INDOZONE.ID - Viktor Gyokeres akan kembali ke Lisbon pada Selasa (7/4/2026) untuk laga besar. Ia membawa Arsenal bertandang ke markas Sporting CP pada leg pertama perempat final Liga Champions.
Ini adalah pertama kalinya Sporting mencapai fase ini di era Liga Champions. Kebangkitan mereka bukan kebetulan, karena klub sedang menikmati masa terbaik dalam sejarah modern.
Namun, ada ironi di balik kesuksesan Sporting. Pemain yang paling berperan dalam kebangkitan mereka justru akan mencoba mengakhiri mimpi indah itu.
Gyokeres: Dari Coventry Menjadi Legenda Sporting
Gyokeres bergabung dengan Sporting dari Coventry City pada 2023. Ia langsung menjelma menjadi mesin gol dengan 97 gol dalam 102 pertandingan.
Rekor ini membuatnya masuk dalam jajaran elite. Hanya tiga pemain dalam sejarah sepak bola Portugal yang memiliki rasio gol per pertandingan lebih baik darinya.
Mereka adalah Fernando Peyroteo, legenda Eusebio, dan Mario Jardel. Prestasi ini terbilang luar biasa, mengingat Sporting hanya membayar sekitar 20 juta euro untuk pemain dari Coventry.
Legenda Sporting, Ricardo Sa Pinto, menyebut ini sebagai salah satu kesepakatan terbaik dalam sejarah klub. "Dari sisi finansial dan sepak bola, ini tanpa ragu adalah kesepakatan top," ujarnya.
Kepergian yang Berliku ke Arsenal
Musim panas lalu, kepergian Gyokeres ke Arsenal tidak berlangsung mulus. Sang striker sempat absen dalam pramusim, melewatkan beberapa sesi latihan, dan menolak kembali ke Lisbon.
"Itu menyedihkan. Tapi tidak ada yang bisa saya lakukan berbeda. Itu bukan sesuatu yang bisa saya kendalikan," kata Gyokeres kemudian.
Sa Pinto memahami situasi tersebut. "Kepergian selalu rumit. Ada semacam kebuntuan saat itu, dengan klub mempertahankan kepentingannya," jelasnya.
"Namun, itu tidak berarti mereka tidak menyukainya. Fans jelas menyukainya dan memahami situasinya." Sebuah jajak pendapat menunjukkan 50 persen pendukung Sporting tetap akan memberi tepuk tangan.
Pelatih Sporting, Rui Borges, yakin Gyokeres akan disambut hangat. "Ia menandai sejarah Sporting dan pantas mendapat pengakuan ini," kata Borges.
Sistem Rekrutmen yang Ciamik
Gyokeres adalah produk dari jaringan pencarian bakat Sporting yang terus berkembang. Mereka konsisten mengganti pemain kunci yang hengkang tanpa penurunan kualitas.
Nama-nama seperti Ivan Fresneda, Maxi Araujo, Ousmane Diomande, Pedro Goncalves, dan Luis Suarez menjadi bukti. Sporting selalu selangkah lebih maju di pasar transfer.
Stabilitas di tingkat manajemen juga menjadi kunci kebangkitan. "Keputusan terpusat pada dua atau tiga orang. Mereka melindungi pemain, menjaga ruang ganti tetap solid," kata Sa Pinto.
Selama 20–30 tahun terakhir, Sporting kerap merasa dirugikan oleh berbagai keputusan. Pengenalan VAR membantu menyeimbangkan sepak bola Portugal.
Sporting Bantahan Finansial di Tengah Raksasa Eropa
Dari delapan tim di perempat final Liga Champions, tujuh masuk dalam 15 besar pendapatan dunia versi Deloitte Football Money League 2026. Sporting menjadi satu-satunya pengecualian.
Bahkan, mereka tidak masuk 30 besar. Namun, Sporting justru mencatatkan laba selama empat musim berturut-turut, dengan total 82,3 juta euro.
Ini menjadi pencapaian luar biasa di tengah dominasi finansial klub-klub besar Eropa. Sporting membuktikan bahwa manajemen yang baik mampu bersaing dengan kekuatan uang.
Mimpi Mengulang Sejarah
Terakhir kali Sporting mencapai semifinal Eropa adalah dua kali bersama Sa Pinto. Pertama sebagai pemain di Piala UEFA 2004–2005, lalu sebagai pelatih di Europa League 2011–2012.
Kala itu, ia berhasil menyingkirkan Manchester City asuhan Roberto Mancini. "Kami memainkan dua pertandingan luar biasa. Menang 1-0 di kandang dan kalah 3-2 di tandang, tapi kami lolos," kenangnya.
Untuk mengulang pencapaian itu, Sporting harus mampu menghentikan Gyokeres. Tugas ini tidak mudah, mengingat dampak besar yang pernah ia berikan bagi klub.
"Dengan hormat kepada pemain lain, tanpa Gyokeres, Sporting tidak akan sama," ujar Sa Pinto. "Namun, bermimpi dan percaya itu penting. Saya yakin apa pun bisa terjadi di laga ini."
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Bbc.com