Jumat, 03 APRIL 2026 • 15:32 WIB

FIFA Series 2026 Usai, John Herdman Akan Evaluasi Timnas Indonesia dengan Kepala Dingin

Author

Pelatih Timnas Indonesia, John Herdman, dalam konferensi pers usai kalah 0-1 dari Bulgaria di Final FIFA Series 2026. (INDOZONE/Andika Pratama)

INDOZONE.ID - John Herdman memulai kampanye sebagai Pelatih Timnas Indonesia dengan predikat runner-up FIFA Series 2026. Skuad Garuda gagal jadi juara usai takluk 0-1 oleh Bulgaria di final.

Timnas Indonesia melaju ke final usai menang 4-0 atas Saint Kitts and Nevis. Seperti Timnas Indonesia, Bulgaria pun melaju ke final usai menghabisi lawan sebelumnya, yaitu Kepulauan Solomon, dengan skor mencolok 10-2.

Pelatih Timnas Indonesia, John Herdman, salaman dengan Ketum PSSI, Erick Thohir. (Antara Foto/Asprilla Dwi Adha)

Di atas kertas, Timnas Indonesia lebih lemah ketimbang Bulgaria yang pernah jadi semifinalis Piala Dunia 1994. Akan tetapi, permainan di partai puncak menunjukkan sebaliknya.

Tanding di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Senin 30 Maret 2026, Timnas Indonesia mengejutkan Bulgaria. Bagaimana tidak, Timnas Indonesia mendominasi penguasaan bola hingga 71 persen.

Baca juga: Erick Thohir Acungi Jempol Transformasi Timnas Indonesia di Bawah Asuhan John Herdman

Sayangnya, gawang Timnas Indonesia yang dikawal Emil Audero Mulyadi, justru bobol dari titik putih oleh Marin Petkov pada menit ke-38.

Setelah tertinggal, Timnas Indonesia beberapa kali mengancam gawang Bulgaria, terutama pada babak kedua.

Timnas Indonesia bahkan mencatatkan dua peluang emas melalui Ole Romeny (72’) dan Rizky Ridho (87’), tapi digagalkan mistar gawang. Pada akhirnya, Timnas Indonesia kalah tipis dari Bulgaria.

Menilik kekalahan tersebut, John Herdman tentu akan melakukan evaluasi untuk memperbaiki kelemahan Timnas Indonesia. Akan tetapi, ia tidak melakukannya sesaat setelah pertandingan.

Karena sangat ingin memenangkan pertandingan kontra Bulgaria, John Herdman mengaku amat emosional saat pertandingan berakhir.

Supaya lebih objektif, ia akan menelaah apa saja kelemahan dan kekuatan Timnas Indonesia nanti saat kepalanya sudah lebih dingin.

"Untuk perbaikan, saya akan meninjau pertandingan dalam dua minggu ke depan. Saat ini saya masih emosional karena kami sangat ingin menang," kata John Herdman dalam jumpa pers setelah final, dikutip pada Jumat (3/4/2026).

"Saya selalu mengatakan, jangan berbicara terlalu banyak saat emosi. Saya perlu mundur sejenak, menilai pertandingan dengan kepala dingin, dan melihat kekuatan tim terlebih dahulu, hal-hal yang bisa kami bangun," tambahnya. 

Timnas Indonesia Butuh Waktu untuk Jadi Lebih Baik

Sementara itu, dalam dua pertandingan di FIFA Series 2026, Timnas Indonesia menunjukkan kemampuan adaptasi terhadap lawan.

Timnas Indonesia bisa memakai dua sistem saat menghadapi lawan berbeda. John Herdman menilai itu sebagai kekuatan, terutama untuk melawan tim yang lebih kuat.

Aksi pemain Timnas Indonesia Dony Tri Pamungkas lawan Bulgaria di FIFA Series 2026. (Antara Foto/Asprilla Dwi Adha)

Bahkan, John Herdman meyakini permainan Timnas Indonesia bisa lebih baik lagi jika punya lebih banyak waktu untuk berlatih. Ia yakin permainan Timnas Indonesia akan lebih baik di FIFA Matchday Juni nanti.

"Kami hanya butuh waktu. Di jeda internasional Juni nanti, saya berharap punya waktu lebih panjang untuk memperkuat pola serangan, pergerakan di sepertiga akhir, timing masuk ke kotak penalti," kata pelatih berusia 50 tahun itu.

"Kami sudah masuk ke area bagus, tetapi umpan silang belum cukup tajam, belum otomatis. Itu akan datang dengan latihan lebih banyak," pungkasnya.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Liputan

Author
TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU