor. Dalam periode singkatnya, ia hanya mencatatkan satu kemenangan dan satu hasil imbang dari total tujuh pertandingan di semua kompetisi.

"Klub dapat mengonfirmasi bahwa Igor Tudor telah meninggalkan jabatannya sebagai manajer berdasarkan kesepakatan bersama, efektif segera," tulis pernyataan resmi Tottenham.

Manajemen juga menyampaikan apresiasi atas dedikasi Tudor dan stafnya selama menjabat, sekaligus memberikan dukungan atas situasi pribadi yang sedang dihadapinya.

Tantangan Berat di Sisa Musim

Kepergian Tudor meninggalkan pekerjaan rumah besar bagi Tottenham. Klub kini berada dalam posisi rawan degradasi dengan hanya tujuh pertandingan tersisa musim ini.

Manajemen Spurs dipastikan akan segera bergerak mencari pelatih baru yang mampu menyelamatkan tim dari ancaman turun kasta, sekaligus membangun kembali stabilitas performa di sisa kompetisi.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Espn.com

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU