Rabu, 01 APRIL 2026 • 08:10 WIB

Marc Cucurella Bicara Kekalahan dari PSG: Tim Kurang Pengalaman, Maresca Tak Seharusnya Dipecat

Author

Marc Cucurella saat bermain di Chelsea (Instagram/@cucurella3)

INDOZONE.ID - Bek kiri Chelsea, Marc Cucurella, angkat bicara tentang masa sulit yang dihadapi klub musim ini. 

Dalam wawancara eksklusif dengan The Athletic, ia mengakui Chelsea "membayar harga" mahal karena kurangnya pengalaman di lini skuat.

Pemain asal Spanyol itu juga mengkritik keputusan klub memecat Enzo Maresca pada Januari lalu. Menurutnya, perubahan di tengah musim hanya menambah ketidakstabilan.

Dipermalukan PSG, Kurang Pengalaman Jadi Biang Kerok

Chelsea tersingkir dari Liga Champions setelah kalah agregat 2-8 dari PSG. Cucurella menyebut kekalahan itu sebagai yang paling menyakitkan.

Baca juga: Bernardo Silva akan Tinggalkan Manchester City Akhir Musim Nanti

"Kami kekurangan pengalaman. Bagi banyak pemain, ini pertama kalinya bermain di pertandingan sekaliber itu, dan kami membayar harganya," ujar Cucurella.

"Kami melakukan kesalahan, mencoba menyerang tanpa struktur yang jelas, dan PSG memanfaatkannya."

Kritik Pedas untuk Kebijakan Rekrutmen

Cucurella memahami kebijakan klub yang merekrut pemain muda dan melihat ke masa depan. Namun, ia menilai ketidakseimbangan skuat menjadi masalah.

"Untuk memperebutkan trofi besar seperti Premier League atau Liga Champions, Anda butuh lebih dari sekadar pemain muda. Melawan PSG, kami kekurangan pemain yang pernah melalui situasi seperti itu," katanya.

Baca juga: Desire Doue Cetak Dua Gol, Prancis Hancurkan Kolombia 3-1 dalam Laga Uji Coba

Ia menambahkan bahwa klub perlu menemukan keseimbangan antara merekrut bakat muda dan pemain berpengalaman.

Maresca Tak Seharusnya Dipecat

Cucurella secara terbuka mempertanyakan keputusan memecat Maresca, yang telah membawa Chelsea meraih Piala Dunia Antarklub pada Juli lalu.

"Kami tahu apa yang Maresca inginkan dari kami. Memenangkan gelar seperti Piala Dunia Antarklub juga membantu, memperkuat ikatan," ujarnya.

"Saat Maresca pergi, itu berdampak besar pada kami. Jika Anda bertanya kepada saya, saya tidak akan mengambil keputusan ini. Untuk melakukan perubahan seperti itu, hal terbaik adalah menunggu hingga akhir musim."

Ia menyebut ketidakstabilan di sekitar klub berakar dari keputusan ini. 

"Kami punya pelatih sementara dulu, lalu manajer baru, dengan ide baru dan tanpa waktu untuk melatihnya. Begitulah adanya," katanya.

Baca juga: Timnas Indonesia Gagal Cetak Gol Lawan Bulgaria, Kelakar John Herdman: Tanya ke Mistar Gawang

Rosenior dan Tantangan Jadwal Padat

Cucurella membela Liam Rosenior yang menggantikan Maresca. Ia menyebut Rosenior orang yang sangat baik dan memiliki ide bagus. Namun, jadwal padat membuat tim tak punya waktu untuk berlatih.

"Kami tidak punya waktu untuk melatih (ide-idenya). Kami bertanding setiap tiga hari. Dalam konteks ini, wajar jika rencana kadang tidak berjalan," ujarnya.

Hukuman untuk Ketidakstabilan

Cucurella membandingkan situasi Chelsea dengan Arsenal. The Gunners telah bersama Mikel Arteta selama hampir tujuh tahun dan kini bersaing memperebutkan trofi.

Baca juga: Kalah 0-1 dari Bulgaria di FIFA Series 2026, John Herdman: Timnas Indonesia Seharusnya Menang!

"Kepercayaan pada proyek itu memberi imbalan," katanya.

Ia juga menyinggung soal huddle pra-pertandingan yang sempat menjadi sorotan saat wasit Paul Tierney masuk ke tengah lingkaran pemain. Cucurella menyebut itu sebagai bentuk kurang hormat.

"Dia bisa datang dan memberi tahu kami, 'Lihat, kamu tidak bisa melakukan itu karena alasan ini.' Tapi dia malah datang dan berdiri di tengah. Saya pikir dia ingin momennya sendiri," ujarnya.

Fokus ke Piala Dunia

Di tengah situasi sulit di Chelsea, Cucurella mendapat "napas segar" bersama timnas Spanyol. Ia menjadi bagian dari skuat yang menjadi juara Eropa 2024 dan kini menatap Piala Dunia 2026.

"Ya, saya pikir (Spanyol adalah favorit). Kami pantas mendapatkan orang-orang percaya pada kami. Tim penuh harap untuk Piala Dunia sekarang," ujarnya.

Baca juga: Timnas Indonesia Dipermalukan 0-1 dari Bulgaria di FIFA Series 2026

Ia menyebut Inggris sebagai salah satu pesaing terberat, terutama dengan kehadiran Thomas Tuchel yang pernah melatihnya di Chelsea.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Sky Sports

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU