INDOZONE.ID - Presiden Real Madrid, Florentino Perez tegaskan bahwa ia tidak akan mengundurkan diri sebagai presiden Los Blancos, justru ia malah menyerukan untuk memperkuat jabatannya.
Diketahui, Florentino Perez baru saja mengadakan konferensi persnya pada hari Selasa (12/5/2026) waktu setempat setelah bertemu dengan dewan direksi klub dan membahas panjang lebar terkait fitnah terhadap dirinya dan Real Madrid oleh sebagian media Spanyol.
Namun, dalam konferensi persnya baru-baru ini, Perez menegaskan bahwa ia tidak akan mundur dari jabatannya sebagai presiden Real Madrid.
"Dengan berat hati saya sampaikan bahwa saya tidak akan mengundurkan diri," ujar Florentino Perez dalam konferensi persnya yang dilansir dari ESPN pada Rabu (13/5/2026).
Baca juga: Playoff IBL 2026 Dimulai! Ini Jadwal Lengkap dan Format Pertandingannya
Lebih lanjut, Perez juga mengatakan akan mengadakan pemilihan. Ia juga telah meminta komite pemilihan untuk memulai pengorganisasian pemilihan dewan direksi.
"Saya akan mengadakan pemilihan. Saya telah meminta komite pemilihan untuk memulai proses pengorganisasian pemilihan dewan direksi, di mana Dewan Direksi ini akan mencalonkan diri," tutur pria berusia 79 tahun itu melanjutkan.
Florentino Perez juga mengatakan bahwa di Real Madrid tidak ada pemilik tunggal. Ia juga mengatakan bahwa ia mengambil keputusan tersebut karena situasi yang tidak masuk akal, yang disebabkan oleh fitnah terhadap dirinya dan juga kepentingan El Real.
"Di Real Madrid tidak ada pemilik tunggal; klub ini terdiri dari 1.000 anggota. Saya mengambil keputusan ini karena situasi yang tidak masuk akal telah muncul, yang disebabkan oleh kampanye yang bertentangan dengan kepentingan Real Madrid dan terhadap saya. Hasilnya memang tidak selalu yang terbaik, tetapi dalam olahraga, Anda tidak selalu menang," ujar Perez menjelaskan.
Baca juga: Demi Mendapat Banyak Pengalaman, John Herdman Minta Timnas Indonesia Terbiasa Main Tandang
Perez juga menuding ada pihak yang memanfaatkan situasi untuk menyerangnya secara pribadi. Bahkan, ia mengatakan bahwa banyak pihak yang menyebutnya mengidap penyakit ganas.
"Mereka memanfaatkan situasi ini untuk menyerang saya secara pribadi. Mereka bertanya, 'Di mana Florentino?' padahal biasanya saya tidak banyak bicara. Beberapa orang mengatakan saya mengidap kanker stadium akhir... Saya ingin menggunakan kesempatan ini untuk memberi tahu orang-orang yang khawatir tentang saya bahwa saya masih memimpin Real Madrid dan perusahaan saya, bahwa kesehatan saya sempurna; saya tidak mungkin berada di kedua tempat tersebut jika kesehatan saya tidak sempurna," tutur pria kelahiran Madrid tersebut menceritakan semuanya.
"Jika saya mengidap kanker, seperti yang telah dikatakan, saya harus pergi ke pusat kanker; jika saya pergi, bukankah itu akan menjadi berita di seluruh dunia?" lanjutnya.
Real Madrid sendiri baru saja kalah 2-0 atas Barcelona dalam laga El Classico saat tim Catalan tersebut memastikan gelar La Liga, yang mana hal ini menjadi yang pertama bagi Real Madrid yang tidak memenangkan gelar selama dua musim beruntun dalam kurun waktu 20 tahun.
Baca juga: Lamine Yamal Kibarkan Bendera Palestina di Parade Juara, Hansi Flick: Itu Keputusan Dia!
Pada kesempatan yang sama, Florentino Perez akui bahwa ia ingin memenangkan semuanya. Namun, ia juga mengundang siapapun yang ingin maju dalam pemilihan. Namun, ia maju untuk membela kepentingan Real Madrid.
"Saya yang pertama mengakui bahwa saya ingin memenangkan semuanya. Di bawah kepemimpinan saya, kami telah memenangkan 37 gelar sepak bola dan 29 gelar bola basket. Saya ingin berbicara tentang semua orang yang berkampanye di balik layar," ujar Florentino Perez.
"Saya mengundang siapa pun yang ingin maju dalam pemilihan untuk melakukannya. Saya maju untuk membela kepentingan anggota Real Madrid. Mereka tidak akan mengintimidasi saya. Itu memberi saya banyak energi," ujarnya lagi.
Pada kesempatan yang sama, Florentino Perez juga mengatakan akan membawa berkas penting ke UEFA terkait pembayaran jutaan Euro yang dilakukan Barcelona kepada mantan wakil komite wasit Jose Maria Negreira, meskipun Barca sendiri telah membantah tuduhan tersebut.
"Tiga tahun lalu, kita mengetahui tentang kasus korupsi yang dikenal sebagai Kasus Negreira. Tidak ada preseden dalam sejarah sepak bola dunia. Ini adalah skandal terbesar dalam sejarah dan kasus yang masih belum terselesaikan dan terus berlanjut," kata Perez memaparkan.
"Kami sedang menyusun berkas penting yang akan segera kami serahkan kepada UEFA agar mereka dapat menanganinya dari akar permasalahannya dan menyelesaikannya demi kebaikan sepak bola dunia," imbuhnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: ESPN